Minggu, 02/8/26 | 05:06 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Tentang Buku Catatan

Minggu, 05/1/25 | 17:17 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Dulu, saat hari pertama sekolah, ada satu ritual yang tak pernah terlewat yaitu membeli buku catatan. Warnanya beragam, ada yang bercover kartun favorit, ada pula yang berhiaskan kata-kata motivasi. Setiap mata pelajaran punya satu buku khusus, hingga tas terasa seperti membawa miniatur perpustakaan berjalan.

Di halaman pertama setiap buku catatan, terdapat ritual yang hampir selalu dilakukan yaitu menuliskan nama lengkap, kelas, dan mata pelajaran dengan tulisan serapi mungkin. Halaman ini seakan menjadi simbol awal dari komitmen untuk mencatat dengan teratur dan menjaga setiap lembar tetap bermakna.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB
Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Namun, seiring berjalannya waktu, halaman-halaman berikutnya sering kali diwarnai dengan coretan spontan, sketsa kecil di sudut halaman, atau bahkan catatan singkat yang bersifat pribadi. Meski demikian, setiap buku catatan tetap memiliki nilai tersendiri sebagai saksi perjalanan akademis dan dedikasi sepanjang tahun.

Memasuki masa perkuliahan, dinamika dalam mencatat materi mengalami perubahan yang signifikan. Buku catatan tetap hadir, namun jumlahnya jauh lebih sedikit. Seringkali ditemukan hanya satu buku tebal yang berfungsi serbaguna. Dalam lembaran yang sama, materi kuliah, tugas mingguan, hingga sketsa kecil di tengah kebosanan kelas saling bertumpuk tanpa batas yang jelas.

Terkadang, susunan catatan lebih menyerupai peta yang penuh simbol dan tanda daripada dokumentasi ilmiah yang sistematis. Namun di balik keruwetan itu, setiap coretan memiliki makna tersendiri, menjadi jejak perjalanan akademis yang otentik dan sarat cerita.

Seiring waktu, buku catatan bertransformasi menjadi alat yang tak hanya mencatat materi kuliah, tetapi juga merangkum momen-momen penting dalam kehidupan pribadi. Di antara catatan tugas dan materi perkuliahan, terkadang muncul baris-baris yang merefleksikan pemikiran atau perasaan yang hadir pada saat itu.

Catatan kuliah yang awalnya terstruktur rapi, kini diselingi dengan ide-ide segar atau kutipan yang memberi nuansa berbeda pada setiap halaman. Buku catatan pun berkembang menjadi semacam jurnal yang tidak hanya mendokumentasikan informasi, tetapi juga mencatat perjalanan batin dan refleksi pribadi dari individu yang menulisnya.

Siklus mencatat terus berlanjut, dimulai dari buku catatan yang teratur di masa sekolah, berlanjut ke buku multifungsi di kampus, hingga menjadi coretan-coretan spontan di dunia kerja. Namun, fungsi mendasarnya tetaplah sama, sebagai pengingat, penyelamat di saat lupa, dan kadang-kadang, sebagai saksi bisu perjalanan hidup kita.

Dan hari-hari terus bergulir, dengan setiap catatan yang tercipta menyimpan kisah dan makna tersendiri. Mungkin, di balik setiap goresan tinta, ada semangat yang tak tampak, yang menggerakkan kita untuk terus maju. Besok, hari pertama sekolah setelah libur semester, sudahkah adik-adik mempersiapkan buku catatannya? Karena, di setiap lembar yang baru, ada kesempatan untuk menulis cerita baru, perjalanan baru, dan langkah baru menuju masa depan.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Sutan Riska Sampaikan Pidato Perpisahan ke Masyarakat Dharmasraya

Berita Sesudah

Puisi-puisi Defi Wulan Rohmadona dan Ulasannya oleh Dara Layl

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Defi Wulan Rohmadona dan Ulasannya oleh Dara Layl

Puisi-puisi Defi Wulan Rohmadona dan Ulasannya oleh Dara Layl

POPULER

  • Bupati Solok Dampingi KKP Salurkan 120 Ribu Benih Ikan untuk Pulihkan Budidaya Pascabencana di Koto Sani

    Bupati Solok Dampingi KKP Salurkan 120 Ribu Benih Ikan untuk Pulihkan Budidaya Pascabencana di Koto Sani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Donizar Soroti Mandeknya Program Pariwisata di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fenotipe Bombay dan Golden Blood: Dua Golongan Darah Terlangka yang Penting untuk Medis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harimau vs Singa, Siapa yang Lebih Kuat? Ini Fakta Sains dan Kasus Nyatanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026