
Padang, Scientia——-Wali Kota Padang Fadly Amran, memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Padang di Aula Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang, Aie Pacah, Rabu (17/6).
Rapat evaluasi ini menjadi forum koordinasi , untuk memperkuat kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus memastikan keberlanjutan program prioritas nasional tersebut berjalan lancar di Kota Padang.
Fadly Amran menegaskan, Program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya, tetapi juga harus mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha dan produsen lokal dalam rantai pasok pangan.
Menurutnya, keberhasilan program tidak semata ditentukan oleh operasional dapur, melainkan juga didukung sistem pendataan yang akurat, mulai dari kebutuhan masing-masing SPPG, ketersediaan bahan baku, hingga pola distribusi dan respons masyarakat terhadap program tersebut.
Fadly Amran juga mendorong, seluruh SPPG di Kota Padang mempersiapkan diri menghadapi sistem penilaian atau grading dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia berharap, seluruh dapur MBG harus mampu memenuhi standar terbaik dari aspek mutu layanan, kebersihan, keamanan pangan, hingga tata kelola operasional.
Selain itu, ia menekankan pentingnya standardisasi rantai pasok bahan baku agar pasar tradisional, UMKM, petani, nelayan, dan peternak lokal dapat menjadi bagian dari ekosistem pemasok pangan yang memenuhi standar MBG, sehingga manfaat program dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Wali Kota Padang juga meminta Perumda Air Minum dan OPD terkait, memastikan seluruh dapur SPPG memiliki akses air bersih yang memadai.
Di samping itu, ia mengingatkan seluruh yayasan dan pengelola SPPG agar mematuhi ketentuan daerah terkait pembangunan gedung dan pemanfaatan lahan.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi, yang juga Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Padang menjelaskan, evaluasi pelaksanaan MBG dilakukan secara rutin dan komprehensif setiap bulan guna memastikan seluruh aspek program berjalan optimal, mulai dari penyediaan bahan baku, operasional dapur, hingga pelayanan kepada penerima manfaat.
Saat ini sebanyak 72 SPPG telah beroperasi di Kota Padang atau sekitar 75 persen dari target 96 SPPG.
Pemerintah Kota Padang menargetkan, kekurangan 24 SPPG dapat terpenuhi dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Hingga saat ini, pelaksanaan MBG di Kota Padang juga tercatat berjalan relatif baik
“Program MBG merupakan agenda besar negara. Karena itu, seluruh SPPG dan perangkat daerah harus saling mendukung untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak dan penerima manfaat lainnya melalui layanan yang berkualitas,” tegas Fadly Amran.
“Saya berharap pembangunan dan pengembangan SPPG berjalan sesuai aturan. Program prioritas tetap harus berjalan, namun keselamatan, ketertiban tata kota, dan kepatuhan terhadap regulasi tidak boleh diabaikan,” tegasnya.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi yang juga Sekretaris Satgas MBG Kota Padang mengatakan, terus mengawal kualitas pelaksanaan MBG.
Sesuai arahan Wali Kota, seluruh SPPG di Kota Padang harus menjadi yang terbaik, sejalan dengan semangat Program Unggulan (Progul) Padang Juara,” pungkas Alfiadi.(Ade)






![Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_49952-350x250.jpg)


