Sabtu, 17/1/26 | 08:22 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Hati-Hati dengan Netizen Indonesia

Minggu, 21/5/23 | 10:05 WIB


Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Warganet atau yang juga dikenal dengan netizen Indonesia memang luar biasa. Kebiasaan mereka bermain di media sosial tak bisa dipandang sebelah mata saja. Meskipun netizen Indonesia juga dikenal dengan sikapnya yang kurang sopan di jagat media sosial, tetapi nyatanya tak selalu begitu. Mereka punya andil ke arah perubahan. Sebut saja beberapa kasus belakangan yang viral di media sosial. Keviralan itu pun berkat para netizen yang ogah diam saya melihat sesuatu tak berperikeadilan dan penuh kesewenangan.

Beberapa hari lalu saat bermain media sosial, saya menemukan sebuah meme yang bagi saya amat menarik. Meme itu menggambarkan empat pintu yang masing-masingnya di jaga oleh malaikat pencabut nyawa. Setiap pintu memiliki nama, sedang malaikat pencabut nyawa diibaratkan sebagai netizen Indonesia yang mengawal pintu tersebut dari luar.

Pintu pertama bertuliskan Polri dan kasus itu tampak telah selesai. Hal ini digambarkan dengan pintu yang terbuka dan ceceran darah yang terlihat di bagian lantai dekat pintu tersebut. Memang saya sendiri tidak bisa menduga dengan pasti kasus apa yang dimaksud dalam pintu ini. Mungkin saja tentang kasus Sambo yang akhirnya berhasil ditangani, salah satunya berkat desakan dan kawalan dari netizen se-Indonesia.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Saat Ide Mengalir di Detik Terakhir

Minggu, 05/10/25 | 20:02 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Antara Deadline dan Bedcover

Minggu, 14/9/25 | 18:56 WIB

Pintu kedua bertuliskan Dirjen Pajak. Pintu tersebut juga tampak telah selesai diatasi oleh si Malaikat Pencabut Nyawa (Netizen). Kasus ini sepertinya berhubungan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy yang akhirnya membawa serta nama seorang Rafael Alun atas kepemilikan harta yang “di luar nurul” dan di luar prediksi “beemkage”.

Pintu ketiga bertuliskan Pemda Lampung. Kasus ini menjadi viral atas kritikan seorang seleb TikTok bernama Bima lewat kontennya. Kritikannya berisi soal beberapa jalanan Lampung berdasarkan foto yang dapat dikatakan jauh dari kata bagus dan layak.

Netizen membuat kritikan Bima semakin viral hingga Presiden Jokowi pun turun ke lapangan untuk mengecek jalanan di Lampung tersebut. Rupanya kondisi jalanannya tidak “di luar nurul” dan memang sesuai dengan prediksi “beemkage”.

Andil netizen dalam memviralkan kondisi Lampung bahkan sampai menyeret pejabat daerahnya yang lain seperti Kepala Dinas Kesehatan. Menurut netizen, Kadinkes Lampung ini memiliki gaya hidup kelawat mewah sebagai ASN. Berkat keviralan ini pula, Kadinkes akhirnya dipanggil oleh KPK untuk dimintai keterangan.

Nah, bagaimana? Banyak juga, ya, ternyata kerja netizen ini. Oh iya, masih ada pintu terakhir, pintu keempat. Pintu ini bertuliskan BPKSDM Pangandaran. Seorang ASN mengritik tentang adanya indikasi atau dugaan pungutan liar dalam Latsar CPNS di kabupaten ini.

Gambar di meme menunjukkan Malaikat Pencabut Nyawa atau netizen tengah mengetuk pintu ini. Tampaknya netizen tengah bekerja. Salah satu hasil kerjanya ialah disorotinya harta kekayaan Kepala BPKSDM Pangandaran serta dinonaktifkan jabatannya.

Hmm, memang tampaknya netizen Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Siapa tahu kelak mereka menjadi ras terkuat (mengalahkan Emak-Emak, Wibu, Kpopers, dll) di muka bumi ini untuk menumbangkan kezaliman dan menegakkan keadilan. Eh tapi, netizen Indonesia kan juga tersebar dalam banyaknya ras yang kuat-kuat tersebut? Oh, pantas, harus berhati-hati dengan mereka.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Optimalisasi Norma dalam Kelompok

Berita Sesudah

“Sage” Tren Warna dan Istilah Baru Tahun 2023

Berita Terkait

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Hasil Tak Sepenting Perjalanan

Minggu, 26/10/25 | 21:50 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Libur kuliah dahulu selalu terasa seperti lagu merdu yang menandai kebebasan. Setelah berminggu-minggu bergulat...

Berita Sesudah
Fungsi Bahasa dalam Kehidupan Sosial

“Sage” Tren Warna dan Istilah Baru Tahun 2023

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sesuai Arahan Pemerintah Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024