Senin, 06/4/26 | 20:23 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Sugesti

Minggu, 12/3/23 | 09:07 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)


“Ah itu cuma sugesti mu saja!”. Begitu seorang teman menyela pembicaraan saat duduk di kedai kopi. Pernyataan itu keluar saat semuanya memesan kopi dan hanya saya saja yang tidak. Bukan tanpa alasan saya tidak mengikuti selera teman-teman. Hanya saja tidak sanggup untuk meminumnya.

Sudah hampir 4 tahun ini saya tidak lagi minum kopi atau minuman-minuman yang mengandung kafein. Tidak cocok di lambung, hanya itu saja. Bila dicicip juga agak sedikit, agak mual jadinya. Begitu sulitnya untuk menikmati minuman tersebut.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Kondisi seperti ini juga berdampak terhadap beberapa makanan lainnya. Pada suatu kesempat di tempat sarapan pagi, saya juga agak memilih-milih makanan. Lontong picalnya misalnya, saya kira salah satu menu favorit sarapan pagi. Lebih nikmat lagi bila dicampur kuah sate dan beberapa tusuk daging.

Kembali lagi, saya harus memilih campuran sayur pical tersebut. Seperti biasanya saya selalu memesan sate pical atau lontong pical tanpa campuran sayur lobak. Saya anggap ini “berbahaya” bagi lambung saya. “Jangan dimakan, tidak bagus untuk penderita asam lambung.” Paling tidak begitu orang-orang mengatakannya.

Lain dengan cerita seorang teman, ia pernah ketemu orang yang begitu mempercayai perkataan “orang pintar” di kampungnya. Sakit sedikit saja dia langsung minta petuah “orang pintar” itu untuk dikerjakan agar sehat kembali.

Kemudian, ada pula yang katanya hanya dengan minum air putih rutin setiap pagi setelah bangun tidur, dia akan bersemangat melaksanakan aktivitas di hari itu. Bila tidak atau kelupaan maka bisa kacau jadinya. Begitu yang ia pahami.

Menariknya pada suatu kesempatan saya memakan sayur lobak dalam campuran sate pical. Hal itu tanpa disadari dan benar-benar tidak saya ketahui sama sekali. Awalnya seorang teman memesan lima porsi sate pical tanpa menyebutkan satu porsi tidak pakai lobak.

Pedagang pun menghidangkan sate pical itu ke hadapan kami. Namanya juga pical yang disiram kuah sate. Kuahnya begitu banyak dan menutupi semua sayur pical tersebut. Rasanya enak dan saya pun memakannya lahap.

Saya tidak merasakan hal buruk terhadap lambung, paling tidak sampai teman mengatakan sayur yang dimakan tadi. “Sepertinya kamu sudah bisa makan lobak, sudah ada kemajuan!”, begitu ujarnya. Pernyataan ini seakan petir yang menyambar di siang hari. saya kaget dan panik. Seakan keadaan berubah drastis yang tadinya ketawa santai, sekarang saya stres dan panik. Tidak berapa kemudian jadi mual dan asam lambung naik seketika.

Saya jadi teringat guyonan teman yang punya kebiasaan minum air putih tiap pagi. Kebiasaan itu sudah lama ia lakukan dan ia punya alasan kuat untuk melakukan itu. Namun, pada satu kesempatan, ia ketiduran dan bangun kesiangan. Saat bangun langsung mandi dan bergegas berangkat kerja. Awalnya, biasa saja hingga teman sekamarnya mengatakan “Kok tidak minum air hangat pas bangun tidur”, seketika itu ia lemas dan lesu.

Begitulah sugesti menurut saya. Ia dapat menjadi kekuatan dan sekaligus juga kelemahan. Kita harus pandai mengelolanya. Paling tidak jika kita tersugesti kuat pada suatu hal maka kita akan memiliki kelemahan pada hal lainnya. Namun, sugesti yang pasti itu adalah meyakini kamu adalah jodohku.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Liza Warni dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Fenomena Bahasa dalam Hukum

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Berita Sesudah

Fenomena Bahasa dalam Hukum

Discussion about this post

POPULER

  • Longsor di Nagari Banai Dharmasraya, Transportasi Menuju Tiga Nagari Putus

    Longsor di Nagari Banai Dharmasraya, Transportasi Menuju Tiga Nagari Putus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Akhiri Hidup, Pemuda di Dharmasraya Tewas Tergantung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Apresiasi PSP Padang Juara Liga 4 Sumatera Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sungai Batanglago Meluap, Dua Jorong di Nagari Silago Terendam Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026