Sabtu, 11/4/26 | 16:39 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Dari Hati

Minggu, 26/3/23 | 08:16 WIB

 


Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Minggu lalu saya berkesempatan hadir dalam lokakarya membatik di daerah Solok Selatan. Kegiatan itu diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) bersama guru-guru Sekolah Penggerak SD Angakatan II Kabupaten Solok Selatan bekerja sama dengan lembaga SURI (Surau Intellectual for Conservation) dan Minangkabau Corner Universitas Andalas (Unand).

Peserta kegiatan itu sebanyak 21 orang yang terdiri atas kepala sekolah dan guru-guru sekolah penggerak. Menariknya, tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Membatik Bermotif Iluminasi Naskah Kuno Sarantau Sasurambi”. Sebuah tema yang mengangkat bentuk kearifan lokal dari daerah tersebut.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Sesuai dengan temanya, tentu motif-motif yang digunakan dalam kegiatan membatik ini tidak terlepas dari ciri khas daerah Solok Selatan. Adapun motif-motif yang digunakan adalah rekayasa dari iluminasi manuskrip koleksi Rumah Gadang Istana Rajo Balun. Pengembangan motif-motif itu dilakukan oleh Tim SURI dalam beberapa tahun belakangan.

Keikutsertaan saya dalam lokakarya ini tentu  bagian dari Tim SURI, sebagai panitia begitu sebutannya. Namun, saya juga berkesempatan pula mendengarkan materi dan turut serta mencoba praktik membatik. Tentu ini jadi pengalaman menyenangkan.

Ada hal menarik dan sekaligus pembelajaran berharga saya dapatkan. Selain materi yang diperoleh, ada pengalaman berharga untuk dimaknai,  sebuah proses kerja yang tidak hanya butuh kesebaran, tetapi juga keikhlasan dan estetika. “Pekerjaan ini harus dilakukan dari hati”, begitu salah seorang pemateri menekankan penjelasannya.

Setiap peserta memiliki karakter yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya mengalami kesulitan untuk melakukan hal-hal kecil dan detail. Dalam kegiatan itu ada proses-proses yang harus dilakukan dengan teliti, seperti memberikan titik tanda motif dan mencap motif ke dasar kain.

Tidak semua peserta memperoleh hasil maksimal dalam proses itu, termasuk saya. Saya dan beberapa peserta yang mengalami kendala itu terus mencoba lagi, tetapi tetap hasilnya sama. Tentu ini menjadi catatan khusus instruktur dan bahan intropeksi kami. Kenapa selalu begini?

Setelah beberapa kali percobaan, ternyata poin kendala itu adalah tidak mengerjakannya dari hati. Saya kira memang itu kendala kami, tergesa-gesa dan tidak fokus dalam melakukannya. Setengah hati, paling tidak itu yang saya rasakan. Banyak faktor kenapa begitu dan itu tidak baik.

“Jika itu dilakukan dari hati, hasilnya akan maksimal, paling tidak akan menuntun kita bekerja maksimal”, begitu instruktur memotivasi kami. Proses ini juga bagian melatih diri untuk belajar estetika.

Masih kuat dalam ingatan saya saat instruktur itu memberikan penjelasan manfaat dari estetika. Bahwa manfaat estetika itu adalah memperdalam tentang rasa indah dan memperkuat kemampuan mengapresiasi atau menghargai. Ada dual hal mendasar, yaitu keindahan dan menghargai orang lain.

Dari proses membatik itu saya banyak mendapat pelajaran, mulai dari seni batik, kerja ikhlas, hingga sikap saling menghargai. Tentu saja proses itu dapat memberikan arti dan pembelajaran jika dilakukan dari hati.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Gazali Aldo Putra dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Penulisan Singkatan Jalan dalam Alamat Surat

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Berita Sesudah
Penulisan Jenjang Akademik dalam Bahasa Indonesia

Penulisan Singkatan Jalan dalam Alamat Surat

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026