Minggu, 30/8/26 | 16:15 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Memilih Menantu (Sumando)

Minggu, 10/8/25 | 13:46 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr.
(Guru Muatan Lokal Keminangkabauan SMAN 1 Ranah Pesisir)

 

Orang Minangkabau dalam memilih menantu tentu berhati-hati dan tidak sembarangan pilih. Banyak hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan ketika memilih atau mencari menantu yang baik. Bila ucapannya tampak baik, perilakunya juga menjadi cerminan yang baik. Dalam adat Minangkabau, ketika sesorang “terpilih” ia menjadi calon menantu, orang Minangkabau akan memilih sesuai dengan falsafah adatnya, yaitu “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.” Syarak mangato, adat manjalankan. Jadi, ketika memilih menantu, hal yang utama diperhatikan adalah agamanya. Orang Minangkabau dikenal sebagai orang yang taat beragama—bila dalam mencari menantu tidak memperhatikan atau tidak memperdulikan agamanya, nama baik keluarganya akan tercoreng di dalam nagari.

BACAJUGA

Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB
Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Minggu, 23/8/26 | 22:08 WIB

Nah, apabila ingin mencari menantu, tentu menantu yang sangat diharapkan atau diidam-idamkan oleh banyak orang dalam keluarga adalah menantu atau sumando niniak mamak. Sebab, sumando niniak mamak yang  dapat diandalkan oleh keluarga besar serta menjadi teladan yang baik dalam keluaga. Jadi, bila seseorang mendapatkan menantu (sumando niniak mamak), orang tersebut dikatakan berhasil atau beruntung dalam mencari atau memilih menantu yang baik.

Perlu diketahui, pada dasarnya, ada empat macam bentuk laki-laki ketika sudah menjadi orang sumando (menantu) dalam keluarga istri. Pertama, sumando kacang miang. Dikatakan sumando kacang miang sebab sumando (menantu) ini tidak tidak dapat menjaga sikap dan perilakunya. Ia suka memecah belah di dalam keluarga. Sebagaimana pepatah mengatakan “Ramo-ramo di tangah padang, ditangkok anak rajo-rajo”. Maksudnya, adalah sumando kacang miang ini banyak membawa masalah, serta membuat suasana menjadi keruh dalam keluarga.

Kedua, sumando lapiak buruak. Tipe sumando ini biasanya tidak tahu diri. Justru ia tidak memahami posisinya sebagai orang sumando (orang luar di dalam suku istrinya). Sumando ini juga tidak memiliki rasa malu dan sopan santun. Sebagaimana pepatah mengatakan “Mairiang kabau ka tanah lapang, baok pulang di hari sajo. Malu jo sopan alah abih, alamaik raso jo pareso nan indak ado”. Jadi, begitulah orang Minang mengatakannya.

Ketiga, sumando langau hijau. Bak langau hijau—biasanya sumando seperti ini yang suka mencari kesalahan-kesalahan orang. Sumando ini juga suka berselingkuh di belakang istrinya. Ini sama halnya dengan buruknya perilaku sumando kacang miang dan sumando lapiak buruak, yang juga sama-sama tidak dapat menjadi teladan yang baik dalam keluarga.

Terakhir, sumando niniak mamak. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, menantu (sumando) yang paling ideal adalah sumando niniak mamak karena sumando ini tahu dengan sopan santun serta tahu dengan adat. Selain itu, ia juga tahu bagaimana cara bersikap dalam keluarganya dan keluarga istrinya, serta juga dapat menjaga marwahnya sebagai orang sumando (orang luar di dalam keluarga istrinya). Dengan begitu, menantu atau orang sumando seperti inilah yang akan dapat menjadi harapan di dalam adat Minangkabau.

Tags: #Yori Leo Saputra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Turnamen Voli U-15 di Padang Lariang Timur Gaungkan Semangat Nasionalisme dan Perangi Narkoba

Berita Sesudah

Larang Orang Tua Beli Seragam di Koperasi Sekolah, Kepsek SMKN 1 Bukittinggi Dipuji

Berita Terkait

Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa Melayu Riau tidak sekadar kumpulan kata yang digunakan...

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Minggu, 23/8/26 | 22:08 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan yang dihadapi anak...

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB

Oleh: Bunga Amelia (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Bagi sebagian orang, mendengar kata sintaksis mungkin terasa menakutkan. Mata...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Batagak gala mudo menjadi salah satu tradisi penting...

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Senin, 10/8/26 | 10:24 WIB

Oleh: Kevin Amnur Jonata (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Buka X sekarang dan hampir dapat dipastikan ada...

Berita Sesudah
Larang Orang Tua Beli Seragam di Koperasi Sekolah, Kepsek SMKN 1 Bukittinggi Dipuji

Larang Orang Tua Beli Seragam di Koperasi Sekolah, Kepsek SMKN 1 Bukittinggi Dipuji

POPULER

  • Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

    Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga ASN Pemprov Sumbar Lakukan Perbuatan Asusila di Kantor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026