PADANG, – Meski jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) terus berkembang dan layanan pendidikan inklusif semakin meningkat, pendidikan khusus di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satunya keterbatasan teknologi pembelajaran yang dapat menunjang kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Sumbar Muhidi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus/Guru SLB Angkatan I di salah satu hotel di Kota Padang, Senin (10/8).
Muhidi mengatakan, perkembangan pendidikan khusus di Sumbar sejalan dengan meningkatnya jumlah SLB dan layanan pendidikan inklusif. Namun, perkembangan tersebut perlu diiringi dengan penguatan kualitas layanan serta pemenuhan berbagai fasilitas pendukung pendidikan khusus.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari akses layanan dan pemerataan guru pendidikan khusus, ketersediaan sarana dan prasarana yang ramah disabilitas, hingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Selain itu, kata Muhidi, pendidikan khusus juga menghadapi tantangan dalam mempersiapkan peserta didik menuju dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Ini menjadi perhatian kita dan akan kita koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat,” kata Muhidi.
Muhidi juga mengingatkan para guru pendidikan khusus agar memberikan layanan pendidikan tanpa diskriminasi. Menurutnya, setiap orang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
“Jangan sampai ada diskriminasi. Semua orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.
Ia menilai, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu faktor penting dalam menjawab tantangan tersebut. Guru tidak hanya dituntut mampu melaksanakan pembelajaran, tetapi juga memahami karakteristik dan kebutuhan setiap peserta didik sehingga proses pendidikan dapat berlangsung secara inklusif dan adaptif.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut digagas oleh Ketua DPRD Sumbar dengan program dan kegiatan yang ditumpangkan kepada Dinas Pendidikan Sumbar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat melalui Kepala Bidang Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Monica mengatakan Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus merupakan upaya memperkuat kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua angkatan, yakni 10 dan 14 Agustus 2026.
Dia menyebutkan, sebanyak 56 satuan pendidikan masuk dalam daftar peserta Bimtek. Pada Angkatan I, peserta berasal dari SLB di Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Pariaman.
Berdasarkan daftar undangan, jumlah peserta Angkatan I mencapai 102 orang.
Sementara Angkatan II yang dijadwalkan pada 14 Agustus 2026 melibatkan satuan pendidikan yang sama, dengan jumlah peserta sebanyak 105 orang. Dengan demikian, total peserta dalam dua angkatan mencapai 207 orang.










Discussion about this post