Padang, Scientia– Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif, menilai kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Padang bukan semata-mata disebabkan tingginya jumlah kendaraan. Menurut dia, antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga menjadi salah satu penyebab yang perlu segera dibenahi.
Yusri mengatakan antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan menunjukkan masih lemahnya pengelolaan pelayanan di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Antrean kendaraan sampai memakan badan jalan sudah menjadi pemandangan yang sering terjadi. Ini bukan hanya soal banyaknya kendaraan yang mengisi BBM, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana pelayanan di SPBU dijalankan,” kata Latif.
Menurut dia, salah satu persoalan yang terlihat di lapangan adalah minimnya petugas yang melayani pengisian BBM. Pada beberapa pompa, kata Latif, hanya satu orang operator yang bertugas, padahal secara teknis pelayanan dapat dilakukan oleh dua orang sehingga proses pengisian berlangsung lebih cepat.
“Kalau satu operator harus mengatur antrean, menerima pembayaran, sekaligus mengisi BBM, tentu pelayanan menjadi lambat. Padahal pada jam-jam sibuk seharusnya SPBU menambah personel agar antrean tidak terus memanjang,” ujarnya.
Ia menilai penambahan petugas merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap kelancaran pelayanan. Dengan waktu pelayanan yang lebih singkat, kendaraan tidak akan terlalu lama menunggu sehingga antrean dapat segera terurai.
Latif meminta pengelola SPBU melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan, terutama pada jam-jam dengan volume kendaraan yang tinggi. Ia juga mendorong adanya pengaturan antrean yang lebih baik agar kendaraan tidak meluber hingga ke jalan raya.
“Pelayanan harus menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan BBM justru menjadi penyebab kemacetan karena sistem pelayanan yang belum optimal,” katanya.
Selain pengelola SPBU, Latif juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan pengawasan terhadap SPBU yang kerap menimbulkan antrean panjang. Menurut dia, evaluasi perlu dilakukan secara berkala agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.
Ia menegaskan kemacetan tidak bisa diselesaikan hanya melalui rekayasa lalu lintas atau pelebaran jalan. Perbaikan tata kelola pelayanan publik, termasuk di SPBU, juga harus menjadi bagian dari solusi.
“Kalau pelayanan di SPBU lebih cepat dan antrean bisa dikendalikan, dampaknya langsung terasa terhadap kelancaran lalu lintas. Ini membutuhkan komitmen semua pihak, bukan hanya pemerintah, tetapi juga pengelola SPBU,” ujar Latif.
Latif berharap setiap SPBU memiliki standar pelayanan yang mampu mengantisipasi lonjakan kendaraan pada jam sibuk. Menurut dia, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga membantu mengurangi titik-titik kemacetan yang selama ini menjadi keluhan warga Kota Padang.(yrp)
![Ketua fraksi PKB Ummat, Yusri Latif.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250728-WA00342-120x86.jpg)
![Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif.[foto : sci/yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_5991-rotated-e1762746522212-120x86.jpg)
![Ketua fraksi PKB Ummat, Yusri Latif.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250728-WA00342-350x250.jpg)
![Ketua DPC PKB Kota Padang, Yusri Latif.[foto : sci/yrp]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG_5991-rotated-e1762746522212-350x250.jpg)

![Anggota DPRD Kota Padang, Fraksi PKB, Yosrizal Efdendi.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/10/image_big_673dbcd0679c4-350x250.jpg)


![Ketua fraksi PKB Ummat, Yusri Latif.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250728-WA00342-75x75.jpg)
