Jumat, 23/1/26 | 16:27 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Maryatul Kuptiah

Minggu, 23/3/25 | 08:40 WIB

Ujung Resah

Oleh: Maryatul Kuptiah

Ujung hari pulih tertata rapi sekian abad sesuka hati
Beralih ribuan detik per sekian detik
Tabuh suara tak terjamah lagi
Gebu asap bersatu lalu dibungkam
Senyap sahut- menyahut  tanam terbenam
Ikut dalam ucapan diam telinga, hati berbisik
Sungguh ini adalah mala pisah-an petaka

 

Pemilik kota

Oleh: Maryatul Kuptiah

BACAJUGA

Puisi-puisi Maryatul Kuptiah

Puisi-puisi Maryatul Kuptiah

Senin, 20/10/25 | 00:12 WIB
Puisi-puisi Maryatul Kuptiah

Puisi-puisi Maryatul Kuptiah

Minggu, 27/4/25 | 09:56 WIB

Bising tepat pukul setengah dua
Sepanjang waktu tetap begitu
Suara raung dipecah oleh sunyi
Gedung-gedung tinggi, lampu tidur penghuni mulai redup

Kota ini milik mereka tinggal bekas di jendela
Tak siapa pun dari mereka sanggup membuka mata.
Untuk sekedar menyentuh saklar di sudut ruang kamar mereka
Mereka hanya penghuni, bukan pemilik tetapnya

 

Hari Buruk

Oleh: Maryatul Kuptiah

Bocah perempuan tiba dengan senyum merekah
Merona bersuit pink warna pipinya
Saat kakinya menapak rumah mini beroda dua
Semua menutup hidung mengeringai, bibir maju ke depan.
Sadar bahwa alas kaki bocah telah bewarna pudar
Alas kaki putih luluh bercorak kelabu

 

Dugaan Jawaban

Oleh: Maryatul Kuptiah

Omong-omong sengaja
Berpikir sejenak pada semesta
Artinya bagiku adalah menduga
Benar dan salah belum tentu jawabannya
Seperti tanya tanpa jawabannya
Meski kalimat sederhana
Tapi belum ada yang mengerti makna
Mengerti atau berpura-pura?
Kalimat sederhana dengan beberapa kata
Maknanya menusuk di antara binar mata

 

Biodata Penulis

Maryatul Kuptiah merupakan mahasiswa aktif Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Hobi menulis puisi dan artikel. Saat ini sedang bergiat di Labor Kepenulisan Kreatif FIB Unand.

 

Tags: #Maryatul Kuptiah
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Parts of Speech: Mengenal Wujud Nomina

Berita Sesudah

Harga Tiket Bus Naik Tiap Jelang Lebaran, Bagas P Nasution: Jangan Keterlaluan

Berita Terkait

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 16/11/25 | 19:38 WIB

Menebak Pikiran Amir Oleh: Afny Dwi Sahira Sendu mata Amir rindu Buya Mengingat Buya semasa hidup Peninggalan Buya memenuhi memori...

Berita Sesudah
Harga Tiket Bus Naik Tiap Jelang Lebaran, Bagas P Nasution: Jangan Keterlaluan

Harga Tiket Bus Naik Tiap Jelang Lebaran, Bagas P Nasution: Jangan Keterlaluan

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Persiapan Jemaah Haji Kota Padang 1447 Hijriah Sebanyak 193 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan Ketersediaan Air Bersih Kota Padang Butuh 228 Sumur Bor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Lantik Raju Minropa Sebagai PJ Sekda Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024