
Agam, Scientia.id – Tim Khusus Safari Ramadan (TKSR) Kabupaten Agam yang dipimpin Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyambangi Masjid Zulfa di Jorong Dalam Koto, Nagari Kamang Ilia, Kecamatan Kamang Magek, Jumat (27/2). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempererat hubungan dengan masyarakat di bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana mendekatkan pemerintah dengan warga. Kedekatan ini, menurutnya, penting agar berbagai persoalan di daerah dapat ditangani secara cepat dan tepat melalui dialog yang terbuka.
Ia mengaku bersyukur dapat bersilaturahmi langsung dengan jamaah Masjid Zulfa. Momentum Ramadan dinilainya sebagai ruang yang tepat untuk mendengar aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat ukhuwah dan kebersamaan.
Namun, di tengah suasana kebersamaan itu, Wabup juga menyinggung kondisi Kabupaten Agam yang belum lama ini dilanda bencana. Dampaknya dirasakan hampir di seluruh kecamatan, dengan kerusakan yang meliputi infrastruktur jalan dan jembatan, sarana pendidikan, tempat ibadah, hingga fasilitas umum lainnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, telah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat guna mempercepat pemulihan pascabencana. Berdasarkan pendataan sementara, total kerugian di Kabupaten Agam diperkirakan mencapai Rp7,9 triliun.
“Ini ujian yang harus kita hadapi bersama. Dengan semangat kebersamaan dan saling membantu, insyaallah Agam bisa bangkit dan kembali dibangun menjadi lebih baik,” ujarnya.
Wabup juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan yang merata di seluruh wilayah, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: Rutin Minum Air Kelapa, Ini Ragam Manfaat bagi Tubuh
Di akhir kegiatan, ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat setempat, khususnya kepada kaum ibu yang telah menyiapkan hidangan berbuka puasa. Menurutnya, kebersamaan seperti ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga persatuan dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. (*)









