Kamis, 11/6/26 | 17:43 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Body Positivity

Minggu, 10/7/22 | 12:22 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

Saya menjumpai pemahaman yang berbeda-beda mengenai body positivity, baik itu dari teman-teman maupun media sosial, di antaranya, ada yang beranggapan bahwa body positivity adalah memiliki tubuh yang indah, ramping, dan sehat. Ia pun melakukan beragam usaha untuk mendapatkan tubuh serupa demikian, misalnya dengan berolahraga, diet yang ketat bahkan ekstrim, dan berbagai perawatan kulit. Bagi mereka yang memahami body positivity seperti ini, mencintai tubuh sendiri adalah dengan merawatnya sehingga tampak indah dipandang mata.

Selain pemahaman di atas, ada pula yang memiliki pemahaman lain. Body positivity baginya adalah menerima diri dan mencintainya apa adanya. Entah ia kurus ataupun gemuk, ia berdamai dengan bentuk tubuh itu. Yang terpenting baginya ialah selagi nyaman dan tetap sehat, tidak ada yang perlu dipersoalkan.

Rupanya, memaknai body positivity memanglah telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Dilansir dari berbagai sumber, body positivity berawal dari gerakan fat acceptance di penghujung 1960-an. Empat dekade setelahnya, body positivity mengalami perubahan pemaknaan. Di masa itu, prioritas utama dari maknanya ialah pandangan positif dari diri sendiri terhadap tubuh.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Seiring berkembangnya waktu, body positivity terus mengalami perubahan makna namun tetap dengan pesan dan makna dalam artian positif. Sepertinya, memaknai body positivity juga berarti tidak mengikuti bentuk tubuh ideal atau body goals seperti yang dibangun oleh masyarakat.

Terdapat pemahaman bahwa tubuh selalu layak dan bagus meskipun mengalami perubahan setelah beberapa proses biologis seperti hamil, melahirkan, hingga penuaan. Dengan demikian, pemahaman positif itu akan berpengaruh pada kondisi mental yang juga sehat. Seseorang tidak perlu membandingkan tubuhnya dengan tubuh orang lain atau pun bertindak ekstrim demi body goals bentukan masyarakat sebab yang perlu diyakini ialah “all bodies are beautiful”.

Mungkin dalam praktiknya, penanaman body positivity terhadap diri sendiri tidak selalu berjalan mudah. Selalu ada ekspektasi orang lain di luar diri kita yang juga sulit untuk dihindarkan. Berusaha terus-menerus untuk meyakinkan bahwa tubuh kita layak dan baik perlu dilakulan sebab yang penting diketahui pula ialah bentuk tubuh itu beragam, mulai dari warna kulit, struktur tulang, faktor genetik, dan lain sebagainya. Menyadari keberagaman bentuk tubuh ini sekaligus meliputi bagian-bagian lain seperti bentuk mata, warna, dan jenis rambut, bentuk hidung, bentuk dada, bibir, dagu, dan sebagainya yang menyangkut tubuh.

Meskipun demikian, bentuk penerimaan terhadap bagaimana pun bentuk tubuh juga diiringi dengan usaha positif lain. Beberapa di antaranya berupa melakukan pola hidup sehat, memperlakukan tubuh dengan baik hingga menghindari membanding-bandingkan diri dengan orang lain atau standar kecantikan dan ketampanan ideal yang dikonstruksi oleh masyarakat. Dengan begitu, tubuh tidak hanya berada dalam kondisi yang positif secara fisik, tetapi juga positif secara psikis.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Penggunaan Bahasa Indonesia yang Memprihatinkan dalam Iklan

Berita Sesudah

Kalimat yang Berawalan Kata Depan “Dalam” dan “Pada”

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Ria Febrina

Kalimat yang Berawalan Kata Depan “Dalam” dan “Pada”

Discussion about this post

POPULER

  • Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

    Wagub Sumbar Jadi Motor Pemenangan Caketum HIPMI, Pengamat Ingatkan Risiko Konflik Kepentingan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT Selago Makmur Plantation Diduga Tidak Salurkan Dana CSR ke Nagari Abai Siat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kota Padang Meraih Indeks Reformasi Birokrasi Tertinggi di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026