Minggu, 09/8/26 | 05:18 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Menonton Otto Membaca Ove

Minggu, 28/5/23 | 14:18 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Otto dan Ove adalah pria yang sama. Pria tua kesepian, penggerutu, terlalu perfeksionis, dan berpendirian teguh. Setidaknya ada sebagian tetangga pria itu yang menilainya begitu. Tentu, penilaian itu hadir karena mereka tak teralu mengenalnya.

Saya sendiri lebih dulu mengenal Otto. Sepanjang melihatnya, jarang sekali ia tersenyum (bila tidak mau dibilang tidak pernah).

Ia suka keteraturan dan hal-hal yang pasti. Ya, seperti matematika kesukaannya. Dan yang paling ia suka tentu saja Sonya. Seperti halnya Ove dengan Sunja.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Setelah Otto, barulah saya mengenal Ove. Ya, mereka adalah lelaki tua yang sama. Otto versi visual, sedangkan Ove versi yang diimajinasikan sendiri sesuai keinginan pembaca. Akan tetapi, ketika membaca Ove, imajinasi saya adalah Otto.

Ove suka memperdepatkan apapun. Ini tidak lain karena pendiriannya teramat teguh. Mungkin pula, Sonjalah satu-satunya orang yang bisa membuatnya luluh. Di saat-saat tertentu ia melanggar prinsipnya bila menurutnya masih wajar untuk sesekali dilanggar. Itu pun mungkin hanyalah demi Sonja, satu-satunya warna di hidupnya yang kelabu sedari kecil.

Baik A Man Called Otto maupun A Man Called Ove, yang paling menarik perhatian di antara keduanya ialah cinta yang amat tulus dan murni antara Ove dengan Sonja. Selama berbulan-bulan, Ove menaiki kereta yang berlawanan arah hanya untuk bisa duduk di samping Sonja dan mendengar cerita tentang buku-buku yang ia baca.

Meski siapa pun yang menonton Otto dan membaca Ove setuju bila ia memiliki cinta yang tulus dan murni, pasangan ini sebetulnya sangat jauh berbeda. Seperti siang dan malam serta langit dan bumi, kata teman-teman mereka menilai. Akan tetapi justru kutub yang berbeda membuat Ove dan Sonja saling tarik-menarik dan lengket. Hingga Sonja pergi Ove pun memaksa diri untuk menyusulnya.

Sonja suka membaca, sedangkan Ove tidak. Ove justru suka angka-angka dan menyibukkan diri dengan perkakas-perkakasnya. Berpuluh tahun bersama, tak membuat Ove ikut suka membaca, bahkan satu pun buku tak berhasil ia baca. Tetapi sisi yang bertolak belakang itu tak membuat perasaan yang tulus dan murni antara keduanya menjadi luntur.

Ove bukan berarti tak memberi kontribusi apa-apa untuk kecintaan Sonja pada buku dan seni. Ia membuat rak buku yang mungkin paling bagus dan tahan.

Ketika menonton Otto dan membaca Ove, mungkin saja para penonton dan pembaca tak hanya melirik kisah cinta yang tulus dan murni. Akan tetapi juga kehangatan tak biasa antara tetangga.

Ove kedatangan tetangga baru yang payah dan cerewet. Namun justru karena kepayahan dan cerewet inilah hubungan mereka dan Ove menjadi hangat.

Parvaneh namanya. Wanita paruh baya yang tengah hamil tua dan menjadi tetangga yang paling sering mengetuk pintu rumah Ove. Karena sering mengetuk pintu rumah ini pulalah pertemuan Ove dengan Sonja selalu tertunda. Dan yang paling hangat ialah akhirnya orang-orang asing ini seolah menjadi keluarga.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mengenal Minangkabau dari Sosok Huriah Adam

Berita Sesudah

Istilah “Deskriptif” dan “Preskriptif” dalam Ilmu Bahasa

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Berita Sesudah
Istilah “Deskriptif” dan “Preskriptif” dalam Ilmu Bahasa

Istilah "Deskriptif" dan "Preskriptif" dalam Ilmu Bahasa

Discussion about this post

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Tinjau  Pembangunan Jembatan Kalawi,  dan Rehabilitasi Infrastruktur Pascabanjir di Pauh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Sambut Kedatangan Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Kendari-518 dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Resmikan Jembatan Hildesheim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026