Senin, 03/8/26 | 12:14 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home NASIONAL

Ketatnya Persaingan CPNS-BUMN, GJCI Tawarkan Jalur Karier Alternatif di Sektor Hijau

Selasa, 28/4/26 | 23:42 WIB

Jakarta, Scientia – Persaingan masuk dunia kerja formal melalui jalur aparatur sipil negara (ASN) dan badan usaha milik negara (BUMN) kian ketat. Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat, rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2024 diikuti sekitar 3,9 juta pelamar yang berebut 250 ribu formasi. Artinya, satu posisi diperebutkan oleh sekitar 15 orang.

Situasi serupa terjadi pada rekrutmen BUMN. Informasi terbaru menyebutkan jumlah pendaftar pada 2025 mencapai 1,4 juta orang, dengan rasio persaingan yang jauh lebih ketat. Kondisi ini membuat banyak mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru menghadapi ketidakpastian dalam menentukan arah karier.

Di tengah tekanan tersebut, muncul inisiatif anak muda yang menawarkan alternatif jalur karier di luar arus utama. Komunitas Green Jobs Career Indonesia (GJCI) hadir untuk mengenalkan peluang kerja di sektor teknologi dan ekonomi hijau yang dinilai akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

GJCI digagas oleh dua lulusan perguruan tinggi asal Padang yang kini berkarier di Jabodetabek, yakni Azizah Zurinada, lulusan Teknik Lingkungan Universitas Andalas yang bekerja sebagai Sustainability Analyst, serta Denzi Mohammed, alumni Politeknik Negeri Padang yang berprofesi sebagai Junior Technician di perusahaan energi.

BACAJUGA

Cak Imin: Nasib Rakyat Ada di Pundak Seluruh Kader PKB

Cak Imin: Nasib Rakyat Ada di Pundak Seluruh Kader PKB

Kamis, 23/7/26 | 02:46 WIB
PKB Resmi Lantik Pengurus DPC se-Indonesia, Ribuan Kader Ucapkan Sumpah Jabatan

PKB Resmi Lantik Pengurus DPC se-Indonesia, Ribuan Kader Ucapkan Sumpah Jabatan

Kamis, 23/7/26 | 01:12 WIB

Komunitas ini aktif dalam satu tahun terakhir dengan fokus pada edukasi publik, terutama mahasiswa, terkait peluang karier di sektor hijau. Mereka menilai, orientasi karier yang terlalu terpusat pada sektor pemerintahan dan korporasi konvensional membuat banyak lulusan melewatkan peluang lain yang sebenarnya tengah tumbuh.

Sejumlah sektor mulai menunjukkan potensi besar, seperti energi terbarukan, pengelolaan limbah, pertanian berkelanjutan, transportasi ramah lingkungan, hingga jasa konsultasi berbasis keberlanjutan. Di saat yang sama, arus investasi global juga mengarah pada sektor-sektor tersebut.

Pemerintah Indonesia pun mulai menyiapkan kerangka pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung transisi ini. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah merilis Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia 2025, yang menjadi dasar strategi penguatan tenaga kerja di sektor ekonomi hijau.

Merespons perkembangan itu, GJCI menggelar berbagai kegiatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor, terutama di wilayah Jabodetabek. Azizah, yang juga aktif sebagai Youth Advocate for Green Workforce, menyebut edukasi menjadi langkah awal untuk memperluas akses informasi bagi generasi muda.

“Banyak mahasiswa belum melihat sektor hijau sebagai pilihan karier yang konkret, padahal peluangnya sudah mulai terbuka,” ujar Founder GJCI, Azizah.

Langkah GJCI juga mendapat perhatian dari mitra internasional. Baru-baru ini, komunitas tersebut terlibat dalam peluncuran Green Engineering Hub, sebuah direktori kerja sama berbasis digital antara Uni Eropa dan Pemerintah Indonesia untuk pengembangan talenta di bidang teknologi berkelanjutan.

Peluncuran itu menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani, serta Regional Director CIRAD Jean-Marc Roda. Inisiatif ini diharapkan mempercepat terbentuknya ekosistem teknologi hijau yang inklusif.

GJCI diharapkan berperan dalam memperluas jangkauan informasi dan membuka akses yang lebih merata terhadap peluang kerja di sektor hijau. Di tengah ketatnya persaingan kerja konvensional, sektor ini mulai dilihat sebagai alternatif yang tidak hanya menjanjikan, tetapi juga relevan dengan arah pembangunan global.(yrp)

Tags: Ekonomi HijauGJCI
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemkab Dharmasraya Komitmen Perkuat Sektor UMKM dan Kerajinan Daerah

Berita Sesudah

Pemerintah Genjot Renovasi 70 Ribu Sekolah pada 2026

Berita Terkait

Cak Imin: Nasib Rakyat Ada di Pundak Seluruh Kader PKB

Cak Imin: Nasib Rakyat Ada di Pundak Seluruh Kader PKB

Kamis, 23/7/26 | 02:46 WIB

Jakarta, Scientia – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, meminta seluruh pengurus Dewan...

PKB Resmi Lantik Pengurus DPC se-Indonesia, Ribuan Kader Ucapkan Sumpah Jabatan

PKB Resmi Lantik Pengurus DPC se-Indonesia, Ribuan Kader Ucapkan Sumpah Jabatan

Kamis, 23/7/26 | 01:12 WIB

Jakarta, Scientia – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) melantik jajaran pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB dari...

Zainul Munasichin: Jabatan Hanya Satu, Peran Tak Terbatas

Zainul Munasichin: Jabatan Hanya Satu, Peran Tak Terbatas

Kamis, 18/6/26 | 15:51 WIB

Padang, Scientia — Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Zainul Munasichin, mengingatkan seluruh pimpinan dan kader PKB...

Mahyeldi Ajak Diaspora Minang Ambil Peran dalam Percepatan Pembangunan Sumbar

Mahyeldi Ajak Diaspora Minang Ambil Peran dalam Percepatan Pembangunan Sumbar

Minggu, 24/5/26 | 17:20 WIB

Jakarta, Scientia — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak diaspora dan para perantau Minang memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk...

Firdaus: Pilwana Momentum Menentukan Arah Pembangunan Nagari

Firdaus Soroti Wacana Legalisasi PETI di Sumbar, Minta Pemerintah Utamakan Kelestarian Lingkungan

Kamis, 21/5/26 | 15:11 WIB

Padang, Scientia – Wacana pemberian izin bagi aktivitas penambangan emas yang selama ini beroperasi secara ilegal di Sumatera Barat menuai...

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

Firdaus Soroti Maraknya PETI di Sumbar

Rabu, 20/5/26 | 15:00 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.Padang, Scientia — Anggota DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Firdaus, menyoroti semakin maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa...

Berita Sesudah
Pemerintah Genjot Renovasi 70 Ribu Sekolah pada 2026

Pemerintah Genjot Renovasi 70 Ribu Sekolah pada 2026

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Imbuhan –isme dan Maknanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belajar Lagi dari Tombol Undo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026