Minggu, 19/4/26 | 17:33 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Dosen Sastra Indonesia Unand Beri Penyuluhan Penggunaan Bahasa yang Santun kepada Masyarakat Air Pura Pessel

Minggu, 18/5/25 | 07:43 WIB
Dosen Sastra Indonesia Universitas Andalas berfoto bersama setelah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat Nagari Tanah Bakali, Air Pura, Pesisir Selatan

Pesisir Selatan, Scientia.id —Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas memberikan penyuluhan penggunaan bahasa yang santun kepada masyarakat Nagari Tanah Bakali, Air Pura, Pesisir Selatan pada Sabtu (17/05/2025). Penyuluhan yang dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur ini dihadiri oleh masyarakat Nagari Tanah Bakali dan juga sebelas orang dosen Sastra Indonesia yang terdiri atas Dr. Aslinda, Dr. Fajri Usman, Dr. Ronidin, Dr. Ria Febrina, Dra. Noviatri, M.Hum., Leni Syafyahya, S.S., M.Hum., Alex Darmawan, S.S., M.A., Rizky Amelya Furqon, S.S., M.A., Andina Meutia Hawa, M.Hum., Roma Kyo Kae Saniro, M.Hum., dan Ahmad Hamidi, M.Hum.

Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Dr. Aslinda, M.Hum., menyatakan bahwa pengabdian ini penting untuk dilakukan karena banyak temuan dari kasus-kasus kebahasaan yang dikerjakan oleh ahli bahasa Universitas Andalas yang menunjukkan telah terjadi kekerasan verbal dari orang tua kepada anak dan juga kekerasan verbal dari anak kepada orang tua.

Sementara itu, Dr. Ria Febrina, Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, menjelaskan bahwa dosen Sastra Indonesia Universitas Andalas sangat menyayangkan terjadinya kekerasan verbal tersebut di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Dari kasus-kasus kebahasaan yang terjadi, salah satu penyebabnya adalah tingkat pendidikan orang tua yang rendah sehingga menyebabkan mereka dengan mudah menggunakan kata-kata kasar ketika marah kepada anak-anak,” ujar Dr. Ria Febrina kepada Scientia.

BACAJUGA

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

Kamis, 16/4/26 | 20:48 WIB
KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

Kamis, 16/4/26 | 19:28 WIB

Menurut Dr. Ria Febrina, anak-anak yang tumbuh dengan kondisi ini akan menjadi anak-anak, remaja, dan orang tua yang akan kasar juga kepada generasi mereka selanjutnya. Bahkan, lebih lanjut Dr. Ria Febrina menjelaskan bahwa selain tingkat pendidikan yang rendah yang dimiliki orang tua, faktor ekonomi dan juga faktor psikologi juga memengaruhi orang tua dalam berkata kasar kepada anak-anak mereka.

“Orang tua dengan ekonomi lemah cenderung tidak bisa mengontrol emosi sehingga ketika anak-anak tidak mengerjakan tugas rumah dengan baik, mereka akan langsung marah dengan menggunakan kata-kata kasar. Mereka dengan mudah menyebut anak-anak mereka dengan nama-nama binatang berkaki empat, nama-nama penyakit yang mematikan, seperti kolera, atau nama anggota tubuh yang tabu untuk disebutkan,” jelas Dr. Ria Febrina.

Jika orang tua menyebut anak-anak mereka dengan nama-nama tidak baik, bagi Dr. Ria Febrina, sama saja orang tua tersebut menilai diri mereka seperti itu. Orang tua yang menyebut anak-anak mereka dengan nama binatang berkaki empat, sama saja ia menyebut diri mereka sendiri sebagai orang tua dari anaknya yang binatang berkaki empat tersebut.

“Sayangnya tak banyak orang tua menyadari hal tersebut sehingga yang penting bagi mereka adalah melepaskan emosi. Padahal, kata-kata yang disampaikan tersebut akan menjadi bagian dalam proses tumbuh kembang berbahasa si anak. Anak cenderung meniru bahasa yang dipakai orang tuanya,” ujar Dr. Ria Febrina.

Dalam kajian linguistik, menurut Dr. Ria Febrina, hal ini berkenaan dengan pemerolehan bahasa anak. Anak yang memperoleh bahasa yang baik dan santun akan tumbuh menjadi remaja yang santun berbahasa, sebaliknya anak yang tumbuh dengan bahasa yang tidak santun dan suka berkata kotor, mereka akan menjadi pribadi yang mudah juga untuk berkata kotor kepada orang lain, termasuk kepada orang tua sendiri.

Meskipun kondisi ini terjadi, Dr. Ria Febrina menjelaskan bahwa masih ada cara yang lebih baik dalam mendidik anak. Salah satunya dengan menggunakan kosakata atau kalimat yang baik ketika marah.

Dosen Sastra Indonesia melakukan diskusi setelah memberikan penyuluhan kepada masyarakat Nagari Tanah Bakali, Air Pura, Pesisir Selatan
Dosen Sastra Indonesia melakukan diskusi setelah memberikan penyuluhan kepada masyarakat Nagari Tanah Bakali, Air Pura, Pesisir Selatan

“Orang tua dapat menggunakan kata-kata baik dalam marah, seperti jadi urang sukses juo lah ang bisuak, hiduik sanang juo dek nyo. Indak paralu ang mancuci baju takah aden ko do. Ado juo pembantu nan manolong bini ang bisuak. Orang tua bisa menggunakan kata ini karena di samping menjadi doa untuk si anak, sejatinya kalimat-kalimat seperti ini akan mengubah emosi orang tua yang awalnya sangat marah, pasti menjadi berkurang,” ujar Ketua Pengabdian yang baru meluluskan studi S-3 di Universitas Gadjah Mada ini.

Dr. Ria Febrina menjelaskan bahwa telah dilakukan beberapa observasi terhadap ibu-ibu muda di beberapa kota, seperti Kota Padang, Kota Jakarta, dan Kota Yogyakarta. Orang tua muda saat ini sudah menggunakan kata anak saleh, anak salehah, anak hebat, dan anak pintar ketika marah kepada anaknya. Penggunaan kata ini berhasil membuat ibu-ibu muda ini merasakan emosinya berkurang ketika marah. Menurut para ibu muda ini, ini jauh lebih baik dibandingkan ia menggunakan kekerasan verbal terhadap anak. Anak-anak yang sering terpapar kosakata kasar akan bisa menyebabkan mereka depresi, menjadi anak asosial, dan bisa menjadi anak yang kasar kepada orang lain, termasuk kepada orang tua sendiri.

“Para ibu muda ini tidak ingin hal tersebut terjadi,” jelas Dr. Ria Febrina.

Dalam pengabdian kepada masyarakat ini, para dosen Sastra Indonesia Universitas Andalas menekankan kepada masyarakat Nagari Tanah Bakali bahwa amat penting bagi orang tua menggunakan kata-kata yang baik kepada anak. Kata-kata baik yang diberikan akan kembali kepada mereka suatu saat.

Baca Juga: Mahasiswa Unand KKN, Gubernur Mahyeldi: Harus Berkontribusi Bagi Pembangunan Nagari

Dr. Ria Febrina dan seluruh dosen Sastra Indonesia Universitas Andalas berharap penyuluhan kesantuan berbahasa ini dapat membuka wawasan masyarakat Nagari Tanah Bakali, Air Pura, Pesisir Selatan agar ke depan mereka bisa mendidik anak-anak mereka dengan kalimat-kalimat yang baik. (*)

Tags: Dosen FIB UnandUnand
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jalan “Seribu Lubang” Mulai Diperbaiki, Warga Lareh Sago Halaban Ucapkan Terimakasih Kasih ke Mahyeldi

Berita Sesudah

Jumbo, Cermin Estetika Luka Dewasa di Balutan Imaji Anak-Anak

Berita Terkait

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

Kamis, 16/4/26 | 20:48 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.Padang, Scientia - Sebanyak 65 bakal calon Ketua Tanfidz Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa...

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

Kamis, 16/4/26 | 19:28 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, diduga menghambat hak politik...

Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi di bidang hukum dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, melalui Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

Memperkuat Sinergi di Bidang Hukum Wali Kota Padang Menandatangani MoU Bersama Kepala Kajari Padang

Kamis, 16/4/26 | 17:10 WIB

Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sinergi di bidang hukum dengan menjalin kerja sama strategis bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, melalui...

Melalui Program Unggulan (Progul) "Padang Juara", Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Putera Sampoerna tentang Program Bantuan Pendidikan Tingkat Sarjana di Sampoerna University untuk tahun akademik 2026/2027.

Progul Padang Juara Pemko Padang Beasiswakan 8 Siswa ke Sampoerna University Tahun Ajaran 2027/2027

Kamis, 16/4/26 | 16:57 WIB

Melalui Program Unggulan (Progul) "Padang Juara", Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Putera Sampoerna...

Reformasi Birokrasi Bawaslu Padang Didorong dari Dalam, Transparansi Jadi Fokus

Reformasi Birokrasi Bawaslu Padang Didorong dari Dalam, Transparansi Jadi Fokus

Kamis, 16/4/26 | 14:07 WIB

Padang, Scientia — Bawaslu Kota Padang mempercepat agenda reformasi birokrasi dengan menitikberatkan pada penguatan tata kelola yang bersih dan akuntabel....

Donizar Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang di Simpang Alahan Mati

Donizar Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang di Simpang Alahan Mati

Kamis, 16/4/26 | 13:35 WIB

Pasaman, Scientia - Anggota DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Donizar, menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang...

Berita Sesudah
Jumbo, Cermin Estetika Luka Dewasa di Balutan Imaji Anak-Anak

Jumbo, Cermin Estetika Luka Dewasa di Balutan Imaji Anak-Anak

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemikiran Halliday tentang Semiotika Sosial dalam Ilmu Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026