Senin, 01/6/26 | 11:52 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Cerita yang Tak Pernah Pensiun

Minggu, 20/4/25 | 17:55 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Setiap berkunjung ke suatu daerah, saya selalu mendapatkan pengalaman menarik. Dari keindahan alam dan kekhasan kuliner menjadi daya tariknya sendiri. Namun, yang tak kalah menarik dari semua itu adalah kisah-kisah yang tersembunyi di balik setiap tempat yang saya kunjungi.

Folklor tersebut bukan sekadar cerita, tetapi jejak budaya yang mencerminkan cara pandang dan kearifan lokal masyarakat setempat. Di tengah arus modernisasi, keberadaan cerita-cerita ini menjadi sesuatu yang patut dirawat dan dilestarikan, agar tidak hilang ditelan waktu.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

Melestarikan folklor sebenarnya tidaklah sulit. Kita bisa memulainya dari hal-hal sederhana yang penuh makna, misalnya dengan menceritakan kembali kepada anak-anak sebagai bagian dari pembelajaran sehari-hari. Di dalam cerita itu, tersimpan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan rasa hormat kepada orang tua, nilai-nilai yang tetap relevan di tengah kehidupan modern saat ini.

Mengenalkan nilai-nilai dalam cerita rakyat sejak dini penting agar anak-anak tumbuh dengan akar budaya yang kuat. Selain dituturkan secara lisan, folklor juga bisa direkam dalam bentuk audio atau video agar versi aslinya tetap lestari dan dapat dinikmati lintas generasi. Kisah-kisah itu juga bisa dikemas ulang menjadi buku cerita bergambar yang menarik dan mudah dipahami.

Cara-cara ini tak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga menghidupkan kembali warisan budaya dalam dunia pendidikan dan hiburan masa kini. Saat orang tua atau kakek-nenek menceritakan kisah lama, mereka turut mewariskan kasih sayang dan nilai kehidupan. Pelestarian ini bisa diperluas lewat program sekolah, komunitas seni, atau ruang kreatif. Pementasan, lomba bercerita, hingga konten digital bertema cerita rakyat menjadi cara menarik bagi generasi muda. Dengan begitu, folklor tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.

Pengalaman pertama saya mengenal cerita mitos di kampung datang dari nenek, sosok hangat yang selalu bercerita saat malam tiba. Nenek menceritakan kisah-kisah fabel dan mitos-mitos yang ada di kampung saya. Dari ceritanya, saya mulai mengenal budaya di kampung. Ia tak sekadar bercerita, tapi mewariskan ingatan kolektif, nilai hidup, dan cinta tradisi.

Dan begitulah, dari suara nenek di malam sunyi hingga pementasan di panggung sekolah, cerita-cerita rakyat itu terus hidup. Kadang bersembunyi di balik tawa, kadang menyelinap dalam nasihat yang tak kita sadari. Siapa sangka, Urang Bunian dulu membuat saya takut, ternyata kini ikut berjasa membentuk cara pandang saya tentang dunia. Cerita-cerita itu bukan sekadar dongeng, tapi benih kearifan.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

GSB di Pasaman, Kapolda Sumbar : Kita Fungsikan Kembali Masjid sebagai Sarana Pendidikan

Berita Sesudah

Cerpen “Rantau Nan Jauh” Karya Salman Luthfi Al Fayyadh dan Ulasannya Oleh Azwar

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Berita Sesudah
Cerpen “Rantau Nan Jauh” Karya Salman Luthfi Al Fayyadh dan Ulasannya Oleh Azwar

Cerpen "Rantau Nan Jauh" Karya Salman Luthfi Al Fayyadh dan Ulasannya Oleh Azwar

POPULER

  • Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebebasan Perempuan dalam Film “Gowok” Analisis Semiotika Christian Metz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026