Sabtu, 06/6/26 | 23:56 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

FGD Penelitian Perempuan Pendendang Saluang, Perkuat Upaya Pelestarian Tradisi Minangkabau

Rabu, 13/5/26 | 12:20 WIB
Tim peneliti Perempuan Pendendang Saluang: Penjaga Nada Tradisi Minangkabau yang diketuai oleh Ramono Aryo saat menggelar Focus Group Discussion (FGD)di Padang, 12/5/2026 (Foto: Ist)
Tim peneliti Perempuan Pendendang Saluang: Penjaga Nada Tradisi Minangkabau yang diketuai oleh Ramono Aryo saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) di salah satu kafe di Kota Padang, 12/5/2026 (Foto: Ist)

Padang, Scientia.id – Tim Peneliti Perempuan Pendendang Saluang: Penjaga Tradisi Minangkabau yang diketuai oleh Ramono Aryo, S.S. menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari rangkaian penelitian pendokumentasian perempuan pendendang saluang di Sumatera Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu kafe di Kota Padang, Selasa (12/5/2026).

FGD menghadirkan tiga narasumber utama yang memiliki kompetensi di bidang seni, budaya, dan tradisi Minangkabau, yakni Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum, dosen Universitas Andalas, Yose Hendra, S.S., M.Hum, penulis dan peneliti seni budaya Minangkabau, serta Hasanawi (Mak Hasan), pelaku budaya yang dikenal sebagai salah satu maestro saluang Indonesia.

Ketua Tim Peneliti, Ramono Aryo, mengatakan bahwa FGD dilaksanakan untuk memperoleh informasi awal secara lebih mendalam melalui diskusi terarah bersama para narasumber dan anggota tim peneliti. Data yang diperoleh dari forum tersebut akan menjadi pijakan penting dalam proses dokumentasi dan penelitian lapangan yang akan dilaksanakan di sejumlah daerah di Sumatera Barat.

“FGD ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkaya perspektif penelitian. Kami ingin memastikan bahwa proses dokumentasi yang dilakukan benar-benar merepresentasikan pengalaman, pengetahuan, dan peran perempuan pendendang saluang dalam menjaga tradisi Minangkabau,” ujarnya.

BACAJUGA

PKB Padang Dorong Penguatan Lembaga Adat, Bentengi Budaya Minangkabau dari Modernisasi

PKB Padang Dorong Penguatan Lembaga Adat, Bentengi Budaya Minangkabau dari Modernisasi

Sabtu, 06/6/26 | 21:02 WIB
Ade Rezki Bawa Bantuan Sanitasi Rp100 Juta ke Pariaman, RS Sadikin Segera Dapat NICU-PICU

Ade Rezki Bawa Bantuan Sanitasi Rp100 Juta ke Pariaman, RS Sadikin Segera Dapat NICU-PICU

Sabtu, 06/6/26 | 18:36 WIB

Dalam pemaparannya, Dr. Ria Febrina menegaskan bahwa penelitian mengenai perempuan pendendang saluang memiliki arti penting dalam upaya pelestarian warisan budaya Minangkabau.

“Tradisi dendang saluang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media yang menyimpan nilai-nilai sosial, sejarah, adat istiadat, serta pandangan hidup masyarakat Minangkabau. Karena itu, pendokumentasian tradisi ini sangat penting untuk menjaga memori kolektif masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perubahan zaman,” kata Ria.

Ia menambahkan, hasil penelitian nantinya dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi pengembangan kebudayaan daerah.

“Data dan temuan yang dihasilkan dari penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, lembaga kebudayaan, komunitas seni, maupun akademisi dalam merancang program pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan objek pemajuan kebudayaan, khususnya seni tradisi Minangkabau,” tambahnya.

Foto bersama ketua tim peneliti Ramono Aryo dan narasumber FGD, Dr. Ria Febrina, Yose Hendra, S.S., M.Hum., dan Hasanawi (Mak Hasan) (Foto: Ist)
Foto bersama ketua tim peneliti Ramono Aryo dan narasumber FGD, Dr. Ria Febrina, Yose Hendra, S.S., M.Hum., dan Hasanawi (Mak Hasan) (Foto: Ist)

Sementara itu, Hasanawi atau yang akrab disapa Mak Hasan menilai penelitian tersebut menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan pengetahuan dan praktik seni tradisi yang selama ini diwariskan secara lisan.

“Saluang dan dendang merupakan warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Banyak pengetahuan, repertoar lagu, hingga teknik pertunjukan yang selama ini hidup melalui tradisi lisan. Jika tidak segera didokumentasikan, kita berisiko kehilangan sebagian dari kekayaan budaya itu akibat perubahan sosial dan semakin berkurangnya pelaku seni tradisional,” ujarnya.

Menurut Mak Hasan, dokumentasi yang dihasilkan dari penelitian ini juga akan memberi manfaat besar bagi generasi muda yang ingin mempelajari seni tradisi Minangkabau.

“Dokumentasi ini nantinya bisa menjadi sumber belajar yang sangat berharga. Generasi muda dapat mempelajari teknik, repertoar, dan nilai-nilai yang terkandung dalam dendang saluang, sehingga proses pewarisan pengetahuan dan keterampilan dapat terus berlangsung,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Yose Hendra. Penulis dan peneliti seni budaya Minangkabau itu menilai dokumentasi menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi.

“Penelitian ini berperan penting dalam proses regenerasi pelaku seni tradisional. Dokumentasi yang dihasilkan akan menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda yang ingin mengenal, memahami, dan mempelajari tradisi saluang dan dendang secara lebih mendalam,” ujarnya.

Yose juga menekankan pentingnya membangun arsip budaya yang dapat dimanfaatkan secara luas.

“Rekaman audio, foto, wawancara, dan berbagai bentuk dokumentasi lapangan yang dihasilkan nantinya akan menjadi arsip budaya yang bernilai. Arsip tersebut tidak hanya berguna bagi masyarakat dan pelaku seni, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh akademisi, pemerintah, dan komunitas budaya untuk kepentingan pelestarian, pendidikan, maupun penelitian lanjutan,” jelasnya. (*)

Tags: Peneliti SumbarRamono Aryo AbilowoRamono Aryo Peneliti Seni dan Budaya
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wali Kota Padang Tegaskan Dirut PDAM Bekerja Secara Profesional

Berita Sesudah

DPRD Sumbar Nilai Ranperda Pendidikan dan Perlindungan Petani Mendesak Diperkuat

Berita Terkait

PKB Padang Dorong Penguatan Lembaga Adat, Bentengi Budaya Minangkabau dari Modernisasi

PKB Padang Dorong Penguatan Lembaga Adat, Bentengi Budaya Minangkabau dari Modernisasi

Sabtu, 06/6/26 | 21:02 WIB

Padang, Scientia — Fraksi PKB DPRD Kota Padang menyoroti pentingnya penguatan lembaga adat sebagai langkah strategis menjaga identitas budaya Minangkabau...

Ade Rezki Bawa Bantuan Sanitasi Rp100 Juta ke Pariaman, RS Sadikin Segera Dapat NICU-PICU

Ade Rezki Bawa Bantuan Sanitasi Rp100 Juta ke Pariaman, RS Sadikin Segera Dapat NICU-PICU

Sabtu, 06/6/26 | 18:36 WIB

Pariaman, Scientia — Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta untuk perbaikan jamban dan...

Ade Rezki Ingatkan Bahaya Produk Instan, Masyarakat Diminta Cermat Pilih Obat dan Kosmetik

Ade Rezki Ingatkan Bahaya Produk Instan, Masyarakat Diminta Cermat Pilih Obat dan Kosmetik

Sabtu, 06/6/26 | 16:21 WIB

Pariaman, Scientia — Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ade Rezki Pratama, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur...

Kehadiran Wali Kota Padang Fadly Amran, menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi skuad PSP Padang.

Wali Kota Padang Apresiasi PSP Padang Kalahkan Asiop

Sabtu, 06/6/26 | 12:11 WIB

Kehadiran Wali Kota Padang Fadly Amran, menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi skuad PSP Padang. Padang, Scientia---- Kehadiran Wali Kota...

Aktivisme Sosial ke Panggung Politik: Jejak Firdaus dan Model Kepemimpinan Berbasis Pengabdian

PKB Sumbar Soroti Maraknya Penimbunan Solar Subsidi, Pertanyakan Peran SPBU

Jumat, 05/6/26 | 16:19 WIB

Padang, Scientia — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Sumatera Barat, Firdaus, menyoroti maraknya kasus dugaan penimbunan...

Wali Kota Padang Fadly Amran bersilaturahim dengan pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bungus Teluk Kabung (Bungtekab). Pertemuan digelar di Kantor KAN setempat, Kamis (4/6/2026).

Wali Kota Padang Silahturahmi Bersama Pengurus KAN Bungtekab

Kamis, 04/6/26 | 16:53 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran bersilaturahim dengan pengurus Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bungus Teluk Kabung (Bungtekab).Pertemuan digelar di Kantor KAN...

Berita Sesudah
DPRD Sumbar Nilai Ranperda Pendidikan dan Perlindungan Petani Mendesak Diperkuat

DPRD Sumbar Nilai Ranperda Pendidikan dan Perlindungan Petani Mendesak Diperkuat

POPULER

  • Kehadiran Wali Kota Padang Fadly Amran, menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi skuad PSP Padang.

    Wali Kota Padang Apresiasi PSP Padang Kalahkan Asiop

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adat “Naiak Anak Mudo” Manifestasi Berdemokrasi Anak muda Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Soroti Maraknya Penimbunan Solar Subsidi, Pertanyakan Peran SPBU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disana atau Di sana?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026