Rabu, 15/4/26 | 09:19 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Memilih Menantu (Sumando)

Minggu, 10/8/25 | 13:46 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr.
(Guru Muatan Lokal Keminangkabauan SMAN 1 Ranah Pesisir)

 

Orang Minangkabau dalam memilih menantu tentu berhati-hati dan tidak sembarangan pilih. Banyak hal yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan ketika memilih atau mencari menantu yang baik. Bila ucapannya tampak baik, perilakunya juga menjadi cerminan yang baik. Dalam adat Minangkabau, ketika sesorang “terpilih” ia menjadi calon menantu, orang Minangkabau akan memilih sesuai dengan falsafah adatnya, yaitu “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.” Syarak mangato, adat manjalankan. Jadi, ketika memilih menantu, hal yang utama diperhatikan adalah agamanya. Orang Minangkabau dikenal sebagai orang yang taat beragama—bila dalam mencari menantu tidak memperhatikan atau tidak memperdulikan agamanya, nama baik keluarganya akan tercoreng di dalam nagari.

BACAJUGA

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Minggu, 12/4/26 | 16:27 WIB
Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 12/4/26 | 15:54 WIB

Nah, apabila ingin mencari menantu, tentu menantu yang sangat diharapkan atau diidam-idamkan oleh banyak orang dalam keluarga adalah menantu atau sumando niniak mamak. Sebab, sumando niniak mamak yang  dapat diandalkan oleh keluarga besar serta menjadi teladan yang baik dalam keluaga. Jadi, bila seseorang mendapatkan menantu (sumando niniak mamak), orang tersebut dikatakan berhasil atau beruntung dalam mencari atau memilih menantu yang baik.

Perlu diketahui, pada dasarnya, ada empat macam bentuk laki-laki ketika sudah menjadi orang sumando (menantu) dalam keluarga istri. Pertama, sumando kacang miang. Dikatakan sumando kacang miang sebab sumando (menantu) ini tidak tidak dapat menjaga sikap dan perilakunya. Ia suka memecah belah di dalam keluarga. Sebagaimana pepatah mengatakan “Ramo-ramo di tangah padang, ditangkok anak rajo-rajo”. Maksudnya, adalah sumando kacang miang ini banyak membawa masalah, serta membuat suasana menjadi keruh dalam keluarga.

Kedua, sumando lapiak buruak. Tipe sumando ini biasanya tidak tahu diri. Justru ia tidak memahami posisinya sebagai orang sumando (orang luar di dalam suku istrinya). Sumando ini juga tidak memiliki rasa malu dan sopan santun. Sebagaimana pepatah mengatakan “Mairiang kabau ka tanah lapang, baok pulang di hari sajo. Malu jo sopan alah abih, alamaik raso jo pareso nan indak ado”. Jadi, begitulah orang Minang mengatakannya.

Ketiga, sumando langau hijau. Bak langau hijau—biasanya sumando seperti ini yang suka mencari kesalahan-kesalahan orang. Sumando ini juga suka berselingkuh di belakang istrinya. Ini sama halnya dengan buruknya perilaku sumando kacang miang dan sumando lapiak buruak, yang juga sama-sama tidak dapat menjadi teladan yang baik dalam keluarga.

Terakhir, sumando niniak mamak. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, menantu (sumando) yang paling ideal adalah sumando niniak mamak karena sumando ini tahu dengan sopan santun serta tahu dengan adat. Selain itu, ia juga tahu bagaimana cara bersikap dalam keluarganya dan keluarga istrinya, serta juga dapat menjaga marwahnya sebagai orang sumando (orang luar di dalam keluarga istrinya). Dengan begitu, menantu atau orang sumando seperti inilah yang akan dapat menjadi harapan di dalam adat Minangkabau.

Tags: #Yori Leo Saputra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Turnamen Voli U-15 di Padang Lariang Timur Gaungkan Semangat Nasionalisme dan Perangi Narkoba

Berita Sesudah

Larang Orang Tua Beli Seragam di Koperasi Sekolah, Kepsek SMKN 1 Bukittinggi Dipuji

Berita Terkait

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Minggu, 12/4/26 | 16:27 WIB

Oleh: Alya Najwa Abdillah (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan S1 Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Bahasa berkembang seiring dengan berjalannya...

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Peran Sintaksis dalam Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 12/4/26 | 15:54 WIB

Oleh: Gilang Nindra (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Dalam Tarmini dan Sulistyawati (2019: 1-2), sintaksis...

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Membongkar Rahasia Kalimat Menurut Para Ahli

Minggu, 12/4/26 | 15:41 WIB

Oleh: Febby Gusmelyyana (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Bahasa adalah sistem komunikasi paling sempurna yang...

Batu dan Zaman

Lebih dari Ego: Membaca Bawang Merah Bawang Putih melalui Psikoanalisis

Minggu, 05/4/26 | 11:04 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Cerita Bawang Merah Bawang Putih dalam antologi berjudul...

Puisi-puisi M. Subarkah

Konfigurasi Makna Leksikal dan Kontekstual Kata “Siap” dalam Kajian Semantik

Minggu, 05/4/26 | 10:54 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa merupakan sistem tanda yang tidak hanya berfungsi sebagai...

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

Minggu, 29/3/26 | 15:18 WIB

Oleh: Naura Aziza Cahyani (Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Universitas Andalas)   Universitas Andalas (UNAND) merupakan salah satu universitas tertua di...

Berita Sesudah
Larang Orang Tua Beli Seragam di Koperasi Sekolah, Kepsek SMKN 1 Bukittinggi Dipuji

Larang Orang Tua Beli Seragam di Koperasi Sekolah, Kepsek SMKN 1 Bukittinggi Dipuji

POPULER

  • Ketua Bidang Penataan Organisasi, Legislatid dan Eksekutif DPP PKB.[foto : sci yrp]

    Dari Politisi ke Negarawan, Halim Iskandar Tekankan Arah Kaderisasi PKB di Muscab Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sastra Pariwisata di Padang Panjang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Padang Usulkan Pencabutan Perda Keuangan Kepala Daerah 2003, Dinilai Tak Relevan Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Zukri Saad: Dinamis dan Sarat Gagasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026