Senin, 27/7/26 | 11:00 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Yukichi Si Kucing Rumah Tangga

Minggu, 16/7/23 | 12:59 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Akhir-akhir ini ada anime baru yang cukup menarik perhatian saya. Anime tersebut berjudul Dekiru Neko wa Kyou mo Yuuutsu atau Dekineko (The Masterful Cat Is Depressed Again Today). Saat ini, anime tersebut masih on going dan baru tayang sampai episode 2 dari 13 episode. Lalu, apa yang menarik dari anime yang diangkat dari karya Yamada Hitsuji ini?

Dekineko mengisahkan tentang seorang perempuan pekerja kantoran bernama Saku Fukuzawa. Suatu hari di tengah derasnya salju sepulang bekerja, ia menemukan seekor anak kucing yang tengah berlindung di bawah bangku taman. Ia memungut anak kucing tersebut dan membawanya pulang. Inilah awal mula menariknya kisah anime ini.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB
Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Saku adalah wanita karier yang sibuk bekerja dan malas mengurus rumah. Awal kedatangan Yukichi, nama yang diberinya untuk si anak kucing, rumah Saku tidak jauh berbeda dengan tempat pembuangan sampah. Kira-kira, bila rumahnya saja tidak terurus, mampukah Saku mengurus Yukichi? Sepertinya memang tidak mungkin.

Perkiraan itu salah. Justru yang terjadi ialah seperti harapan kita semua ketika memelihara kucing, terutama saya. Ketika saya memelihara kucing, saya berharap kucing tersebut sedikit lebih berguna, tidak hanya bisa makan, tidur, pup, dan menggaruk-garuk sofa di ruang tamu. Saya berharap kucing peliharaan saya itu dapat meringankan pekerjaan saya. Semisal, ketika saya haus ia bisa mengambilkan saya segelas minum. Ketika rumah saya berantakan, saya berharap ia ikut menyusun sedikit barang, misalnya melipat pakaian yang selesai dicuci atau menyapu lantai rumah. Memang, hal yang mustahil dilakukan oleh seekor kucing. Pada kenyataannya, membuang kotoran dari bak pasir saja mereka tidak mampu selain menimbunnya sedikit-sedikit.

Harapan mustahil itu terjadi pada Saku. Ia adalah pemilik kucing yang sangat beruntung. Ia merawat seekor Kucing Rumah Tangga. Oh, tidak! Yukichi si Kucing Rumah Tangga itulah yang merawatnya, mengurus rumahnya, mencuci pakaiannya, memasakkan ia sarapan dan makan malam, membuang sampahnya, berbelanja ke supermarket, hingga bersosialisasi dengan tetangganya. Benar-benar babu kucing yang sangat beruntung.

Hal menarik lainnya dari anime Dekineko ini ialah Yukichi si Kucing Rumah Tangga adalah seekor kucing jantan. Sejauh saya pernah memelihara kucing, kucing jantan biasanya mulai tidak betah di rumah ketika mereka beranjak dewasa. Saat malam hari ia akan bertualang entah ke mana lalu kembali lagi keesokan harinya untuk makan dan tidur siang.

Tentu, kucing jantan peliharaan saya sangat berbeda sekali dengan Yukichi. Si Kucing Rumah Tangga itu terbiasa bangun pagi-pagi sekali dan membangunkan Saku untuk lekas sarapan. Sedang kucing saya bangun pagi-pagi sekali dan membangunkan saya untuk mengingatkan saatnya ia diberi makan.

Sebagai kucing jantan bertubuh seperti beruang, Yukichi tidak membiarkan sisi maskulin mendominasinya. Tampaknya ia bukanlah penganut paham patriarki yang merasa tidak pantas bila melakukan pekerjaan-pekerjaan domestik yang dianggap ranah feminin. Ia tidak enggan menyandang keranjang lalu berburu sayur dan lauk-pauk yang sedang diskon di supermarket.

Saya tidak sabar menunggu episode 3 yang tayang minggu depan. Sementara menunggu, saya berencana menonton ulang episode 1 dan 2 sembari mengajak beberapa ekor majikan saya. Saya berharap sedikit-sedikit mereka dapat mencontoh Yukichi.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemakaian Kata “Terdiri” dan “Terbikin”

Berita Sesudah

Antara Pariangan di Lereng Marapi dan Kaliurang di Lereng Merapi

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Berita Sesudah

Antara Pariangan di Lereng Marapi dan Kaliurang di Lereng Merapi

Discussion about this post

POPULER

  • Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

    Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Kerja Maut di Pabrik CPO Dharmasraya, Karyawan Tewas Digulung Konveyor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026