Sabtu, 28/3/26 | 01:19 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat yang asing bagi saya. Di sinilah saya tumbuh, mendengar cerita, dan mengenal cara orang-orang hidup berdampingan dengan adat dan alam. Namun, ketika saya kembali menaruh perhatian lebih dekat pada cerita rakyat di kampung ini, saya justru menemukan banyak hal yang selama ini terasa biasa, tetapi sesungguhnya bermakna.

Cerita rakyat di Gunuang Omeh tidak pernah hadir sebagai dongeng yang berdiri sendiri. Ia melekat pada tempat dan ingatan orang-orang. Ada cerita yang selalu disebut ketika orang melewati sungai tertentu, ada kisah yang diingat saat membicarakan aturan adat, dan ada pula cerita yang muncul sebagai pengingat agar orang tidak sembarangan bertindak. Cerita hidup bersama kebiasaan, bukan disimpan rapi di rak ingatan.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di daerah ini, serta mendapat pendidikan tentang budaya dan sastra, saya melihat cerita rakyat bekerja dengan cara yang halus. Ia tidak menggurui, tidak memaksa, tetapi pelan-pelan membentuk sikap. Lewat cerita, orang belajar tentang batas, tentang rasa hormat, dan tentang tanggung jawab pada sesama. Cerita menjadi cara paling sederhana untuk menjaga keteraturan hidup bersama.

Namun, perubahan zaman terasa jelas. Cara bercerita mulai bergeser, ruang-ruang berkumpul semakin sempit, dan cerita rakyat kini sering dipanggil kembali hanya saat dibutuhkan, misalnya ketika kampung ingin dikenalkan sebagai tujuan wisata. Cerita lalu tampil lebih singkat, lebih rapi, tetapi kadang kehilangan kedalaman maknanya.

Di titik ini, saya sering bertanya pada diri sendiri: apakah cerita rakyat kita masih hidup, atau hanya dipamerkan? Bagi saya, cerita rakyat bukan sekadar warisan yang perlu diselamatkan, melainkan praktik yang perlu terus dijalani. Ia hidup karena dipercaya dan dipakai, bukan karena dituliskan atau dipajang.

Dari tempat kelahiran ini, saya belajar bahwa cerita rakyat selalu bernegosiasi dengan zaman. Ia bisa menguatkan identitas, tetapi juga bisa melemah jika dipisahkan dari konteks sosialnya. Cerita rakyat membutuhkan ruang, pelaku, dan kepercayaan agar tetap bermakna.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

LAPIAK Nagari 2026, Mahasiswa UNAND Perkuat UMKM Jengkol Batu Busuk

Berita Sesudah

Tampung Aspirasi Warga Padang, Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman Dorong Perbaikan Iklim Investasi

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Berita Sesudah
Tampung Aspirasi Warga Padang, Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman Dorong Perbaikan Iklim Investasi

Tampung Aspirasi Warga Padang, Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman Dorong Perbaikan Iklim Investasi

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Popularitas Kata “Eskalasi” dalam Perang Iran versus AS-Israel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BTS Baru di Sitinjau Lauik Beroperasi, Mahyeldi: Perkuat Komunikasi dan Keselamatan di Jalur Rawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSAM Bukittinggi Butuh 500 Kantong Darah per Bulan, Golongan AB Paling Langka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Strategi Implementasi Folklor pada Pembelajaran Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026