Minggu, 09/8/26 | 20:06 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Melangkah Pelan dalam Dunia Pernaskahan: Catatan dari Masterclass Naskah Sumatera

Minggu, 03/8/25 | 21:28 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)

 

Menjadi peserta Masterclass Naskah Sumatera yang diadakan oleh SOAS University of London di Padang adalah pengalaman baru bagi saya terkait dunia pernaskahan. Tak pernah saya bayangkan bahwa pertemuan ini akan membuka jendela baru tentang khazanah intelektual Nusantara, khususnya Sumatera, dengan mendalam.

Hari pertama, Rabu 23 Juli, kami berkumpul di Tyche Meeting Room, Hotel Mercure Padang. Sebelum sesi dimulai, kami diminta untuk menuliskan nama masing-masing dalam aksara Arab-Melayu—hal yang tampak sederhana, tetapi rupanya tak semudah itu bagi saya. Saya sempat ragu dan kebingungan, untung saja seorang panitia dengan sigap membantu saya menuliskannya.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Momen ini menjadi pembuka yang menarik, semacam pengantar bahwa peserta benar-benar disambut dalam kelas yang bakal lekas dimulai. Setelah registrasi dan sambutan, peserta diarahkan untuk berkenalan dengan cara yang unik. Siapapun yang ditunjuk harus memperkenalkan peserta lain yang ia kenal, lalu menyebutkan setidaknya tiga hal terkait dirinya. Selepas itu, kegiatan masuk ke sesi lingkar baca, sebuah pendekatan membaca naskah secara berkelompok yang membuat saya merasa menjadi bagian dari komunitas pembaca, bukan sekadar peserta pasif.

Membaca dengan pelan, membaca dengan lambat, kira-kira itulah pesan Mulaika Hijjas saat memulai sesinya. Kata-kata ini membawa angin segar dan menenangkan hati saya yang sudah lama tidak membaca Arab Melayu ini.

Hal menarik lainnya, suasana masterclass ternyata tidak seformal yang saya bayangkan sebelumnya. Saya sempat membayangkan pertemuan ini akan berlangsung dengan khidmat dan penuh kesunyian akademik. Tapi ternyata, atmosfernya jauh lebih santai. Seorang teman saya bahkan sempat berbisik sambil tersenyum, “Mereka kok lucu sekali,” merujuk pada para pemateri yang ekspresif dan menghindari kesan formal yang dingin.

Kesan santai ini sangat membantu mencairkan suasana dan mempererat interaksi antar peserta, apalagi peserta berasal dari latar belakang yang sangat beragam—ada yang telah bertahun-tahun berkecimpung dalam dunia naskah, ada pula pemula seperti saya yang baru pertama kali menyentuh naskah secara langsung.

Dalam sesi lingkar baca, kami membaca naskah Arab-Melayu secara berkelompok. Naskah-naskah tersebut ditransliterasikan ke dalam huruf Latin, lalu didiskusikan maksud dan maknanya secara bersama. Sebagai pemula, saya mengalami tantangan dalam membaca naskah tersebut.Ketika teman-teman dalam kelompok saya sudah menyelesaikan dua kalimat, saya masih berkutat menerka-nerka kata ketiga. “Kenapa mereka tidak menerapkan kata Mulaika tadi?” begitulah ucap saya dalam hati. Entahlah, mungkin saja membaca secepat itulah yang dimaksud membaca pelan dan lambat. Membaca aksara Arab-Melayu ternyata bukan perkara mudah—ia butuh ketekunan, kejelian, dan keberanian untuk terus mencoba.

Namun di tengah rasa tertinggal itu, ada juga momen lucu dan membesarkan hati. Pernah beberapa kali saya berhasil membaca satu atau dua kata terlebih dahulu sebelum yang lain. Rasanya seperti menang undian kecil—ada kegembiraan yang menggelitik dan rasa percaya diri yang tiba-tiba tumbuh. Meskipun hanya satu atau dua kata, pencapaian kecil itu menjadi penyemangat tersendiri.

Saya belajar bahwa dalam dunia pernaskahan, setiap langkah, sekecil apa pun, adalah bagian penting dari proses yang lebih besar. Setiap kesulitan justru membawa rasa ingin tahu baru, dan setiap keberhasilan kecil memberi alasan untuk terus belajar. Sesi berikutnya tak kalah menarik. Bacaan hikayat bersama Alan Darmawan menghidupkan kisah-kisah lama yang ternyata masih memiliki gema hingga hari ini.

Kami membaca Hikayat Pelanduk Jenaka, sebuah hikayat yang mengandung cerita lucu dan penuh kelicikan cerdik. Namun, membaca bagian awal hingga pertengahan naskah ini cukup menantang—baik karena kompleksitas bahasanya maupun struktur naratifnya yang belum langsung tampak jenaka. Justru di bagian akhir-lah cerita menjadi terang dan jenakanya benar-benar terasa. Di sanalah klimaks kisah terbangun dan tawa muncul secara alami dari pembaca.

Keesokan harinya, Kamis 24 Juli, kami mengunjungi Museum Adityawarman untuk melihat langsung koleksi naskah yang disimpan di sana. Ini menjadi pengalaman yang sangat nyata: menyaksikan naskah sebagai artefak, bukan sekadar teks. Sesi praktik membaca naskah di museum semakin memperdalam pengalaman saya dalam memahami bentuk fisik dan kondisi naskah asli. Di penghujung acara, sesi pertanyaan penelitian yang dipandu oleh Mulaika Hijjas mendorong kami untuk mulai memikirkan kemungkinan arah studi lebih lanjut di bidang ini.

Masterclass ini bukan hanya memberi saya pengetahuan baru, tetapi juga semangat dan kepercayaan diri. Bahwa meskipun saya melangkah lebih lambat dari yang lain, saya tetap melangkah. Dunia pernaskahan adalah dunia yang sabar—ia memberi ruang bagi siapa saja yang mau belajar dan mencintai teks. Dan bagi saya, inilah awal perjalanan yang tak akan pernah saya lupakan.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

PSP Padang Kalahkan Kompak FC 2-1, Poin Naik Jadi 7

Berita Sesudah

HUT Lubuk Basung ke-32 Dimeriahkan Gowes Adventure “Lubas Bangkit” 2025

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Berita Sesudah
HUT Lubuk Basung ke-32 Dimeriahkan Gowes Adventure “Lubas Bangkit” 2025

HUT Lubuk Basung ke-32 Dimeriahkan Gowes Adventure “Lubas Bangkit” 2025

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran saat meresmikan jembatan Helsheim di Batang Arau

    Wali Kota Padang Resmikan Jembatan Hildesheim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026