Minggu, 07/6/26 | 18:31 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Dosen Sastra Indonesia Unand Beri Penyuluhan Penggunaan Bahasa yang Santun kepada Masyarakat Air Pura Pessel

Minggu, 18/5/25 | 07:43 WIB
Dosen Sastra Indonesia Universitas Andalas berfoto bersama setelah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat Nagari Tanah Bakali, Air Pura, Pesisir Selatan

Pesisir Selatan, Scientia.id —Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas memberikan penyuluhan penggunaan bahasa yang santun kepada masyarakat Nagari Tanah Bakali, Air Pura, Pesisir Selatan pada Sabtu (17/05/2025). Penyuluhan yang dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur ini dihadiri oleh masyarakat Nagari Tanah Bakali dan juga sebelas orang dosen Sastra Indonesia yang terdiri atas Dr. Aslinda, Dr. Fajri Usman, Dr. Ronidin, Dr. Ria Febrina, Dra. Noviatri, M.Hum., Leni Syafyahya, S.S., M.Hum., Alex Darmawan, S.S., M.A., Rizky Amelya Furqon, S.S., M.A., Andina Meutia Hawa, M.Hum., Roma Kyo Kae Saniro, M.Hum., dan Ahmad Hamidi, M.Hum.

Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Dr. Aslinda, M.Hum., menyatakan bahwa pengabdian ini penting untuk dilakukan karena banyak temuan dari kasus-kasus kebahasaan yang dikerjakan oleh ahli bahasa Universitas Andalas yang menunjukkan telah terjadi kekerasan verbal dari orang tua kepada anak dan juga kekerasan verbal dari anak kepada orang tua.

Sementara itu, Dr. Ria Febrina, Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, menjelaskan bahwa dosen Sastra Indonesia Universitas Andalas sangat menyayangkan terjadinya kekerasan verbal tersebut di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Dari kasus-kasus kebahasaan yang terjadi, salah satu penyebabnya adalah tingkat pendidikan orang tua yang rendah sehingga menyebabkan mereka dengan mudah menggunakan kata-kata kasar ketika marah kepada anak-anak,” ujar Dr. Ria Febrina kepada Scientia.

BACAJUGA

Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya, untuk terus memperkuat program Smart Surau sebagai benteng moral, agama, dan pendidikan bagi generasi muda.

Wali Kota Padang Serahkan Reward Subuh Mubarakah Program Smart Surau di Masjid As Salam, Komplek Dangau Teduh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung,

Minggu, 07/6/26 | 16:49 WIB
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan Program Unggulan (Progul) Smart Surau di depan seluruh jemaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat, di Masjid Baiturrahmah, Air Pacah, Kota Padang, Minggu (7/6/2026).

Wali Kota Padang Sampaikan Progul Smart Surau di Hadapan Jemaah BKMT Sumbar

Minggu, 07/6/26 | 16:44 WIB

Menurut Dr. Ria Febrina, anak-anak yang tumbuh dengan kondisi ini akan menjadi anak-anak, remaja, dan orang tua yang akan kasar juga kepada generasi mereka selanjutnya. Bahkan, lebih lanjut Dr. Ria Febrina menjelaskan bahwa selain tingkat pendidikan yang rendah yang dimiliki orang tua, faktor ekonomi dan juga faktor psikologi juga memengaruhi orang tua dalam berkata kasar kepada anak-anak mereka.

“Orang tua dengan ekonomi lemah cenderung tidak bisa mengontrol emosi sehingga ketika anak-anak tidak mengerjakan tugas rumah dengan baik, mereka akan langsung marah dengan menggunakan kata-kata kasar. Mereka dengan mudah menyebut anak-anak mereka dengan nama-nama binatang berkaki empat, nama-nama penyakit yang mematikan, seperti kolera, atau nama anggota tubuh yang tabu untuk disebutkan,” jelas Dr. Ria Febrina.

Jika orang tua menyebut anak-anak mereka dengan nama-nama tidak baik, bagi Dr. Ria Febrina, sama saja orang tua tersebut menilai diri mereka seperti itu. Orang tua yang menyebut anak-anak mereka dengan nama binatang berkaki empat, sama saja ia menyebut diri mereka sendiri sebagai orang tua dari anaknya yang binatang berkaki empat tersebut.

“Sayangnya tak banyak orang tua menyadari hal tersebut sehingga yang penting bagi mereka adalah melepaskan emosi. Padahal, kata-kata yang disampaikan tersebut akan menjadi bagian dalam proses tumbuh kembang berbahasa si anak. Anak cenderung meniru bahasa yang dipakai orang tuanya,” ujar Dr. Ria Febrina.

Dalam kajian linguistik, menurut Dr. Ria Febrina, hal ini berkenaan dengan pemerolehan bahasa anak. Anak yang memperoleh bahasa yang baik dan santun akan tumbuh menjadi remaja yang santun berbahasa, sebaliknya anak yang tumbuh dengan bahasa yang tidak santun dan suka berkata kotor, mereka akan menjadi pribadi yang mudah juga untuk berkata kotor kepada orang lain, termasuk kepada orang tua sendiri.

Meskipun kondisi ini terjadi, Dr. Ria Febrina menjelaskan bahwa masih ada cara yang lebih baik dalam mendidik anak. Salah satunya dengan menggunakan kosakata atau kalimat yang baik ketika marah.

Dosen Sastra Indonesia melakukan diskusi setelah memberikan penyuluhan kepada masyarakat Nagari Tanah Bakali, Air Pura, Pesisir Selatan
Dosen Sastra Indonesia melakukan diskusi setelah memberikan penyuluhan kepada masyarakat Nagari Tanah Bakali, Air Pura, Pesisir Selatan

“Orang tua dapat menggunakan kata-kata baik dalam marah, seperti jadi urang sukses juo lah ang bisuak, hiduik sanang juo dek nyo. Indak paralu ang mancuci baju takah aden ko do. Ado juo pembantu nan manolong bini ang bisuak. Orang tua bisa menggunakan kata ini karena di samping menjadi doa untuk si anak, sejatinya kalimat-kalimat seperti ini akan mengubah emosi orang tua yang awalnya sangat marah, pasti menjadi berkurang,” ujar Ketua Pengabdian yang baru meluluskan studi S-3 di Universitas Gadjah Mada ini.

Dr. Ria Febrina menjelaskan bahwa telah dilakukan beberapa observasi terhadap ibu-ibu muda di beberapa kota, seperti Kota Padang, Kota Jakarta, dan Kota Yogyakarta. Orang tua muda saat ini sudah menggunakan kata anak saleh, anak salehah, anak hebat, dan anak pintar ketika marah kepada anaknya. Penggunaan kata ini berhasil membuat ibu-ibu muda ini merasakan emosinya berkurang ketika marah. Menurut para ibu muda ini, ini jauh lebih baik dibandingkan ia menggunakan kekerasan verbal terhadap anak. Anak-anak yang sering terpapar kosakata kasar akan bisa menyebabkan mereka depresi, menjadi anak asosial, dan bisa menjadi anak yang kasar kepada orang lain, termasuk kepada orang tua sendiri.

“Para ibu muda ini tidak ingin hal tersebut terjadi,” jelas Dr. Ria Febrina.

Dalam pengabdian kepada masyarakat ini, para dosen Sastra Indonesia Universitas Andalas menekankan kepada masyarakat Nagari Tanah Bakali bahwa amat penting bagi orang tua menggunakan kata-kata yang baik kepada anak. Kata-kata baik yang diberikan akan kembali kepada mereka suatu saat.

Baca Juga: Mahasiswa Unand KKN, Gubernur Mahyeldi: Harus Berkontribusi Bagi Pembangunan Nagari

Dr. Ria Febrina dan seluruh dosen Sastra Indonesia Universitas Andalas berharap penyuluhan kesantuan berbahasa ini dapat membuka wawasan masyarakat Nagari Tanah Bakali, Air Pura, Pesisir Selatan agar ke depan mereka bisa mendidik anak-anak mereka dengan kalimat-kalimat yang baik. (*)

Tags: Dosen FIB UnandUnand
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Jalan “Seribu Lubang” Mulai Diperbaiki, Warga Lareh Sago Halaban Ucapkan Terimakasih Kasih ke Mahyeldi

Berita Sesudah

Jumbo, Cermin Estetika Luka Dewasa di Balutan Imaji Anak-Anak

Berita Terkait

Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya, untuk terus memperkuat program Smart Surau sebagai benteng moral, agama, dan pendidikan bagi generasi muda.

Wali Kota Padang Serahkan Reward Subuh Mubarakah Program Smart Surau di Masjid As Salam, Komplek Dangau Teduh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung,

Minggu, 07/6/26 | 16:49 WIB

Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya, untuk terus memperkuat program Smart Surau sebagai benteng moral, agama, dan pendidikan bagi generasi muda....

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan Program Unggulan (Progul) Smart Surau di depan seluruh jemaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Sumatera Barat, di Masjid Baiturrahmah, Air Pacah, Kota Padang, Minggu (7/6/2026).

Wali Kota Padang Sampaikan Progul Smart Surau di Hadapan Jemaah BKMT Sumbar

Minggu, 07/6/26 | 16:44 WIB

Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan Program Unggulan (Progul) Smart Surau di depan seluruh jemaah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT)...

Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang resmi, mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau.

Pemko Padang Bersama DPRD Padang Sahkan Perdav Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau

Minggu, 07/6/26 | 08:17 WIB

  Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang resmi, mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5...

Pimpinan DPRD Kota Padang saat menetapkan Perda Penguatan Lembaga Adat

DPRD Kota Padang Tetapkan Perda Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau

Minggu, 07/6/26 | 08:05 WIB

Pimpinan DPRD Kota Padang saat menetapkan Perda Penguatan Lembaga Adat PADANG, Scientia----— Setelah melalui pembahasan panjang yang melibatkan unsur pemerintah,...

Wakil Walikota Padang Maigus Nasir saat menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Tahun 2025

Wawako Padang Maigus Nasir Sampaikan Ranperda LKPD 2025 Kepada DPRD Kota Padang

Minggu, 07/6/26 | 07:43 WIB

Wakil Walikota Padang Maigus Nasir saat menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Tahun 2025 PADANG, Scientia---- — Pemerintah Kota Padang mencatat kinerja...

PKB Padang Dorong Penguatan Lembaga Adat, Bentengi Budaya Minangkabau dari Modernisasi

PKB Padang Dorong Penguatan Lembaga Adat, Bentengi Budaya Minangkabau dari Modernisasi

Sabtu, 06/6/26 | 21:02 WIB

Padang, Scientia — Fraksi PKB DPRD Kota Padang menyoroti pentingnya penguatan lembaga adat sebagai langkah strategis menjaga identitas budaya Minangkabau...

Berita Sesudah
Jumbo, Cermin Estetika Luka Dewasa di Balutan Imaji Anak-Anak

Jumbo, Cermin Estetika Luka Dewasa di Balutan Imaji Anak-Anak

POPULER

  • PKB Padang Dorong Penguatan Lembaga Adat, Bentengi Budaya Minangkabau dari Modernisasi

    PKB Padang Dorong Penguatan Lembaga Adat, Bentengi Budaya Minangkabau dari Modernisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Apresiasi PSP Padang Kalahkan Asiop

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Bersama DPRD Padang Sahkan Perdav Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Maigus Nasir Sampaikan Ranperda LKPD 2025 Kepada DPRD Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Depan “dari” dan “daripada” yang Tidak Tepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Galgah dan Kapitil Kata Baru yang Viral Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026