Sabtu, 13/6/26 | 05:37 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Introspeksi Diri: Dari Nasi Ke Hati

Minggu, 04/8/24 | 13:58 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

“Bayangkan jika sisa makanan dan minuman itu bisa bicara dan menuntutmu di pengadilan! Sebutir nasi yang ditinggalkan akan menangis sambil berkata, ‘Kenapa aku tidak dimakan?’ dan seteguk minuman yang tidak dihabiskan akan marah, ‘Aku juga bagian yang harus diselesaikan!” Itulah yang nenek katakan, dan meskipun terdengar dramatis, siapa yang tidak suka “bumbu” dalam cerita? Kalau bukan karena cerita dramatis itu, mungkin sebagai bocah, saya tidak akan mendengarkan nasihat nenek.

Cerita itu masih berlanjut. “Tahukah kamu? Di balik sebutir nasi itu ada perjuangan hebat”. Sambung nenek dengan suara lembut penuh makna. “Bayangkan para petani yang bangun sebelum matahari terbit, bekerja keras di bawah terik matahari dengan penuh kasih sayang dan ikhlas. Mereka menanam padi dengan harapan setiap butirnya sampai ke meja makan. ‘Untuk sampai ke sini, nasi itu melalui proses panjang dan penuh pengorbanan”.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Saya tidak ingat kenapa nenek bercerita, atau waktu itu saya sedang tidak menghabiskan makanan. Sebagai bocah tentu hal itu lazim terjadi. Tapi satu hal yang pasti, saya serius mendegar cerita beliau, seakan merasakan setiap kata seperti aliran hangat yang menyentuh. Mata saya saat itu hampir berkaca-kaca, menyadari betapa berharganya setiap butir nasi yang ada di piring. Kenangan ini sulit untuk dilupakan, dan saya kira sangat relevan dengan gaya kehidupan sekarang.

Namun, seiring waktu, saya menyadari bahwa nasihat nenek sering kali terlupakan di tengah kesibukan dan kemudahan hidup saat ini. Kebiasaan untuk tidak menghabiskan makanan atau membelinya saat belum lapar menjadi hal yang “terbiasakan”. Nenek menyebutnya ‘lapar mata’, keinginan yang melampaui kebutuhan. Saat makan di luar, saya sering memesan lebih banyak dari porsi biasa hanya karna tampilan menggoda atau promo harga.

Saat menyisakan makanan, kenangan tentang cerita nenek menyentuh hati dengan lembut. Melihat sisa makanan, rasa bersalah mulai merayapi jiwa. Seperti aliran air yang tenang, nasihat nenek kembali mengalir dalam ingatan, mengingatkan betapa berharganya setiap suapan yang dimiliki. Dalam setiap sisa, terbayanglah cinta dan kebijaksanaan yang mengajarkan tentang rasa syukur.

Tidak ada kata terlambat, begitu kata orang bijak. Memulai membiasakan untuk menghargai setiap suapan, memastikan porsi sesuai dengan kebutuhan, harus diterapkan. Bila diberikan kelebihan rezeki, maka tidak ada salahnya untuk berbagi. Karena, pada akhirnya, kebahagiaan itu tidak hanya terletak pada makanan di piring, tetapi saat dapat menikmatinya dengan bersama.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Dara Layl dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Berita Sesudah

Mengenal Tanda Petik Tunggal

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Berita Sesudah
Kata “dalem“ dan Pronomina Serapan dalam Bahasa Indonesia

Mengenal Tanda Petik Tunggal

Discussion about this post

POPULER

  • PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusri Latif Kembali Pimpin PKB Padang: Incar 6 Kursi DPRD dan Wali Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Ingatkan Pengurus Baru PKB: Jabatan Bukan Hadiah, Tapi Tanggung Jawab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Andre Kresna Kembali Pimpin PKB Bukittinggi, Bidik Tiga Kursi DPRD dan Posisi Pimpinan Dewan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Saksikan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Investasi Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026