![Proses rujukan siwa MTsN 1 Kota Pariaman ke RSUP M Djamil Padang. Rabu, (16/9) [foto : Fandy]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260917-WA0010.jpg)
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi mengatakan, keputusan merujuk kedua siswa tersebut diambil setelah kondisi mereka menunjukkan penurunan. Salah satunya ditandai dengan denyut nadi yang menurun dan tidak kunjung membaik setelah mendapat penanganan medis.
“Denyut nadinya mengalami penurunan dan sudah dilakukan injeksi tetapi tidak ada perubahan. Ini sudah agak membahayakan,” ujar Mulyadi.
Kedua siswa tersebut sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Sadikin sejak Senin, setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.
Setelah tiga hari menjalani perawatan, kondisi mereka dinilai membutuhkan penanganan lebih lanjut sehingga akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Mulyadi mengatakan Pemerintah Kota Pariaman akan terus memantau perkembangan kondisi kedua siswa tersebut. Pemko juga memastikan biaya perawatan mereka menjadi tanggungan pemerintah.
“Biaya perawatannya ditanggung pemerintah,” katanya.
Selain memastikan penanganan medis, Pemko Pariaman akan berkoordinasi dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait skema pembiayaan perawatan kedua siswa tersebut.
Kasus dugaan keracunan MBG di MTsN 1 Kota Pariaman sebelumnya menyebabkan 127 orang siswa mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program tersebut.
Kondisi dua siswa yang kini harus mendapat perawatan di rumah sakit rujukan menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemko Pariaman menyatakan pemantauan terhadap kondisi kesehatan para siswa akan terus dilakukan, sembari berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai penanganan kasus tersebut.(yrp)







![Siswa MTsN 1 Kota Pariaman saat mendapatkan perawatan medis di rungan IGG RSUD. M. Yamin. Senin, (14/9) [foto : sci/yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/09/1001475090-350x250.jpg)
