Minggu, 09/8/26 | 06:46 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Rahasia di Balik Semangkuk Mi Rebus

Minggu, 10/8/25 | 19:24 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Sore itu, hujan mengguyur tanpa henti sejak siang, menebar hawa dingin yang merayap masuk hingga ke dalam rumah. Suara rintik yang berpadu dengan angin membuat suasana kian syahdu. Di tengah udara yang lembap dan perut yang mulai meronta, hanya satu hal yang terlintas di pikiran, semangkuk mi rebus hangat.

Memasak mi rebus, bagi saya, punya tantangan tersendiri. Saya menyebutnya “mudah-mudah sulit”. Dibilang mudah, karena di balik plastik kemasan sudah tertera petunjuk memasaknya, tapi sulitnya terletak pada rasa. Entah mengapa, meski sudah mengikuti instruksi dengan patuh, rasanya tetap belum mampu menandingi mi rebus ala warung yang sering saya nikmati. Ada sensasi gurih dan nikmat yang seolah hanya dimiliki oleh tangan-tangan terlatih dari dapur warung itu. Saya yakin pasti ada resep rahasia di balik kelezatannya.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Pernah suatu kali saya mencoba “memperbaiki” rasa itu dengan berbagai tambahan. Saya tumis bawang putih, bawang merah, kemduian meneteskan sedikit minyak sayur, lalu memasukkan potongan sawi dan daun bawang agar kuahnya lebih harum dan enak. Bahkan, saya tambahkan telur dan sedikit lado giliang untuk memperkaya rasa.

Meski aromanya sudah cukup menggoda, tetap saja, lidah saya tahu bahwa kreasi ini masih kalah saing dengan yang dijual di warung. Mi rebus ala saya ini pun kuahnya masih ‘bercampur aduk” rasanya. Sepertinya ada rahasia yang belum saya kuasai, dan mungkin di sanalah letak pesona mi rebus ala warung yang sesungguhnya.

Saya kira selain bumbu yang digunakan, mungkin saja rahasianya ada pada peralatan dan cara memasak. Bisa saja panci yang digunakan bukan sekadar wadah juga menyimpan “memori rasa” dari lamanya ia digunakan. Selain itu, api kompornya pun menyala stabil, memelihara panas yang konsisten sehingga bumbu, mi, dan kuah berpadu dengan sempurna.

Sementara di rumah, saya memasak di panci kecil dengan kompor yang kadang nyalanya terlalu besar lalu tiba-tiba mengecil. Saat bawang yang saya tumis mulai harum, saya buru-buru menuangkan air karena takut gosong. Padahal di warung, aroma bawang itu seolah diberi waktu untuk matang hingga sempurna sebelum bertemu dengan bumbu lainnya. Mungkin memang ada seni yang tak tertulis di balik semangkuk mi rebus dari warung itu.

Akhirnya, semangkuk mi rebus di rumah tetaplah menjadi “obat” lapar di tengah hujan sore, meski rasanya belum mampu menandingi buatan warung. Uapnya yang mengepul, aroma bawang yang samar-samar tercium, dan kuah panas yang menyalurkan hangat ke seluruh tubuh, seakan menghadirkan rasa syukur sederhana. Bahwa di luar sana hujan mungkin tak kunjung reda, tapi di meja makan, ada sepiring kecil kebahagiaan yang siap untuk saya nikmati.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dua Perangkat Nagari Diduga Berselingkuh, Warga Siguntur Heboh

Berita Sesudah

Bukittinggi Meriah, Ribuan Pelari Ramaikan Police Women Run 2025

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Berita Sesudah
Police Woman Run 2025.[foto : ist]

Bukittinggi Meriah, Ribuan Pelari Ramaikan Police Women Run 2025

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Tinjau  Pembangunan Jembatan Kalawi,  dan Rehabilitasi Infrastruktur Pascabanjir di Pauh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Resmikan Jembatan Hildesheim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Sambut Kedatangan Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Kendari-518 dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026