
Sore di Bulan Juni
Aku tidak tahu mengapa semuanya begitu pelan dan bahkan begitu cepat,
bulan yang di mana menciptakan kebahagiaan dan juga kesedihan.
Begitu pelan sampai aku terbuai oleh naluri,
Begitu cepat sehingga aku terjebak dalam diri.
Perbincangan yang sudah melekat dalam diksi,
tentang roller coaster, kodok
meloncat dan semuanya tersimpan di dalam segitiga hati.
Tetaplah berada dibulan juni
dan tetaplah menjadi bulan juni yang ku kenal.
My greetings in February.
Bekasi, Februari 2023
Pertama Dalam Segala
Bagai bunga yang sudah jatuh meninggalkan batangnya,
Terlelap di tanah tanpa sedikitpun bersuara dalam hatinya.
Bagai pelangi yang selalu indah di tampak mata,
Walau entah tau kalau ujungnya jurang.
Pertama dalam segala, entah sering ku memikirkannya.
Rasanya ia adalah obat dan sekaligus luka
Yang tidak akan pernah kuhapus dalam kisahnya.
Bekasi, November 2025
Tangisan Kecil untuk Dirimu
Langit telah mengatakan bahwa hujan akan turun,
Akankah aku mempercayainya saat angin bertiup ke utara,
sementara aku berada di selatan?.
Lalu pepohonan kembali memberi isyarat kepadaku melalui
dedaunan yang bergoyang maju mundur dan jatuh di tempat dudukku
Lalu aku berpikir, apakah isyarat ini akan membuatku nyaman atau gelisah?
Saat ini kebingunganku semakin tersapu oleh arus negatif yang berkata
“Mengapa aku tidak berlari menghindari tangisannya?
Sementara langit dan pepohonan telah memberiku isyarat untuk segera pergi”
Di waktu yang bersamaan air matanya menyentuh ujung hidungku membawa pesan
“Peluk dan sentuh aku disaat kamu teringat diriku”.
Hal itu terjadi berulangkali hingga
Setiap aspek diriku ditelan oleh dekapan air matamu
Tak Akan Tersentuh Setiap Rasa
Terbayang lampu jalan yang seketika memberhentikan entitas yang sedang
berlalulalang, harmoni dari suara langkah kaki yang sedang terburu-burupun
ikut bergema di isi kepala.Tetapi nurani selalu saja menolak ajakan panca
indra untuk menikmati keindahan ibu kota, raga-pun sepakat bahwa pelukan
pelukan hangat yang diberikan ibu kota tidak sebanding dengan pelukan yang
telah lama ia rasakan. Dan pelukan itu sudah terjaga di dalam garis
khatulistiwa yang tidak pernah disentuh setiap rasa.
Bekasi, Januari 2022
Gemuruh Perasaanku
Tak terasa hampir selesai bulan juni,
Suara gemuruh di-kepala mulai enggan menutupi lamunan hati.
Cahaya yang hanya berdiri sendiri menemani tulisan ini terbentuk,
Entah ia senang ataupun suntuk.
Asap rokok yang selalu membawa aliran tulisan ini terukir
Entah ia memang lebih pandai berpikir
Tidak tahu bagaimana tulisan ini terbentuk,
Tetapi ia selalu bersanding rindu di setiap kalimatnya,
Dan selalu kukubur agar dirimu selamat dalam gemuruh perasaannya
Bekasi, Juni 2025
Putra
Perkenalkan ia adalah putra, yang selalu berpikir akan berhentinya waktu.
Kesedihan ataukah kebahagiaan yang akan dikenakan para jiwa, kenaifan
antara jarum jam yang hanya dipertemukan sebentar setiap putarannya.
Kebahagiaan dalam harmoni yang mengetuk pengharapan di setiap detiknya.
Tak lain pun kenangan yang telah menjadi saksi bisu akan setiap jiwa.
Putra gundah akan pikirannya, apakah jika waktu ini berhenti, ia masih bisa
menemuianya. Ataukah ia akan ikut berhenti dengan kenangannya saja.
Tuhan ini berat sekali. Jika memang berhenti ini yang telah ditetapkan, maka
putarkanlah waktu yang sudah kuminta padamu di alunan doa.
Bekasi, Mei 2025
Biodata Penulis:
Halo, nama saya Dhama Purnama Putra. Panggil saja saya Dharma. Saya kelahiran 2006. Sekarang sedang menepuh perkuliahan di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Bekasi) semester 3 ilmu komunikasi. Hobi saya menulis dari duduk di bangku SD. Akan tetapi seiring berjalannya waktu dan pertambahan umur yang selalu menua, rasanya hobi ini mulai sulit oleh perkerjaan yang saya gauli. Oleh sebab itu,
setidaknya saya mendedikasikan hobi melalui media ini. Mungkin
sedikit terlihat aneh, tetapi ini juga pilhan saya sendiri.Terima kasih atas perhatiannya.







