![Ketua Fraksi PKB Ummat, DPRD Kota Padang, Yusri Latif. [foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250629-WA00282.jpg)
Menurut Latif, peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang bukan hanya seremoni tahunan, tapi momen refleksi untuk menilai sejauh mana pembangunan kota ini berjalan dan apa saja yang masih perlu dibenahi.
“Kita harus jujur melihat realita. Di usia yang sudah matang ini, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, baik dari sisi ekonomi masyarakat, akses pendidikan yang merata, hingga pelestarian nilai-nilai budaya,” ujar Latif, Jum’at (8/8).
Ekonomi: UMKM Harus Jadi Prioritas
Dalam bidang ekonomi, Latif menekankan pentingnya perhatian serius terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
“UMKM kita banyak, tapi masih minim pendampingan dan akses permodalan. Pemerintah perlu hadir lebih aktif memberi pelatihan, kemudahan izin usaha, dan akses pasar yang luas,” ujarnya.
Ia juga mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi kelurahan, agar pertumbuhan tidak hanya terjadi di pusat kota.
Pendidikan: Akses dan Kualitas Harus Seimbang
Ketua PKB Kota Padang itu juga menyoroti ketimpangan akses pendidikan antara pusat dan pinggiran kota. Menurutnya, masih banyak anak-anak di daerah tertentu yang belum mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
“Pendidikan bukan hanya soal gedung, tapi juga soal kualitas guru dan pemerataan sarana belajar. Kita ingin anak-anak Padang punya kesempatan yang sama untuk maju,” tegasnya.
Sosial: Perhatian untuk Kelompok Rentan
Di bidang sosial, Latif meminta pemerintah kota lebih memperhatikan kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, dan masyarakat miskin. Ia menilai, program perlindungan sosial harus ditingkatkan agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Masih banyak warga yang belum tersentuh bantuan, terutama yang benar-benar membutuhkan. Kita harus pastikan tidak ada yang tertinggal dalam pembangunan,” katanya.
Budaya: Identitas Minangkabau Harus Dijaga
Sebagai kota yang kaya akan budaya Minangkabau, Latif berharap Padang tetap menjaga jati diri budayanya di tengah arus modernisasi.
“Kita jangan sampai kehilangan akar. Silek, randai, saluang, dan tradisi lainnya harus terus hidup dan dikenalkan kepada generasi muda, termasuk lewat kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah,” tuturnya.
Menatap Masa Depan
Menutup pernyataannya, Latif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Padang yang lebih baik, adil, dan berkarakter.
“Semoga di usia ke-356 ini, Padang bisa lebih maju tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang sudah mengakar kuat. Mari kita jadikan HJK ini sebagai momen untuk bersatu membangun kota yang kita cintai ini,” pungkasnya.
![Ketua fraksi PKB Ummat, Yusri Latif.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250728-WA00342-120x86.jpg)
![Yusri Latif saat meninjau banjir di Batu Busuk.[foto : ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2025/11/IMG-20251125-WA0021-120x86.jpg)







