Rabu, 28/1/26 | 15:13 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Diego Alpadani

Minggu, 25/7/21 | 07:43 WIB

Berbahasa

Memperkaukan dalam mempercobakan
telah kuganti dengan proses setelah kekesalan
membentuk memperkaukan pada pergantian

Dengan sangat, aku mencoba agar diperkau bukan
Kesalahan dalam kebarbaran berbahasa. Selama ini
dan sesingkat kau terdiri dari tiga bunyi yang tak
bermakna gramatikal sebelumnya. Begini diperkau
begitu memperkaukan. Aku megap-megap mencari
obat formula mempercobakan dalam
memperkaukan atau diperkau. Berterima

namun masih ada yang mengganjal untuk
memperkaukan dalam memperpadakan

Padang 2021

BACAJUGA

Puisi-puisi Diego Alpadani

Puisi-puisi Diego Alpadani

Minggu, 02/5/21 | 07:00 WIB

 

Berbahasa II

Berkesekian kali keterkitaan lepas di
anjungan komplikasi bahasa yang dipaksa
berkombinasi menjadi keterakuan dan
keterkauan. Seperti cinta-cinta memperseliwerkan
dada musang betina, kau bawa aku ke utara
membayang-bayangkan kasat-kusut berkebudakan
ketololan keterkitaan

“Ada apa di sana?” kau tanya itu sebelum
memperkali-silangkan komplikasi bahasa,
sudah seperti matematika. Sudah seperti
mempermalukan diri di hadapan mesin penghitung

“Ada banyak kombinasi cinta!”
Jawabku. Padahal berkesekian belum
lepas dari keterkitaan

Padang, 2021

 

Berbahasa III

Kau sangka ini hanya sekedar onomatope
hujan, gelembung air dalam galon, air
membasahi kerongkongan. Kau telah
dipertidakkan oleh satuan-satuan yang kau
sebut Tata Cara. Pemersamaan itu hanya
ketidakterbuktian

Tahukah kau onomatope rindu,
temu, belagu?

Itu adalah kedalaman keseonomatopean
kau dan aku yang menjadi keterkitaan

Padang, 2021

 

Berbahasa IV

terpendar-pendar juga bahasa kelam
di muara pertemuan kita, Sayang. Penyelesaian
rindu yang beradu kambing akhirnya
sapi kesampaian memahami. Pada keranjingan
sapi sempat protes, mengapa tidak kersapian atau
kerkambingan. Ia kelam mata karena mata sapi
selalu ditelurkan. Atau kambing selalu dihitamkan

Di muara kita ranjing sekali, Sayang. Bukan
dari anjing yang memperbebal pemikiran
sapi ketidakadaan kesetaraan

Padang, 2021

 

Berbahasa V

“bersayang-sayanglah ritem di adonan
sirup berbuka puasa.” Aku tidak mengerti

Selain di dapur kau mengaduk-aduk itu
sirup, juga bahasa tetap dikenakan ngeduluin
tutup botol terbuka

“Ogah aku memper-ondehmandeh-kan
bahasa dalam sirup berbuka puasa!”
Lafalku tidak memakai nun agar tak kau
sangka bahwa awal mula adalah ketakteraturan

Padang, 2021

 

Biodata Penulis

Diego Alpadani memiliki hobi duduk di Lepau Wo Wat sambil mendengarkan Ota Lapau dan meminum teh telur. Ia sangat berharap agar dapat duduk di Lepau Wo Wat bersama Pevita Pearce menikmati Ota Lapau dan teh telur.

Tags: #Diego Alpadani
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Refleksi Hari Anak Nasional, Lindungi Generasi Bangsa

Berita Sesudah

Puisi-Puisi Liza Warni dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Terkait

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB

Gambar:GeminiAI Sore di Bulan Juni Aku tidak tahu mengapa semuanya begitu pelan dan bahkan begitu cepat, bulan yang di mana...

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Berita Sesudah
Puisi-Puisi Liza Warni dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Puisi-Puisi Liza Warni dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Gubernur Sumbar Turun ke Lapangan, Pastikan Pembenahan Sungai dan Air Bersih di Padang Berjalan

    Gubernur Sumbar Turun ke Lapangan, Pastikan Pembenahan Sungai dan Air Bersih di Padang Berjalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konservasi Penyu Pariaman Terbengkalai, Kolam Kotor hingga Fasilitas Rusak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemilu Indonesia: Antara Demokrasi Substantif dan Demokrasi Prosedural

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Pelaku Curanmor Ditangkap Polisi Dharmasraya, Dua Lainnya Buron

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fungsi Bahasa dalam Kehidupan Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024