Minggu, 26/4/26 | 08:06 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Hati-Hati dengan Netizen Indonesia

Minggu, 21/5/23 | 10:05 WIB


Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Warganet atau yang juga dikenal dengan netizen Indonesia memang luar biasa. Kebiasaan mereka bermain di media sosial tak bisa dipandang sebelah mata saja. Meskipun netizen Indonesia juga dikenal dengan sikapnya yang kurang sopan di jagat media sosial, tetapi nyatanya tak selalu begitu. Mereka punya andil ke arah perubahan. Sebut saja beberapa kasus belakangan yang viral di media sosial. Keviralan itu pun berkat para netizen yang ogah diam saya melihat sesuatu tak berperikeadilan dan penuh kesewenangan.

Beberapa hari lalu saat bermain media sosial, saya menemukan sebuah meme yang bagi saya amat menarik. Meme itu menggambarkan empat pintu yang masing-masingnya di jaga oleh malaikat pencabut nyawa. Setiap pintu memiliki nama, sedang malaikat pencabut nyawa diibaratkan sebagai netizen Indonesia yang mengawal pintu tersebut dari luar.

Pintu pertama bertuliskan Polri dan kasus itu tampak telah selesai. Hal ini digambarkan dengan pintu yang terbuka dan ceceran darah yang terlihat di bagian lantai dekat pintu tersebut. Memang saya sendiri tidak bisa menduga dengan pasti kasus apa yang dimaksud dalam pintu ini. Mungkin saja tentang kasus Sambo yang akhirnya berhasil ditangani, salah satunya berkat desakan dan kawalan dari netizen se-Indonesia.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Pintu kedua bertuliskan Dirjen Pajak. Pintu tersebut juga tampak telah selesai diatasi oleh si Malaikat Pencabut Nyawa (Netizen). Kasus ini sepertinya berhubungan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy yang akhirnya membawa serta nama seorang Rafael Alun atas kepemilikan harta yang “di luar nurul” dan di luar prediksi “beemkage”.

Pintu ketiga bertuliskan Pemda Lampung. Kasus ini menjadi viral atas kritikan seorang seleb TikTok bernama Bima lewat kontennya. Kritikannya berisi soal beberapa jalanan Lampung berdasarkan foto yang dapat dikatakan jauh dari kata bagus dan layak.

Netizen membuat kritikan Bima semakin viral hingga Presiden Jokowi pun turun ke lapangan untuk mengecek jalanan di Lampung tersebut. Rupanya kondisi jalanannya tidak “di luar nurul” dan memang sesuai dengan prediksi “beemkage”.

Andil netizen dalam memviralkan kondisi Lampung bahkan sampai menyeret pejabat daerahnya yang lain seperti Kepala Dinas Kesehatan. Menurut netizen, Kadinkes Lampung ini memiliki gaya hidup kelawat mewah sebagai ASN. Berkat keviralan ini pula, Kadinkes akhirnya dipanggil oleh KPK untuk dimintai keterangan.

Nah, bagaimana? Banyak juga, ya, ternyata kerja netizen ini. Oh iya, masih ada pintu terakhir, pintu keempat. Pintu ini bertuliskan BPKSDM Pangandaran. Seorang ASN mengritik tentang adanya indikasi atau dugaan pungutan liar dalam Latsar CPNS di kabupaten ini.

Gambar di meme menunjukkan Malaikat Pencabut Nyawa atau netizen tengah mengetuk pintu ini. Tampaknya netizen tengah bekerja. Salah satu hasil kerjanya ialah disorotinya harta kekayaan Kepala BPKSDM Pangandaran serta dinonaktifkan jabatannya.

Hmm, memang tampaknya netizen Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Siapa tahu kelak mereka menjadi ras terkuat (mengalahkan Emak-Emak, Wibu, Kpopers, dll) di muka bumi ini untuk menumbangkan kezaliman dan menegakkan keadilan. Eh tapi, netizen Indonesia kan juga tersebar dalam banyaknya ras yang kuat-kuat tersebut? Oh, pantas, harus berhati-hati dengan mereka.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Optimalisasi Norma dalam Kelompok

Berita Sesudah

“Sage” Tren Warna dan Istilah Baru Tahun 2023

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Fungsi Bahasa dalam Kehidupan Sosial

“Sage” Tren Warna dan Istilah Baru Tahun 2023

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua Mabincab PMII Kota Padang, Wendriadi saat membrikan sambutan pada pembukaan Konfercab. Sabtu, (25/4) [foto : sci/yrp]

    PMII Diingatkan Tak Jadi Alat Politik, Mabincab Padang Soroti Pragmatisme Kekuasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Kantongi Hasil UKK, 15 Ketua DPC di Sumbar Segera Ditetapkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Hadiri Sosialisasi Pencabutan PBPH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Generasi Emas Sawit, 114 Pemuda Dharmasraya Ikuti Sosialisasi Beasiswa SDM Perkebunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Jenis-jenis Pola Pikir Manusia, Begini Penjelasan Para Ahli Psikologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026