
Dharmasraya, Scientia.id – Genap satu tahun duet Srikandi Kabupaten Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani dan Leli Arni, mengemban amanah memimpin Ranah Cati Nan Tigo. Duo pemimpin perempuan tersebut resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (20/2/2025).
Memasuki satu tahun masa kepemimpinan, Bupati Annisa Suci Ramadhani merefleksikan perjalanan tersebut dengan penuh rasa syukur.
“Setahun sudah kami menjalani amanah ini. Meskipun bukan sesuatu yang sejak dulu saya cita-citakan, namun setiap jalan yang Allah titipkan pasti punya maksud baik. Kesempatan untuk bisa berbuat lebih banyak dan bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Annisa, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, perjalanan tahun pertama bukanlah hal yang mudah. Pemerintahan dimulai dengan tantangan kebijakan efisiensi anggaran serta kondisi defisit di awal masa jabatan. Rasa lelah dan kekhawatiran sempat dirasakan, namun terbayarkan dengan semangat serta dukungan masyarakat.
“Alhamdulillah, setahun kita tetap bisa bergerak membangun di berbagai sektor, dengan dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan kolaborasi berbagai pihak termasuk perusahaan. Kita juga telah menyiapkan blueprint pembangunan sebagai peta jalan agar langkah ke depan lebih terarah, berkelanjutan, serta melibatkan inovasi pendanaan,” jelasnya.
Relasi di tingkat pusat yang terbangun saat Annisa bertugas sebagai staf ahli DPR RI turut membuka akses dukungan pembangunan. Selain itu, kolaborasi dengan perusahaan diperkuat melalui amanat Perda Kabupaten Dharmasraya Nomor 2 Tahun 2014 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP/CSR).

Pada sektor pendidikan tahun 2025, Pemkab Dharmasraya merehabilitasi dan membangun fasilitas di 21 sekolah, terdiri dari 8 SD dan 13 SMP. Pekerjaan meliputi pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, UKS, toilet, perpustakaan, ruang administrasi hingga rehabilitasi ruang belajar dengan total anggaran Rp 30.367.815.367.
Selain itu, pengadaan prasarana pendidikan seperti mebel kelas, bantuan seragam sekolah, buku, peralatan olahraga, English bootcamp, proyektor, serta laptop dianggarkan sebesar Rp4,6 miliar dari APBD.
Program Beasiswa Dharmasraya Juara juga digulirkan untuk 2.000 siswa, mencakup beasiswa ekstrakurikuler coding, matematika, sains, English academy, hingga kecerdasan artifisial (AI) bekerja sama dengan platform Ruang Guru.
Tak hanya itu, pembangunan Sekolah Rakyat dengan anggaran Rp200 miliar telah memasuki proses lelang dan dijadwalkan mulai Mei 2026. Pemerintah daerah juga memberikan Tot pelatihan coding dan AI bagi guru, pemberian seragam umbro bagi guru dan kepala sekolah berprestasi, serta pelatihan guru bahasa Inggris dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 140 juta dari APBD.
Di sektor ekonomi kerakyatan, Pemkab Dharmasraya menggulirkan program unggulan One Village One Product (OVOP). Program ini mendorong setiap nagari memiliki satu produk unggulan khas daerah guna meningkatkan kualitas, daya saing, serta kesejahteraan masyarakat.

Pada pilot project OVOP 2025, anggaran sebesar Rp2,8 miliar disalurkan kepada 20 kelompok tani/ternak dengan delapan komoditas utama, antara lain, Hibah 5.000 ekor Ayam KUB di 3 nagari, Hibah 2.000 ekor ayam petelur di 2 nagari, Pengembangbiakan 25 ekor sapi melalui UPT Pembibitan Sapi, Hibah 70 ekor kambing di 3 nagari, Bantuan padi untuk sawah pokok murah, Bantuan bibit padi seluas 2.550 hektare, bantuan bibit jagung 757 hektare dan Hibah 100.000 ekor bibit ikan di 2 nagari
Memasuki 2026, anggaran OVOP meningkat menjadi Rp5,9 miliar dengan perluasan bantuan, di antaranya 10.000 ekor Ayam KUB, 10.000 ekor ayam petelur, pengembangbiakan 75 ekor sapi, serta 400.000 ekor bibit ikan lengkap dengan pakan, obat-obatan, dan sarana pendukung.
Program OVOP dirancang menyasar masyarakat rentan, pemuda pengangguran, hingga ibu rumah tangga agar lebih produktif dan memiliki sumber penghasilan tambahan.

Salah seorang penerima manfaat OVOP ayam petelur dari Nagari Sipangkur, Riyanto, mengaku sangat terbantu.
“Alhamdulillah, sebagai penerima OVOP saya sangat terbantu sekali, Mas! Karena sekarang saya bisa berpenghasilan sendiri,” ujarnya.
Senada, Frengki Sandra, pemuda penerima bantuan bibit jagung di Timpeh, menyebut program tersebut sangat membantu dari sisi permodalan dan pendampingan.
“Dari segi bibit kita sangat terbantu, ditambah harga pupuk yang terjangkau. Hal tersebut meminimalisir modal untuk bertani,” pungkasnya.

Satu tahun perjalanan kepemimpinan Annisa–Leli di Ranah Cati Nan Tigo menjadi fondasi awal pembangunan berkelanjutan.
Dengan penguatan SDM dan ekonomi kerakyatan sebagai prioritas, duet Srikandi ini menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat Dharmasraya. (tnl)









