Senin, 01/6/26 | 15:12 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Dari Hati

Minggu, 26/3/23 | 08:16 WIB

 


Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Minggu lalu saya berkesempatan hadir dalam lokakarya membatik di daerah Solok Selatan. Kegiatan itu diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) bersama guru-guru Sekolah Penggerak SD Angakatan II Kabupaten Solok Selatan bekerja sama dengan lembaga SURI (Surau Intellectual for Conservation) dan Minangkabau Corner Universitas Andalas (Unand).

Peserta kegiatan itu sebanyak 21 orang yang terdiri atas kepala sekolah dan guru-guru sekolah penggerak. Menariknya, tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Membatik Bermotif Iluminasi Naskah Kuno Sarantau Sasurambi”. Sebuah tema yang mengangkat bentuk kearifan lokal dari daerah tersebut.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

Sesuai dengan temanya, tentu motif-motif yang digunakan dalam kegiatan membatik ini tidak terlepas dari ciri khas daerah Solok Selatan. Adapun motif-motif yang digunakan adalah rekayasa dari iluminasi manuskrip koleksi Rumah Gadang Istana Rajo Balun. Pengembangan motif-motif itu dilakukan oleh Tim SURI dalam beberapa tahun belakangan.

Keikutsertaan saya dalam lokakarya ini tentu  bagian dari Tim SURI, sebagai panitia begitu sebutannya. Namun, saya juga berkesempatan pula mendengarkan materi dan turut serta mencoba praktik membatik. Tentu ini jadi pengalaman menyenangkan.

Ada hal menarik dan sekaligus pembelajaran berharga saya dapatkan. Selain materi yang diperoleh, ada pengalaman berharga untuk dimaknai,  sebuah proses kerja yang tidak hanya butuh kesebaran, tetapi juga keikhlasan dan estetika. “Pekerjaan ini harus dilakukan dari hati”, begitu salah seorang pemateri menekankan penjelasannya.

Setiap peserta memiliki karakter yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya mengalami kesulitan untuk melakukan hal-hal kecil dan detail. Dalam kegiatan itu ada proses-proses yang harus dilakukan dengan teliti, seperti memberikan titik tanda motif dan mencap motif ke dasar kain.

Tidak semua peserta memperoleh hasil maksimal dalam proses itu, termasuk saya. Saya dan beberapa peserta yang mengalami kendala itu terus mencoba lagi, tetapi tetap hasilnya sama. Tentu ini menjadi catatan khusus instruktur dan bahan intropeksi kami. Kenapa selalu begini?

Setelah beberapa kali percobaan, ternyata poin kendala itu adalah tidak mengerjakannya dari hati. Saya kira memang itu kendala kami, tergesa-gesa dan tidak fokus dalam melakukannya. Setengah hati, paling tidak itu yang saya rasakan. Banyak faktor kenapa begitu dan itu tidak baik.

“Jika itu dilakukan dari hati, hasilnya akan maksimal, paling tidak akan menuntun kita bekerja maksimal”, begitu instruktur memotivasi kami. Proses ini juga bagian melatih diri untuk belajar estetika.

Masih kuat dalam ingatan saya saat instruktur itu memberikan penjelasan manfaat dari estetika. Bahwa manfaat estetika itu adalah memperdalam tentang rasa indah dan memperkuat kemampuan mengapresiasi atau menghargai. Ada dual hal mendasar, yaitu keindahan dan menghargai orang lain.

Dari proses membatik itu saya banyak mendapat pelajaran, mulai dari seni batik, kerja ikhlas, hingga sikap saling menghargai. Tentu saja proses itu dapat memberikan arti dan pembelajaran jika dilakukan dari hati.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Gazali Aldo Putra dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Penulisan Singkatan Jalan dalam Alamat Surat

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Berita Sesudah
Penulisan Jenjang Akademik dalam Bahasa Indonesia

Penulisan Singkatan Jalan dalam Alamat Surat

Discussion about this post

POPULER

  • Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebebasan Perempuan dalam Film “Gowok” Analisis Semiotika Christian Metz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026