Padang Pariaman, Scientia — Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Padang Pariaman mulai menyeleksi calon-calon pimpinan di tingkat anak cabang atau kecamatan. Proses tersebut dilakukan melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serta Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Padang Pariaman. Minggu, (13/9)
Melalui pemetaan, dihasilkan sebanyak 34 calon Ketua Tanfidz dan 17 calon Ketua Syuro. Mereka akan bersaing merebut kepemimpinan DPAC untuk periode 2026-2031 lewat Uji Kelayakan dan Kepatutan berdasarkan visi dan misi serta rencana strategis yang dirancang dalam menggerakkan partai.
Setelah mengikuti UKK, dari 34 nama yang masuk sebagai calon Ketua Tanfidz, nantinya akan dikerucutkan menjadi 17 sebagai pemimpin DPAC. Mereka dinilai berdasarkan kemampuan menjalankan kerja-kerja organisasi dan politik partai di wilayah kecamatan. Sementara 17 calon Ketua Syuro akan mengisi posisi yang memiliki fungsi penting dalam memberikan arahan serta menjaga nilai-nilai perjuangan partai.
Ketua DPC PKB Padang Pariaman, Firman mengatakan, proses pembentukan struktur kepengurusan PKB di tingkat kecamatan tidak hanya berorientasi pada pergantian kepemimpinan. Namun, menjadi tahap seleksi bagi kader yang dinilai layak menggerakkan partai hingga ke tingkat akar rumput.
Firman menjelaskan bahwa proses seleksi tersebut sekaligus menjadi ujian bagi para kader untuk menunjukkan kapasitas mereka di tengah kebutuhan partai dalam memperkuat struktur di tingkat bawah. Bagi PKB, kata Firman, keberadaan DPAC menjadi ujung tombak organisasi dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, menggerakkan kader, serta menerjemahkan agenda politik partai.
“Karena itu, hasil Musancab dan UKK tidak hanya menentukan siapa yang akan menduduki posisi ketua. Proses ini sebetulnya menentukan figur-figur yang akan menjadi penggerak partai di tingkat kecamatan,” kata Firman.
Menurut Firman, sebagai figur penggerak partai, para ketua terpilih yang dipercaya memimpin DPAC harus benar-benar menunjukan kerja nyata di lapangan. Apalagi, dengan modal politik PKB Padang Pariaman yang diniliai sangat mumpuni, tidak memberi alasan bagi pimpinan DPAC untuk tidak bergerak.
“PKB ada 5 kursi, menjadi pimpinan pula di DPRD. Tidak untuk dibanggakan, tetapi dijadikan sebagai pijakan dalam gerakan yang benar-benar menyentuh masyarakat secara langsung,” tegas Firman.
Sementara itu, Wirya Fansuri, yang hadir mewakili Ketua DPW PKB Sumatera Barat, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap perkembangan PKB di Kabupaten Padang Pariaman.
Ia bahkan mengibaratkan PKB Padang Pariaman sebagai “Jawa Timur-nya PKB di Sumatera Barat”, karena dinilai memiliki basis sosial dan kultur masyarakat yang memiliki kedekatan dengan perjuangan PKB.
“PKB Padang Pariaman adalah Jawa Timurnya PKB di Sumbar. PKB Padang Pariaman harus menjadi partai pemenang di Padang Pariaman,” ujar Wirya.
Menurutnya, kultur dan tradisi masyarakat Padang Pariaman memiliki banyak kesamaan dengan nilai-nilai perjuangan yang selama ini dibawa PKB. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi PKB untuk terus memperluas dukungan masyarakat.
Wirya juga menilai perjalanan PKB di Padang Pariaman menunjukkan tren positif. Sejak hadir dan mengikuti pemilu, perolehan PKB di Padang Pariaman disebut terus mengalami peningkatan dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.
“Sejak hadir di Padang Pariaman, PKB selalu mengalami peningkatan dari pemilu ke pemilu. Ini harus terus kita jaga dan ditingkatkan. Target kita ke depan bukan hanya mempertahankan capaian yang ada, tetapi menjadikan PKB sebagai partai pemenang di Padang Pariaman,” tegasnya.(yrp)






