Payakumbuh, Scientia – Harius dipercaya memimpin Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Payakumbuh Limapuluh Kota (Paliko) untuk periode kepengurusan 2026/2031.
Penetapan Harius berdasarkan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) Ika PMII Paliko yang digelar di Aula Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Sabtu (15/8/2026).
Muscab tersebut menjadi momentum bagi para alumni PMII untuk memperkuat kembali organisasi sekaligus menyatukan langkah dalam mengambil peran di tengah masyarakat.
Kegiatan mengangkat tema “Memperkuat Silaturahmi, Menyatukan Gerak dan Meneguhkan Peran Alumni.” Tema tersebut menegaskan pentingnya konsolidasi alumni setelah menyelesaikan proses kaderisasi di PMII.
Dalam kepemimpinannya, Harius membawa semangat “Bergerak, Berdampak demi Kemajuan Bersama.” Semangat itu diarahkan agar keberadaan IKA PMII tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu melahirkan kontribusi nyata bagi daerah.
Menurut Harius, alumni PMII memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan yang diperoleh selama berada di organisasi. Nilai tersebut, kata dia, perlu diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata sesuai bidang dan kapasitas masing-masing alumni.
“Alumni tidak boleh berhenti hanya pada silaturahmi. Kita harus bergerak dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Harius dalam Muscab.
Ia mengatakan, kekuatan IKA PMII Paliko terletak pada keberagaman latar belakang para alumninya. Ada alumni yang bergerak di pemerintahan, politik, pendidikan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan hingga berbagai profesi lainnya.
Potensi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk membangun kolaborasi dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.
Karena itu, Harius mendorong pengurus IKA PMII Paliko ke depan untuk tidak bekerja secara eksklusif. Organisasi harus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kita ingin IKA PMII Paliko menjadi rumah bersama bagi seluruh alumni. Perbedaan pilihan dan profesi tidak boleh menjadi penghalang untuk berbuat bagi daerah,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antarsesama alumni dan kader PMII. Menurutnya, silaturahmi menjadi fondasi untuk menyatukan gagasan sekaligus memperkuat jaringan organisasi.
Selain memperkuat internal organisasi, IKA PMII Paliko di bawah kepemimpinannya akan diarahkan untuk merespons berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Alumni diharapkan dapat memberikan gagasan, kritik konstruktif dan solusi terhadap persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, kepemudaan serta pembangunan daerah.
Muscab juga menjadi ruang evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerak IKA PMII Paliko ke depan.
Harius menegaskan, kepengurusan baru tidak ingin menjadikan organisasi sekadar simbol keberadaan alumni. Sebaliknya, IKA PMII diharapkan memiliki program yang terukur dan dapat dirasakan manfaatnya.
“Yang terpenting setelah Muscab ini adalah bagaimana kita bekerja. Jangan sampai forum ini hanya menghasilkan kepengurusan, tetapi tidak ada gerakan setelahnya,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru tersebut, IKA PMII Paliko diharapkan mampu memperkuat peran alumni sebagai bagian dari elemen masyarakat yang ikut mendorong kemajuan Payakumbuh dan Limapuluh Kota.
Bagi Harius, menjadi bagian dari IKA PMII bukan sekadar melanjutkan ikatan emosional sesama alumni. Lebih dari itu, organisasi harus menjadi ruang untuk mengabdi, membangun kolaborasi dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Muscab ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat silaturahmi, menyatukan gerak dan menjadikan alumni PMII sebagai kekuatan yang aktif memberikan dampak bagi kemajuan daerah.(yrp)









