Senin, 26/10/26 | 00:05 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Yukichi Si Kucing Rumah Tangga

Minggu, 16/7/23 | 12:59 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Akhir-akhir ini ada anime baru yang cukup menarik perhatian saya. Anime tersebut berjudul Dekiru Neko wa Kyou mo Yuuutsu atau Dekineko (The Masterful Cat Is Depressed Again Today). Saat ini, anime tersebut masih on going dan baru tayang sampai episode 2 dari 13 episode. Lalu, apa yang menarik dari anime yang diangkat dari karya Yamada Hitsuji ini?

Dekineko mengisahkan tentang seorang perempuan pekerja kantoran bernama Saku Fukuzawa. Suatu hari di tengah derasnya salju sepulang bekerja, ia menemukan seekor anak kucing yang tengah berlindung di bawah bangku taman. Ia memungut anak kucing tersebut dan membawanya pulang. Inilah awal mula menariknya kisah anime ini.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Saku adalah wanita karier yang sibuk bekerja dan malas mengurus rumah. Awal kedatangan Yukichi, nama yang diberinya untuk si anak kucing, rumah Saku tidak jauh berbeda dengan tempat pembuangan sampah. Kira-kira, bila rumahnya saja tidak terurus, mampukah Saku mengurus Yukichi? Sepertinya memang tidak mungkin.

Perkiraan itu salah. Justru yang terjadi ialah seperti harapan kita semua ketika memelihara kucing, terutama saya. Ketika saya memelihara kucing, saya berharap kucing tersebut sedikit lebih berguna, tidak hanya bisa makan, tidur, pup, dan menggaruk-garuk sofa di ruang tamu. Saya berharap kucing peliharaan saya itu dapat meringankan pekerjaan saya. Semisal, ketika saya haus ia bisa mengambilkan saya segelas minum. Ketika rumah saya berantakan, saya berharap ia ikut menyusun sedikit barang, misalnya melipat pakaian yang selesai dicuci atau menyapu lantai rumah. Memang, hal yang mustahil dilakukan oleh seekor kucing. Pada kenyataannya, membuang kotoran dari bak pasir saja mereka tidak mampu selain menimbunnya sedikit-sedikit.

Harapan mustahil itu terjadi pada Saku. Ia adalah pemilik kucing yang sangat beruntung. Ia merawat seekor Kucing Rumah Tangga. Oh, tidak! Yukichi si Kucing Rumah Tangga itulah yang merawatnya, mengurus rumahnya, mencuci pakaiannya, memasakkan ia sarapan dan makan malam, membuang sampahnya, berbelanja ke supermarket, hingga bersosialisasi dengan tetangganya. Benar-benar babu kucing yang sangat beruntung.

Hal menarik lainnya dari anime Dekineko ini ialah Yukichi si Kucing Rumah Tangga adalah seekor kucing jantan. Sejauh saya pernah memelihara kucing, kucing jantan biasanya mulai tidak betah di rumah ketika mereka beranjak dewasa. Saat malam hari ia akan bertualang entah ke mana lalu kembali lagi keesokan harinya untuk makan dan tidur siang.

Tentu, kucing jantan peliharaan saya sangat berbeda sekali dengan Yukichi. Si Kucing Rumah Tangga itu terbiasa bangun pagi-pagi sekali dan membangunkan Saku untuk lekas sarapan. Sedang kucing saya bangun pagi-pagi sekali dan membangunkan saya untuk mengingatkan saatnya ia diberi makan.

Sebagai kucing jantan bertubuh seperti beruang, Yukichi tidak membiarkan sisi maskulin mendominasinya. Tampaknya ia bukanlah penganut paham patriarki yang merasa tidak pantas bila melakukan pekerjaan-pekerjaan domestik yang dianggap ranah feminin. Ia tidak enggan menyandang keranjang lalu berburu sayur dan lauk-pauk yang sedang diskon di supermarket.

Saya tidak sabar menunggu episode 3 yang tayang minggu depan. Sementara menunggu, saya berencana menonton ulang episode 1 dan 2 sembari mengajak beberapa ekor majikan saya. Saya berharap sedikit-sedikit mereka dapat mencontoh Yukichi.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemakaian Kata “Terdiri” dan “Terbikin”

Berita Sesudah

Antara Pariangan di Lereng Marapi dan Kaliurang di Lereng Merapi

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Segelas kecil kopi susu ternyata bisa habis dalam satu...

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Berita Sesudah

Antara Pariangan di Lereng Marapi dan Kaliurang di Lereng Merapi

Discussion about this post

POPULER

  • Kasat Lantas Polres Pariaman, IPTU Afrizal Sahar.[foto:ist]

    Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menaker Yassierli Jadi Keynote Speech di Acara Temu Akbar Alumni IKIP Padang/UNP, Ini Pesannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Kongres XX IPPNU, Ketum PP IPPNU Sumbar Tri Ramadhani Siap Maju Caketum PP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Singgah Sahabat Donizar, Menjaga Harapan Warga Perantauan di Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026