Lubuk Alung, Scientia – Anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Firdaus, melaksanakan safari Ramadan di Masjid Mujahiddin, Lubuk Alung. Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan senilai Rp40 juta untuk mendukung kegiatan dan pembangunan masjid.
Safari Ramadan itu tak sekadar agenda seremonial. Sejumlah persoalan krusial yang dihadapi masyarakat turut mengemuka dalam pertemuan tersebut, mulai dari dampak bencana hingga persoalan sosial di kalangan generasi muda.
Ketua Pengurus Masjid Mujahiddin dalam pemaparannya menyoroti kondisi sungai yang semakin dangkal akibat dampak bencana beberapa waktu terakhir. Pendangkalan itu dinilai berdampak pada lingkungan dan aktivitas masyarakat sekitar.
“Kami berharap pemerintah provinsi melalui Bapak Firdaus bisa mencarikan solusi terhadap persoalan ini. Kondisi sungai yang dangkal berpotensi menimbulkan masalah baru di kemudian hari,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyinggung fenomena degradasi sosial di kalangan anak muda yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Perkembangan teknologi digital yang tidak terkontrol disebut menjadi salah satu faktor pemicu.
“Pengaruh teknologi digital saat ini sangat besar. Jika tidak diawasi, anak-anak kita bisa terjerumus pada hal-hal yang merusak masa depan mereka,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Firdaus menyampaikan komitmennya untuk mengawal perbaikan dampak bencana, terutama yang menyangkut sektor-sektor vital masyarakat. Ia mengakui bahwa bencana telah memukul banyak lini kehidupan warga.
“Kita melihat dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada sektor pertanian, peternakan, hingga infrastruktur. Ini perlu penanganan serius dan berkelanjutan,” kata Firdaus dalam sambutannya.
Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait untuk mendorong langkah konkret, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur yang terdampak.
Terkait persoalan sosial, Firdaus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak lepas tangan. Menurut dia, pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah atau pemerintah semata.
“Kita semua punya tanggung jawab terhadap anak kemenakan kita. Jangan sampai mereka terjerumus pada hal-hal yang merugikan kerukunan dan keutuhan sosial,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jemaah yang hadir untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah Ramadan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Safari Ramadan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan Rp40 juta kepada ketua pengurus Masjid yang diharapkan dapat memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus ruang pembinaan sosial masyarakat. (yrp)








