Padang, Scientia – Sultan Alif Baloen mulai mematangkan langkah politiknya untuk merebut kursi Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sumatera Barat. Ketua DPD KNPI Solok Selatan itu mengaku telah mengantongi dukungan puluhan Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI kabupaten dan kota serta Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) sebagai modal menghadapi kontestasi.
Dukungan tersebut menjadi salah satu kekuatan yang membuat Alif semakin percaya diri menatap perebutan kepemimpinan organisasi kepemudaan di tingkat provinsi itu. Namun, ia tidak hanya mengandalkan perhitungan suara. Konsolidasi dengan sejumlah tokoh aktivis senior juga dilakukan untuk memperkuat langkah pencalonannya.
Alif mengatakan, komunikasi dengan DPD dan OKP terus dibangun guna memastikan dukungan yang telah diperoleh tetap solid hingga pelaksanaan pemilihan. Baginya, kontestasi KNPI bukan semata-mata soal memenangkan perebutan kursi ketua, tetapi juga membangun kesepahaman mengenai arah organisasi ke depan.
Ia menilai, KNPI Sumatera Barat membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan berbagai elemen pemuda. Sebab, organisasi tersebut memiliki posisi strategis sebagai wadah berhimpunnya beragam organisasi kepemudaan dengan latar belakang dan kepentingan yang berbeda.
Menurut Alif, pengalaman memimpin DPD KNPI Solok Selatan menjadi salah satu bekal untuk membawa organisasi kepemudaan itu ke tingkat provinsi. Pengalaman tersebut memberinya ruang untuk memahami persoalan kaderisasi, konsolidasi organisasi, hingga bagaimana membangun komunikasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Pertemuan dengan aktivis senior, lanjutnya, juga menjadi bagian penting dari strategi yang disiapkan. Ia ingin mendapatkan masukan sekaligus membangun komunikasi lintas generasi agar proses regenerasi kepemimpinan KNPI tidak terputus dari pengalaman para pendahulunya.
Alif menyadari, tantangan terbesar KNPI Sumbar bukan hanya menjaga eksistensi organisasi, melainkan memastikan kehadirannya benar-benar dirasakan oleh kalangan pemuda. Karena itu, konsolidasi internal harus berjalan seiring dengan penguatan program yang menyentuh kebutuhan generasi muda.
Ia berharap kontestasi mendatang berlangsung secara demokratis, terbuka, dan mengedepankan persaudaraan. Perbedaan pilihan, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan bagi elemen pemuda untuk terpecah.(yrp)








