Jumat, 29/8/25 | 22:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-Puisi Mhd. Irfan

Minggu, 05/6/22 | 07:00 WIB

C

Kepada Ama Yanuarti
Di sana aku bersidekap dengan kegirangan,
betapa kali ini telah kusematkan segala kerapuhan,
berjejal di antara bukit dan padang yang terhampar,
o, inginku tinggal pada lindap hati ibumu.

Di sana aku lebamnya mentari-mentari letih,
aih, selalu ada pertandangan tentang malam yang tiada terlelapkan,
sekalipun kureguk tanda-tanda angin di tubuh ini,
tahu kapan nadi tanah akan mengalir deras tempat berpijak.

Ini langkahku,
ini tarekatku,
bersemayam dalam kalimat-Nya

Kandang Pedati, 2022

BACAJUGA

Puisi-puisi Mhd. Irfan

Puisi-puisi Mhd. Irfan

Minggu, 10/10/21 | 07:00 WIB

Puisi-Puisi Mhd. Irfan

Minggu, 05/9/21 | 07:00 WIB

A

Kepada Ama Yanuarti
Puisiku bukan lagi puisi yang menari menemu arti,
bukan esok menanam pagi kehilangan inti bumi,
geguritan alam dan kibasan pelangi,
tapi lembab tubuh bukan keluh yang menemu nanti.

O, mamamu,
ialah hari kemudian dengan pengharapan,
berbalas segala tengadah kedua tangan,
menuju ceruk terdalam di bibir beku.

Aku membaca ulang tentang peta jalan,
kiri kanan persimpangan,
riuh serta ricuh kesah yang mengendap di badan,
kurawat segala kelu yang semrawut dalam satu ikatan.

Ini hari lempung tanah dan rengkah matahari
bukan lagi pilihan,
namun tiada teribakan segala nisbi yang nyeri,
barangkali isyarat berkaca pedusunan.

Kandang Pedati, 2022

M

Kepada Ama Yanuarti
Para pencari jalan pulang,
orang-orang berumah dalam kehampaan,
berlenggang ke sana, menerka kebimbangan,
menggumamkan melodi-melodi serak.

Aku inginkan kepurbaan tubuhmu,
dari yang tak bernama itu,
akan kulepaskan segala dengkur di sepanjang tidur,
bahwa jalan pulang ialah kesesatan yang benar.

Sebab telah kusesati diri-diri yang lain,
hingga diriku menjadi diri yang tahu diri,
antara aku dengan aku-aku yang lain bertubuh satu,
dalam niscaya berulak segala tiba.

Pulang dalam keabadian suci,
dengan waktu berdetak sederhana,
api yang berwarna jingga,
ialah ibumu yang ingin kuibukan

Kandang Pedati, 2022

E

Kepada Ama Yanuarti
Aku hanyalah setubuh luka,
dengan pinta yang tak pernah padam dalam jiwa,
senantiasa bermandi lara di antara rengkah dada,
dan mulut berkepala.

Ingin kusampaikan tentang bibir yang tak terucap,
kata bagaikan patah kaki,
bergumul di mulut,
mengendap dalam geming jantung dan hati.

Jika singgah hanya lalu,
aku tak ingin melenggangkan langkah kaki,
sebab akan muram hari menghampiri,
badan lidap dengan mata ngilu membiru.

Adakah boleh aku berpinta tentang hati yang dilabuhkan,
lelah yang disandarkan,
hiruk pikuk hidup yang didekapkan,
dalam satu keabadian, Ma?

Kandang Pedati, 2022

R

Kepada Yolanda Putri Yohanes
Kudengar jeritan rindu,
seumpama pekik lengking tiupan bansi,
di sini aku termangu memintal limbubu,
membelah malam yang kian berdiri.

Jutaan kilometer telah kuutarakan kepada selatanmu,
senantiasa senggama ialah engkau yang di dalam kaca,
mendengungkan geletar gigil,
saat kugenggam tubuh bayang dalam kepala.

Kotakanlah aku di desamu,
akan kudesakan engkau dalam kotaku,
renangilah jantungku, timbalah hatiku,
akan engkau temukan dirimu dan penantian, kekasih.

Kandang Pedati, 2022

 

Biodata penulis:

Mhd. Irfan lahir di Pariaman, 26 September. Alumnus Sastra Indonesia Unand. Aktif menulis puisi, cerpen, dan esai. Bergiat di Burak Tour Literasi, Bengkel Seni Tradisional Minangkabau (BSTM), dan Labor Penulisan Kreatif (LPK), Lab. Pauh9. Saat ini merindu dengan Anggora Cimor.

Tags: #Mhd. Irfan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

Berita Sesudah

Alasan Berfoto dengan Kamera DSLR Digantung di Leher

Berita Terkait

Puisi-puisi M. Subarkah

Puisi-puisi M. Subarkah

Minggu, 17/8/25 | 16:52 WIB

Ilustrasi:Meta AI Suara dari Sajadah Ayah Oleh: M. Subarkah Di atas sajadah usang itu, ayah duduk seperti gunung yang berzikir....

Puisi-puisi Kurnia Maesaroh

Puisi-puisi Kurnia Maesaroh

Minggu, 10/8/25 | 14:12 WIB

Ilustrasi: Meta AI Mengusahakan Akhir, Menumpuk Sakit Oleh: Kurnia Maesaroh Kini t'lah mencapai akhir Dari akhir yang terus diusahakan kemarin...

Puisi-puisi Hanaa Kamilia

Puisi-puisi Hanaa Kamilia

Minggu, 03/8/25 | 16:28 WIB

Ilustrasi: Meta AI Laut Bulan Februari Karya : Hanaa Kamilia Memikul gulungan pertanyaan di hatimu Menyeret getar jiwa berjarak dari...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 27/7/25 | 14:38 WIB

Ilustrasi: Meta AI Tangis Naskah ke 50 Oleh : Afny Dwi Sahira Jari-jari tangan terbalut kapas Surat penolakan ke-49 datang...

Puisi-puisi M. Subarkah

Puisi-puisi M. Subarkah

Minggu, 20/7/25 | 12:39 WIB

Ilustrasi: Meta AI Senja di Muara Padang Oleh: M. Subarkah  Senja menetes di ujung muara Langit berwarna kunyit bercampur saga...

Puisi-puisi Salwa Ratri Wahyuni

Puisi-puisi Salwa Ratri Wahyuni

Minggu, 06/7/25 | 11:46 WIB

Ilustrasi: Meta AI Hujan dan Macam-Macam Ketertundaan Oleh: Salwa Ratri Wahyuni september mengasuh nyawa bumi, dingin, lembab, serta berkabut pekat,...

Berita Sesudah
Yang Terbatas Bukan Fiksinya, Tetapi Cara Pandang Kita

Alasan Berfoto dengan Kamera DSLR Digantung di Leher

Discussion about this post

POPULER

  • Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 401 PPPK di Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Gadaikan SK ke Bank

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Tutup Safari Berburu Hama, Dorong Perlindungan Pertanian dan Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukittinggi Didorong Jadi Kota Beradat, Berbudaya, dan Ramah Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tragedi Affan, PMII Padang Ingatkan Jangan Ada Impunitas Aparat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dinas PUPR Solok Dorong Konektivitas Lembah Gumanti Masuk Prioritas DAK 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024