Minggu, 30/8/26 | 16:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Hilirisasi Sawit Teluk Tapang Didukung Pembangunan Infrastruktur

Minggu, 15/2/26 | 00:23 WIB

Pasaman Barat, Scientia – Rencana pengembangan hilirisasi sawit di Kawasan Teluk Tapang, Kabupaten Pasaman Barat didukung penuh dengan pembangunan infrastruktur. Pembangunan ruas jalan dan tiga jembatan strategis yang menghubungkan Bunga Tanjung dengan Teluk Tapang menjadi fondasi awal transformasi kawasan ini menjadi simpul industri berbasis sawit. Infrastruktur diposisikan sebagai kunci mobilitas ekonomi di kawasan pelabuhan yang diproyeksikan sebagai pusat hilirisasi.

Untuk pembangunan ruas jalan, pemerintah pusat menggelontorkan anggaran Rp216 miliar sejak 2022 hingga 2025. Dana tersebut difokuskan pada pembangunan ruas Bunga Tanjung–Teluk Tapang guna membuka akses logistik. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menambah dukungan melalui APBD 2025 sebesar Rp27,76 miliar untuk membangun tiga jembatan penopang konektivitas.

Tiga jembatan itu telah diresmikan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah pada Jumat (13/2) adalah Jembatan Patibubur sepanjang 30 meter dengan anggaran Rp10,63 miliar, Jembatan Pigogah sepanjang 40 meter senilai Rp9,65 miliar, serta Jembatan Sungai Tarok sepanjang 30 meter dengan anggaran Rp7,48 miliar.

Mahyeldi menyebut pembangunan jalan dan jembatan tidak bisa dipisahkan. “Pembangunan jalan dan jembatan harus saling melengkapi. Dengan selesainya tiga jembatan ini, konektivitas kawasan menjadi lebih utuh,” ujarnya.

BACAJUGA

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

Jumat, 28/8/26 | 22:17 WIB
Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Jumat, 28/8/26 | 21:06 WIB

Langkah percepatan infrastruktur ini selaras dengan rencana besar Pemprov Sumbar menjadikan Teluk Tapang sebagai kawasan hilirisasi sawit seluas 168 hektare. Pemerintah pusat juga telah mengalokasikan Rp83 miliar APBN melalui Kementerian Perhubungan untuk pengembangan kawasan pelabuhan.

Artinya, total dukungan anggaran yang mengalir ke kawasan ini dalam empat tahun terakhir mendekati Rp330 miliar, mencakup jalan, jembatan, dan pengembangan pelabuhan. Angka itu menunjukkan Teluk Tapang sedang dipersiapkan sebagai proyek strategis baru di pantai barat Sumatera.

Pasaman Barat selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sawit terbesar di Sumatera Barat. Namun komoditas tersebut sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Hilirisasi diharapkan mengubah pola tersebut, sehingga nilai tambah dinikmati di daerah.

Jika kawasan industri terwujud, produk turunan sawit seperti biodiesel, avtur, hingga oleokimia bisa diproduksi lebih dekat dengan sumber bahan baku. Rantai distribusi dipangkas, biaya logistik ditekan, dan daya saing meningkat.

Meski infrastruktur mulai terbangun, pekerjaan rumah belum selesai. Pemerintah provinsi masih mengupayakan penurunan status kawasan hutan di sekitar Teluk Tapang agar lahan pengembangan memiliki kepastian hukum. Tanpa penyelesaian aspek tata ruang, minat investor berpotensi tertahan.

Sejumlah investor disebut telah menyatakan minat dan bahkan meminta ketersediaan lahan hingga 100 hektare. Namun, realisasi investasi akan sangat bergantung pada kepastian regulasi dan kesiapan kawasan.

Secara ekonomi, pembangunan jalan dan jembatan ini tak hanya menopang proyek hilirisasi, tetapi juga membuka akses distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Air Bangis dan sekitarnya. Bagi pemerintah daerah, infrastruktur menjadi pintu masuk untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Pasaman Barat.

Kini, Teluk Tapang berada pada fase krusial, dimana fondasi fisik mulai berdiri, anggaran telah dikucurkan, dan minat investor mulai muncul. Lalu, seberapa cepat fondasi itu bisa ditransformasikan menjadi kawasan industri yang benar-benar beroperasi dan memberi nilai tambah bagi daerah.(yrp)

Tags: AdpsbHilirisasi SawitInfrastrukturPasaman BaratPemprov Sumbar
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

APBN Rp83 Miliar Masuk, Sumbar Gaspol Hilirisasi Sawit di Teluk Tapang

Berita Sesudah

KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

Berita Terkait

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

Jumat, 28/8/26 | 22:17 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten...

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Jumat, 28/8/26 | 21:06 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Solok pada 2025 sempat menghantam sektor pertanian. Sawah terdampak, lahan membutuhkan...

Kasus PPA Menurun, Padang Pariaman Darurat Pencabulan

Kasus PPA Menurun, Padang Pariaman Darurat Pencabulan

Jumat, 28/8/26 | 01:46 WIB

Padang Pariaman, Scientia - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan Fokus Group Discusion (FGD) bersama pemerintah daerah. Pertemuan ini...

Dampak Asap, Pemkab Dharmasraya Bagikan Ribuan Masker

Dampak Asap, Pemkab Dharmasraya Bagikan Ribuan Masker

Rabu, 26/8/26 | 15:34 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membagikan ribuan masker kepada pengguna jalan di kawasan Pulau Punjung, Rabu (26/8/2026), menyusul kondisi...

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

Selasa, 25/8/26 | 21:26 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Kabupaten Solok menyiapkan 2.000 hektare kawasan kopi arabika untuk dikembangkan menjadi sentra produksi sekaligus penggerak ekonomi...

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

Senin, 24/8/26 | 22:46 WIB

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. Padang, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat menyikapi beredarnya rekaman video yang diduga melibatkan...

Berita Sesudah
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

KBBI dan Kuasa Badan Bahasa

POPULER

  • Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

    Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga ASN Pemprov Sumbar Lakukan Perbuatan Asusila di Kantor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026