Rabu, 29/4/26 | 20:35 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Rahasia di Balik Semangkuk Mi Rebus

Minggu, 10/8/25 | 19:24 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Sore itu, hujan mengguyur tanpa henti sejak siang, menebar hawa dingin yang merayap masuk hingga ke dalam rumah. Suara rintik yang berpadu dengan angin membuat suasana kian syahdu. Di tengah udara yang lembap dan perut yang mulai meronta, hanya satu hal yang terlintas di pikiran, semangkuk mi rebus hangat.

Memasak mi rebus, bagi saya, punya tantangan tersendiri. Saya menyebutnya “mudah-mudah sulit”. Dibilang mudah, karena di balik plastik kemasan sudah tertera petunjuk memasaknya, tapi sulitnya terletak pada rasa. Entah mengapa, meski sudah mengikuti instruksi dengan patuh, rasanya tetap belum mampu menandingi mi rebus ala warung yang sering saya nikmati. Ada sensasi gurih dan nikmat yang seolah hanya dimiliki oleh tangan-tangan terlatih dari dapur warung itu. Saya yakin pasti ada resep rahasia di balik kelezatannya.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Pernah suatu kali saya mencoba “memperbaiki” rasa itu dengan berbagai tambahan. Saya tumis bawang putih, bawang merah, kemduian meneteskan sedikit minyak sayur, lalu memasukkan potongan sawi dan daun bawang agar kuahnya lebih harum dan enak. Bahkan, saya tambahkan telur dan sedikit lado giliang untuk memperkaya rasa.

Meski aromanya sudah cukup menggoda, tetap saja, lidah saya tahu bahwa kreasi ini masih kalah saing dengan yang dijual di warung. Mi rebus ala saya ini pun kuahnya masih ‘bercampur aduk” rasanya. Sepertinya ada rahasia yang belum saya kuasai, dan mungkin di sanalah letak pesona mi rebus ala warung yang sesungguhnya.

Saya kira selain bumbu yang digunakan, mungkin saja rahasianya ada pada peralatan dan cara memasak. Bisa saja panci yang digunakan bukan sekadar wadah juga menyimpan “memori rasa” dari lamanya ia digunakan. Selain itu, api kompornya pun menyala stabil, memelihara panas yang konsisten sehingga bumbu, mi, dan kuah berpadu dengan sempurna.

Sementara di rumah, saya memasak di panci kecil dengan kompor yang kadang nyalanya terlalu besar lalu tiba-tiba mengecil. Saat bawang yang saya tumis mulai harum, saya buru-buru menuangkan air karena takut gosong. Padahal di warung, aroma bawang itu seolah diberi waktu untuk matang hingga sempurna sebelum bertemu dengan bumbu lainnya. Mungkin memang ada seni yang tak tertulis di balik semangkuk mi rebus dari warung itu.

Akhirnya, semangkuk mi rebus di rumah tetaplah menjadi “obat” lapar di tengah hujan sore, meski rasanya belum mampu menandingi buatan warung. Uapnya yang mengepul, aroma bawang yang samar-samar tercium, dan kuah panas yang menyalurkan hangat ke seluruh tubuh, seakan menghadirkan rasa syukur sederhana. Bahwa di luar sana hujan mungkin tak kunjung reda, tapi di meja makan, ada sepiring kecil kebahagiaan yang siap untuk saya nikmati.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dua Perangkat Nagari Diduga Berselingkuh, Warga Siguntur Heboh

Berita Sesudah

Bukittinggi Meriah, Ribuan Pelari Ramaikan Police Women Run 2025

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Police Woman Run 2025.[foto : ist]

Bukittinggi Meriah, Ribuan Pelari Ramaikan Police Women Run 2025

POPULER

  • Laka Lantas di Sungai Dareh, Pengendara Sepeda Motor Pingsan

    Laka Lantas di Sungai Dareh, Pengendara Sepeda Motor Pingsan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketatnya Persaingan CPNS-BUMN, GJCI Tawarkan Jalur Karier Alternatif di Sektor Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Bukittinggi Lahirkan Sejumlah Rekomendasi atas LPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelajar SMP di Dharmasraya Diimbau Tidak Membawa Kendaraan Bermotor Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Dharmasraya Dukung Percepatan Perbaikan Infrastruktur Jalan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026