Rabu, 29/4/26 | 07:53 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Ruang Baca dan Proses Kreatif

Minggu, 30/10/22 | 13:36 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Bagi saya setiap tempat memiliki potensi menjadi wadah untuk melakukan kegiatan kreatif. Entah itu di ruangan terbuka atau ruangan tertutup, semisal di ruang pertemuan, rumah, atau mungkin juga di perpustakaan. Dan begitu pula dengan kegiatan kreatif yang dilakukan, baik itu melukis, latihan teater, menulis puisi, dan cerpen, maupun kegiatan kreatif lainnya.

Ada hal menarik bagi saya tentang ruang untuk berproses kreatif. Sebagian kita mungkin pernah atau sering melihat kegiatan-kegiatan kreatif di ruang publik terbuka atau tempat yang memang dikhususkan untuk berkegiatan kreatif. Pada suatu waktu, saya berkesempatan berkunjung ke Rumah Puisi Taufiq Ismail.

Dalam kunjungan itu ada beberapa hal yang membuat saya jadi terkesima. Pertama, desain ruang bacanya. Bagi saya desain ruang baca seperti itu sungguh membuat nyaman dan betah berlama-lama di perpustakaan, tentu saja untuk membaca pastinya. Ruang baca itu didesain dengan duduk lesehan dan terkesan “feel like home” namun tetap rapi dan elegan. Pembaca difasilitasi alas duduk yang terbuat dari busa sehingga dapat membaca dengan santai dan menyenangkan.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Kedua, yaitu rumah puisi juga dijadikan tempat berproses kreatif. Hal ini membuat saya menjadi penasaran, proses kreatif apa gerangan? Bagi saya ini tentu patut untuk diketahui karena ruang baca dan kegiatan kreatif (saat itu yang saya pikirkan semacam pentas pertunjukan seni) jarang saya temukan.

Beruntungnya, pada kunjungan tersebut saya juga diperkenalkan kepada salah seorang siswa yang sedang mengikuti kelas menulis kreatif. Namanya Abdul Hamid, seorang siswa di MAN Koto Baru. Hamid bersama teman-temannya selalu selalu mengunjungi rumah puisi setiap akhir pekan. Tentu saja untuk belajar menulis, membaca, dan musikalisasi puisi.

Hal yang saya kagumi dari Hamid dan teman-temannya adalah kegemaran mereka untuk membaca karya sastra yang tersedia di ruang baca, bahkan ia dan teman-temannya sudah menerbitkan buku antologi puisi. Bagi saya ini sebuah prestasi yang mengagumkan dan patut untuk diapresiasi.

Tidak hanya itu, saya semakin kagum saat mereka menyatakan bahwa puisi yang ditulis tidak terlepas dari apa yang dibaca. Dan semua bacaan itu diperoleh dari Rumah Puisi Taufiq Ismail. Mereka tidak hanya membaca karya-karya pengarang Indonesia atau karya terjemahan, tetapi juga karya luar dengan bahasa aslinya. Selain itu, mereka juga pernah masuk nominasi lomba atau memenangi sayembara penulisan puisi.

Pada akhir kunjungan, saya dan juga pengunjung lainnya disuguhkan aksi pembacaan puisi oleh Hamid. Puisi yang ia bacakan merupakan karyanya sendiri. Saya melihat ada semangat dan keseriusan yang terpancar dari setiap ekspresinya saat membacakan puisi. Kunjungan ini memberikan pelajaran bagi saya bahwa perpustakaan tidak selalu menjadi tempat yang hening dengan segala tat tertib yang kaku dan membosankan.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Hidup Tak Bernyawa

Berita Sesudah

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Discussion about this post

POPULER

  • Ketatnya Persaingan CPNS-BUMN, GJCI Tawarkan Jalur Karier Alternatif di Sektor Hijau

    Ketatnya Persaingan CPNS-BUMN, GJCI Tawarkan Jalur Karier Alternatif di Sektor Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Bukittinggi Lahirkan Sejumlah Rekomendasi atas LPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Duka Cita atau Dukacita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konflik Sosial dengan Warga di Dharmasraya, SAD Minta Ganti rugi Rp30 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026