Selasa, 29/9/26 | 10:33 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Talempong Uwaik-uwaik hingga Turuk Lagai, Ragam Seni Tradisi Meriahkan PKD Sumbar 2026

Senin, 28/9/26 | 21:00 WIB

Padang, Scientia.id – Kesenian Talempong Uwaik-uwaik dari Kabupaten Agam akan menjadi salah satu penampilan dalam kegiatan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Saraso Fest 2026 yang digelar di Taman Budaya Sumatera Barat, Kota Padang, 28 September hingga 3 Oktober mendatang.

Tak hanya Talempong Uwaik-uwaik, panggung Saraso Fest juga menghadirkan Turuk Lagai dari Kepulauan Mentawai, Tari Piriang Di Ateh Karambia dari Kabupaten Solok, Randai dari Lima Puluh Kota, Tari Ratok Mayik Ka Turun dari Sijunjung, hingga Babiola dari Pesisir Selatan.

Ragam kesenian tersebut memperlihatkan kekayaan tradisi Sumatera Barat yang tidak hanya berasal dari kebudayaan Minangkabau daratan, tetapi juga tradisi masyarakat Mentawai.

BACAJUGA

Saraso Fest 2026 Hadirkan Seni Tradisi, dari Upaya Pelestarian Hingga Regenerasi

Saraso Fest 2026 Hadirkan Seni Tradisi, dari Upaya Pelestarian Hingga Regenerasi

Senin, 28/9/26 | 19:01 WIB
Gerak Cepat R3P, Wabup Candra: Jangan Biarkan Masyarakat Menunggu Lama

Gerak Cepat R3P, Wabup Candra: Jangan Biarkan Masyarakat Menunggu Lama

Senin, 28/9/26 | 18:35 WIB

Turuk Lagai, misalnya, dikenal melalui gerakan yang menggambarkan perilaku satwa seperti burung dan monyet. Sementara Tari Piriang Di Ateh Karambia menawarkan atraksi keseimbangan yang berbeda karena penarinya bergerak di atas buah kelapa tua.

Kepala Taman Budaya Sumatera Barat, M. Devid, mengatakan keterlibatan berbagai daerah dalam Saraso Fest menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali seni tradisi kepada masyarakat.

“Yang pertama kegiatan ini bertujuan pelestarian nilai-nilai daerah untuk kemajuan daerah. Yang kedua sebagai kegiatan dalam menumbuhkan dan mengasah minat bakat generasi muda,” kata Devid, Senin (28/9/2026).

Menurut dia, festival tersebut tidak hanya diarahkan sebagai pertunjukan seni. Saraso Fest juga menjadi ruang untuk menggerakkan UMKM dan membangun kolaborasi seni budaya lintas daerah.

“Ketiga dalam penggerak UMKM. Yang keempat, kolaborasi seni budaya lintas daerah,” ujarnya.

Seni tradisi bertemu teknologi

Saraso Fest 2026 tidak hanya menampilkan kesenian tradisional dalam bentuk pertunjukan konvensional. Festival ini juga memberi ruang bagi komposer muda untuk mengolah kekayaan tradisi dengan pendekatan musik masa kini.

Melalui Parade Komposer Muda atau Soundenai, sejumlah talenta muda bereksperimen dengan instrumen dan repertoar tradisional menggunakan teknologi musik digital.

Salah satunya karya Dimas Hidayatullah berjudul Pauh in Resonance yang mengolah repertoar Saluang Pauh dengan teknik sampling, looping, delay, dan filtering.

Ada pula karya Rofi Rahmatullah berjudul RASA yang mengangkat memori masyarakat terhadap bencana alam yang terjadi di Sumatera Barat pada Desember 2025.

Asisten I Setdaprov Sumbar sekaligus Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Ahmad Zakri, mengatakan pendekatan semacam itu penting agar seni tradisi tetap memiliki ruang di tengah perubahan zaman.

Menurut Ahmad, kesenian tradisional kini semakin jarang hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan masa lalu ketika pertunjukan seni hampir selalu menjadi bagian dari acara masyarakat.

“Kalau dahulu bapak ibuk, ketika ada acara besar, kita pasti melihat acara kesenian. Kalau sekarang, apapun acara yang dipakai orgen tunggal,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat generasi muda semakin jarang melihat kesenian tradisional secara langsung.

“Karena kesenian yang kita tampilkan merupakan kesenian tradisional dan jarang dilihat generasi muda,” ujarnya.

Ahmad mengatakan kesenian dan tradisi memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Tradisi, menurutnya, juga menjadi sarana edukasi dan pendidikan bagi generasi muda.

“Kesenian dan tradisi bukan hanya sekadar hiburan, tapi sarana edukasi, pendidikan. Seperti yang diajar dalam randai, mereka diajarkan beredukasi,” katanya.

Ia juga mengaitkan Saraso Fest dengan nilai raso pareso, yang menurutnya mulai semakin jarang diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Kita mengambil tema pekan budaya ini, Saraso Fest. Raso pareso. Ini juga sudah mulai hilang,” ujarnya.

Saraso Fest 2026 mengangkat tema “Menghidupkan Rasa, Menajamkan Makna, Mengasah Talenta Muda”. Festival tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Sumatera Barat pada 1 Oktober sekaligus menyambut Hari Kebudayaan pada 17 Oktober 2026.

Selain seni tradisi dan parade komposer muda, kegiatan juga diisi Panggung Seni Pelajar (Skola Art Fest), Pameran Seni Rupa Rauik Rang Mudo, serta penampilan sejumlah musisi, di antaranya Darak Badarak, Deddy Lisan dari The Backbone, Million Hope, dan Sofie Anastasya.

Rangkaian kegiatan kebudayaan Sumatera Barat juga mencakup Alek Teater 10, Festival Sastra Marah Rusli, pemutaran film pendek Andalasinema, hingga penyerahan Anugerah Kebudayaan Sumatera Barat bagi para pelestari seni.

Saraso Fest 2026 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik BOP Taman Budaya dari Kementerian Kebudayaan RI melalui program Presentasi Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya. (*)

Tags: Pekan Kebudayaan Daerah Sumatera BaratPKD SumbarSaraso Fest 2026Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Saraso Fest 2026 Hadirkan Seni Tradisi, dari Upaya Pelestarian Hingga Regenerasi

Berita Terkait

Saraso Fest 2026 Hadirkan Seni Tradisi, dari Upaya Pelestarian Hingga Regenerasi

Saraso Fest 2026 Hadirkan Seni Tradisi, dari Upaya Pelestarian Hingga Regenerasi

Senin, 28/9/26 | 19:01 WIB

Asisten I Setdaprov Sumbar sekaligus Plt Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Ahmad Zakri (Tengah) Padang, Scientia.id - Seni tradisional Sumatera Barat...

Gerak Cepat R3P, Wabup Candra: Jangan Biarkan Masyarakat Menunggu Lama

Gerak Cepat R3P, Wabup Candra: Jangan Biarkan Masyarakat Menunggu Lama

Senin, 28/9/26 | 18:35 WIB

Arosuka, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Solok bergerak cepat menindaklanjuti arahan pemerintah pusat terkait percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang atau galodo...

Diduga Curi Buah Sawit, Pelaku Ditembak Oknum Brimob Pakai Air Soft Gun

Diduga Curi Buah Sawit, Pelaku Ditembak Oknum Brimob Pakai Air Soft Gun

Senin, 28/9/26 | 18:24 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Seorang warga Nagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, bernama Cuda Rudini akrab disapa Rudi (33...

Telkomsel Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Komunikasi di Kantor Bupati Solok Pascagalodo

Telkomsel Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Komunikasi di Kantor Bupati Solok Pascagalodo

Kamis, 24/9/26 | 21:47 WIB

Arosuka, Scientia.id - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Solok mengapresiasi langkah cepat Telkomsel membantu memulihkan akses komunikasi di kawasan...

Foto bersama klub sepak bola 212 usai juarai liga PHRI 2026.[foto:ist]

212 Football Club Juarai Liga PHRI 2026

Rabu, 23/9/26 | 20:25 WIB

Foto bersama klub sepak bola 212 usai juarai liga PHRI 2026.Padang Pariaman, Scientia — Klub Sepakbola 212 menutup perjalanan mereka...

Yusri Latif: PKB Ingin Cetak Pejuang, Bukan Sekadar Kader

Yusri Latif: PKB Ingin Cetak Pejuang, Bukan Sekadar Kader

Rabu, 23/9/26 | 00:32 WIB

Padang, Scientia — Ketua Dewan Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Padang, Yusri Latif melaksanakan Sekolah Kader Perubahan (SKP)...

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026