Rabu, 16/9/26 | 14:18 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Yusri Latif Minta Pemko Padang Segera Atasi Titik-Titik Kemacetan

Selasa, 30/6/26 | 18:20 WIB

Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif.[foto : sci/yrp]
Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif.[foto : sci/yrp]
Padang, Scientia — Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PKB, Yusri Latif, meminta Pemerintah Kota Padang segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kemacetan yang semakin sering terjadi di sejumlah ruas jalan. Menurut dia, persoalan lalu lintas tidak bisa dipandang sebagai dampak sementara pembangunan, melainkan harus dikelola agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian kota.

Latif mengatakan kemacetan kini mulai menjadi keluhan utama warga, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Sejumlah kawasan yang menjadi pusat aktivitas perdagangan, pendidikan, dan pemerintahan mengalami kepadatan kendaraan hampir setiap hari.

“Jangan sampai masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalan. Kemacetan bukan hanya membuat perjalanan menjadi lebih lama, tetapi juga berdampak terhadap produktivitas masyarakat dan biaya ekonomi,” kata Latif.

Menurut dia, proyek pembangunan dan revitalisasi yang sedang berlangsung di Kota Padang memang penting untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Namun, pemerintah harus memastikan pekerjaan tersebut tidak menimbulkan persoalan baru berupa kemacetan yang berkepanjangan.

BACAJUGA

Kabut Asap Belum Reda, Dharmasraya Buka Kembali Sekolah dengan Masker Wajib

Kabut Asap Belum Reda, Dharmasraya Buka Kembali Sekolah dengan Masker Wajib

Rabu, 16/9/26 | 06:53 WIB
Krisis Air di Dharmasraya, 378 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk 3.312 KK

Krisis Air di Dharmasraya, 378 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk 3.312 KK

Selasa, 15/9/26 | 22:57 WIB

Belakangan Pemerintah Kota Padang memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Pasar Raya sebagai bagian dari pelaksanaan proyek revitalisasi yang berlangsung hingga akhir Desember 2026. Kebijakan itu diambil untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

Latif menilai rekayasa lalu lintas harus dievaluasi secara berkala. Pemerintah perlu mendengarkan masukan masyarakat, pengemudi angkutan umum, pelaku usaha, hingga pedagang yang merasakan langsung dampak perubahan arus kendaraan.

“Kalau di lapangan masih ditemukan titik-titik kemacetan yang parah, tentu harus segera dicari solusinya. Evaluasi jangan menunggu proyek selesai,” ujarnya.

Ia juga mendorong Dinas Perhubungan bersama kepolisian memperkuat pengaturan lalu lintas di simpang-simpang padat, terutama pada jam sibuk. Selain itu, informasi mengenai perubahan arus kendaraan harus disampaikan secara luas agar masyarakat dapat menyesuaikan rute perjalanan.

Menurut Latif, pengaturan parkir di badan jalan juga perlu menjadi perhatian. Kendaraan yang berhenti sembarangan kerap mempersempit ruas jalan dan memperburuk kemacetan, terutama di kawasan perdagangan.

DPRD Kota Padang, kata dia, akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah dalam mengatasi persoalan lalu lintas. Pengawasan tersebut tidak hanya menyangkut pelaksanaan proyek pembangunan, tetapi juga efektivitas rekayasa lalu lintas yang diterapkan.

“Kami mendukung pembangunan kota. Tetapi pembangunan harus tetap memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Jangan sampai manfaat yang ingin dicapai justru tertutup oleh persoalan kemacetan yang tidak segera ditangani,” kata Latif.

Ia berharap pemerintah mampu menghadirkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang melalui penguatan manajemen lalu lintas, peningkatan transportasi publik, serta penataan kawasan perkotaan yang lebih terintegrasi.

“Bagi masyarakat, yang terpenting adalah mereka tetap bisa beraktivitas dengan lancar. Itu harus menjadi ukuran keberhasilan setiap kebijakan transportasi di Kota Padang,” ujarnya.(yrp)

Tags: Kemacetan di Kota PadangYusri Latif
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Donizar Dukung Tim Voli Putri Pasaman Junior, Rumah Singgah Jadi Penopang Perjuangan Atlet

Berita Sesudah

PKB Padang Soroti Antrean BBM yang Picu Kemacetan, Minta SPBU Benahi Pelayanan

Berita Terkait

Kabut Asap Belum Reda, Dharmasraya Buka Kembali Sekolah dengan Masker Wajib

Kabut Asap Belum Reda, Dharmasraya Buka Kembali Sekolah dengan Masker Wajib

Rabu, 16/9/26 | 06:53 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Setelah sepekan belajar dari rumah akibat kabut asap, ribuan siswa di Kabupaten Dharmasraya kembali masuk sekolah mulai...

Krisis Air di Dharmasraya, 378 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk 3.312 KK

Krisis Air di Dharmasraya, 378 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan untuk 3.312 KK

Selasa, 15/9/26 | 22:57 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, telah menyalurkan 378.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan sejak 18...

Dharmasraya Masuk Forum Nasional, Bupati Annisa Bahas Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu

Dharmasraya Masuk Forum Nasional, Bupati Annisa Bahas Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu

Selasa, 15/9/26 | 22:50 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menghadiri Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang...

Siswa MTsN 1 Kota Pariaman saat mendapatkan perawatan medis di rungan IGG RSUD. M. Yamin. Senin, (14/9) [foto : sci/yrp]

Update Terbaru 127 Siswa MTsN 1 Pariaman Diduga Keracunan MBG, Empat Masih Dirawat

Selasa, 15/9/26 | 22:13 WIB

Siswa MTsN 1 Kota Pariaman saat mendapatkan perawatan medis di rungan IGG RSUD. M. Yamin. Senin, (14/9) Pariaman, Scientia —...

Warga Kesulitan Air Saat Kemarau, Bupati Dharmasraya Akui Butuh Adanya PDAM

Warga Kesulitan Air Saat Kemarau, Bupati Dharmasraya Akui Butuh Adanya PDAM

Selasa, 15/9/26 | 09:42 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Dua dekade lebih berdiri sebagai kabupaten otonom, Kabupaten Dharmasraya masih belum memiliki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)....

Foto bersama usai perayaan puncak dies natalis Unand ke-70 di Pangeran Beach Hotel. Senin malam, (14/9) [foto:sci/yrp)

Puncak Dies Natalis Unand, Tujuh Alumni Inspiratif Digangjar Anugerah

Selasa, 15/9/26 | 03:54 WIB

Berita Sesudah
PKB Padang Soroti Antrean BBM yang Picu Kemacetan, Minta SPBU Benahi Pelayanan

PKB Padang Soroti Antrean BBM yang Picu Kemacetan, Minta SPBU Benahi Pelayanan

POPULER

  • Foto bersama usai perayaan puncak dies natalis Unand ke-70 di Pangeran Beach Hotel. Senin malam, (14/9) [foto:sci/yrp)

    Puncak Dies Natalis Unand, Tujuh Alumni Inspiratif Digangjar Anugerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026