Jumat, 23/1/26 | 10:39 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB
Oleh: Elly Delfia (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)

Suatu sore, adik perempuan saya mendatangi saya dan berkata “Uni sudah baca novel Aurelie yang lagi viral? Sedih baca bukunya“, lanjut adik saya. Saya sudah membaca sedikit novel tersebut, tetapi belum selesai. Akan tetapi, saya telah mendengar cukup banyak ulasan tentang novel itu di media massa dan media sosial. Beberapa hari terakhir, media massa dan media sosial memang dipenuhi oleh pemberitaan tentang Aurelie. Kata-kata lain yang mengikuti pemberitaan itu adalah istilah child grooming. Pagi dua hari yang lalu, saya juga melihat berita televisi tentang pernyataan salah satu Anggota DPR RI, Rieke Diyah Pitaloka yang juga dikenal sebagai artis dan aktivis perempuan. Ia turut berkomentar tentang kasus child grooming yang dialami oleh Aurelie. Dalam sebuah wawancara dengan para jurnalis, ia menyebut bahwa child grooming mesti mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak, terutama oleh pemerintah. Mungkin ada banyak anak-anak lain yang mengalami kasus serupa dengan Aurelia yang tidak terekspos. Tindakan tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak karena sungguh merusak mental dan psikolgis anak-anak generasi penerus bangsa ini.

Istilah child grooming mendadak viral di media massa dan media sosial karena kisah seorang Aurelie Moeremans, artis yang menceritakan masa lalunya dalam buku yang berjudul Broken String Kepingan Masa Muda yang Patah. Persoalan yang membuat orang-orang bersimpati tentu saja perlakuan buruk dan berbagai bentuk kekerasan yang dialami oleh tokoh utama novel tersebut yang merupakan penulis sendiri. Yang membuat viral lagi, karena dalam novel, ia menyebut nama-nama artis yang pernah melakukan tindakan tidak menyenangkan atau pembulian terhadapnya di masa lalu. Dalam novel juga disebutkan tokoh-tokoh yang ciri-cirinya mengarah pada beberapa nama artis terkenal di tanah air.

Tulisan ini bukan hendak turut membahas cerita entertain dibalik novel tersebut, melainkan untuk membahas istilah yang tepat untuk menyebut child grooming dalam bahasa Indonesia bersamaan dengan viralnya istilah tersebut. Child grooming dalam Kamus Merriam-Webster diartikan sebagai pelecehan seksesual terhadap anak. Lalu, situs Halodoc.com mendefinisikan child grooming sebagai manipulasi psikologis bertahap oleh predator untuk membangun kepercayaan anak untuk tujuan eksploitasi.

Aurelie disebut dalam novel telah mendapatkan pelakuan child grooming dari mantan pasangannya di masa lalu, sebuah istilah yang cukup baru digunakan oleh masyarakat. Istilah tersebut berbahasa Inggris. Kira-kira apa padanan yang paling tepat untuk menyebut child grooming dalam bahasa Indonesia? Setiap kali istilah baru muncul, masyarakat pengguna bahasa Indonesia seperti canggung dengan istilah tersebut. Mereka bingung  menyebutnya apa atau bagaimana memberi nama yang tepat untuk menyebut sebuah fenomena atau persoalan yang tidak umum didengar. Sampai ada kesepakatan dari para pengguna bahasa yang disusul oleh pernyataan-pernyataan para ahli, pengambil kebijakan (baik ahli dalam bidang keilmuan tertentu maupun ahli bahasa), sebuah istilah akan disebut dengan sebutan yang beragam. Hal itu akan mengaburkan makna dan membuat tidak jelas batasan dari istilah tersebut.

BACAJUGA

Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Problematika Penulisan Kata Majemuk

Minggu, 28/12/25 | 23:00 WIB
Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Literasi Semiotika dan Hermeneutika untuk Bencana

Senin, 08/12/25 | 07:55 WIB

Child grooming jika digolongkan ke dalam bidang keilmuan, termasuk ke dalam istilah psikologi lebih spesifiknya kesehatan mental (mental health). Meskipun dalam dunia kesehatan dan psikologi, istilah ini barangkali bukan hal baru. Namun, bagi masyarakat awam, istilah child grooming termasuk istilah baru yang sedang viral karena kisah novel Broken String yang ditulis oleh Aurelie.  Para pengguna media sosial, para pengamat, dan para ahli berulang kali menggunakan istilah tersebut dalam istilah berbahasa Inggris.

Sebagai pengamat dan peneliti bahasa, insting saya langsung tergerak untuk membahas istilah yang tepat dalam bahasa Indonesia dalam menyebut child grooming. Saya berselancar di dunia maya untuk menemukan padanan kata yang tepat untuk child grooming. Saya menemukan beberapa istilah, di antaranya manipulasi pikiran anak, manipulasi anak, eksploitasi anak, pencucian otak anak, modus terhadap anak, kekerasan seksual terhadap anak, dan kekerasan terhadap anak. Di antara sekian banyak istilah, saya memilih frasa “manipulasi anak” sebagai padanan yang tepat untuk menyebut child grooming. Alasannya adalah karena ada banyak tindakan manipulasi yang dilakukan oleh pelaku (groomer) terhadap anak sebagai korbannya. Manipulasi tersebut bukan hanya sekadar pikiran, melainkan juga fisik dalam bentuk kekerasan seksual, pemerkosaan, pemaksaan, dan sejenisnya serta juga kekerasan fisikal, seperti pemukulan, penamparan, dan sejenisnya, seperti yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Broken Strings.

Manipulasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai upaya kelompok atau perseorangan untuk memengaruhi perilaku, sikap, dan pendapat orang lain tanpa orang itu menyadarinya. Manipulasi merupakan tindakan pengendalian terhadap diri seseorang tanpa disadarinya. Lalu, dalam KBBI juga ada istilah manipulasi psikologi yang artinya usaha memengaruhi dengan mengendalikan segala keinginan dan gagasan yang ada di bawah sadar, juga menggunakan sugesti.  Dari beberapa penjelasan yang terdapat dalam kamus-kamus, maupun dari definisi yang diberikan dalam bidang kesehatan, istilah yang tepat untuk padanan frasa child grooming dalam bahasa Indonesia adalah “manipulasi anak”, baik manipulasi psikologis yang juga diikuti oleh manipulasi fisik.  Demikian ulasan tentang child grooming sebagai bentuk manipulasi anak. Semoga mencerahkan sahabat pembaca.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Meneroka Sejarah Bahasa Indonesia Hingga Kini

Berita Sesudah

Wali Kota Padang Tinjau Pemukiman Kumuh di Pasia Nan Tigo Wujudkan Lingkungan Layak dan Sehat

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Tiba-tiba warganet Indonesia heboh...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Onde-Onde dan Klepon: Perbedaan Budaya, Perbedaan Nama

Minggu, 11/1/26 | 09:39 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Tidak...

Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

Minggu, 04/1/26 | 21:16 WIB

Oleh: Arum Rindu Sekar Kasih (Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada)    Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan...

Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Problematika Penulisan Kata Majemuk

Minggu, 28/12/25 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Kata majemuk atau kompositum sering menjadi problem dalam...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Perbedaan Frasa “Sepatu Baru” dan “Sepatu yang Baru”

Minggu, 21/12/25 | 08:22 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Dari judul...

Serba-serbi Kritik Sosial Habis Lebaran

Penulisan Nama dalam Bahasa Asing

Minggu, 21/12/25 | 07:51 WIB

  Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Suatu hari saya mendapat...

Berita Sesudah
Wali Kota Padang Fadly Amran, meninjau langsung progres penataan kawasan permukiman kumuh di RW 03 Pasir Sebelah, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Senin (19/1). (Foto:Ist)

Wali Kota Padang Tinjau Pemukiman Kumuh di Pasia Nan Tigo Wujudkan Lingkungan Layak dan Sehat

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Persiapan Jemaah Haji Kota Padang 1447 Hijriah Sebanyak 193 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Lantik Raju Minropa Sebagai PJ Sekda Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan Ketersediaan Air Bersih Kota Padang Butuh 228 Sumur Bor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024