Jumat, 25/9/26 | 16:11 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Berani Memutar Arah: Pelajaran dari Perjalanan

Minggu, 29/9/24 | 14:47 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

“Jika ragu lebih baik kembali” begitu pesan yang pernah saya lihat di sebuah ruangan. Tapi kali ini, pesan itu datang langsung dari seorang teman. Bukan tanpa alasan, ia mengatakannya saat kami mulai bingung dan ragu dengan arah perjalanan.

Suatu hari, saya dan beberapa teman melakukan perjalanan. Tujuannya sederhana, hanya ingin melepas penat (gabut). Awalnya, kami merasa yakin dengan rute yang dipilih. Namun, semakin jauh melaju, semakin bertemu jalan buntu. “Haruskah kita balik lagi?” seru seorang teman.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Perjalanan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Baik itu perjalanan fisik dari satu tempat ke tempat lain, atau perjalanan hidup yang kita jalani setiap hari. Sepanjang perjalanan, kita sering berhadapan dengan berbagai pilihan, keputusan, dan tentunya persimpangan yang harus dilewati.

Saat berada di persimpangan, dua hal bisa terjadi: memilih jalan yang benar atau tersesat. Kadang, kita hanya mengikuti intuisi atau keinginan sesaat, tanpa memikirkan arah yang tepat. Hingga akhirnya, kita sadar telah berjalan terlalu jauh di jalan yang salah. Seperti perjalanan kami, rute yang awalnya terlihat mudah bisa berubah menjadi rumit dan membingungkan di tengah jalan.

Namun, apa yang bisa kita lakukan saat tersesat? Sederhana, berhenti atau kembali. Memutar arah. Ini mungkin terdengar mudah, tetapi dalam praktiknya sering kali memerlukan keberanian yang besar. Tidak semua orang berani mengakui kesalahan dan memilih untuk kembali ke titik awal. Rasa malu, ego, atau rasa lelah bisa menjadi penghalang utama.

Terkadang, memilih untuk kembali justru membawa kita pada jalan yang lebih baik. Kembali bukan tanda menyerah, tapi kesempatan untuk memperbaiki arah dan membuat keputusan yang lebih tepat. Dalam hidup, mengakui kesalahan dan memperbaikinya adalah bagian dari proses belajar. Setiap persimpangan memberi pelajaran, dan tersesat bisa membuka pandangan baru tentang apa yang sebenarnya kita cari.

Namun, dalam perjalanan, ada kalanya kita perlu berhenti, entah untuk menenangkan pikiran atau sekadar mengisi perut yang lapar. Saat tersesat, berhenti sejenak bisa menjadi langkah bijak, setidaknya untuk bertanya pada orang sekitar tentang arah yang benar. Berhenti bukan berarti menyerah, melainkan memberi waktu untuk berpikir jernih dan menemukan jalan yang lebih baik.

Pada akhirnya, perjalanan—baik di jalan raya maupun dalam hidup—bukan tentang seberapa cepat kita tiba di tujuan, tetapi bagaimana kita menikmati setiap langkahnya, termasuk saat tersesat. Tersesat kadang seperti bonus plot twist yang membuat cerita menjadi lebih seru. Dan siapa tahu, bisa saja di warung kecil tempat kita “tersesat” menemukan kopi enak dengan pisang goreng hangat.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Donor Darah PMI Bukittinggi, Terkumpul 118 Kantong Darah

Berita Sesudah

Badan Publik Diingatkan Tak Anggap Remeh Keterbukaan Informasi

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Berita Sesudah
Badan Publik Diingatkan Tak Anggap Remeh Keterbukaan Informasi

Badan Publik Diingatkan Tak Anggap Remeh Keterbukaan Informasi

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telkomsel Gerak Cepat Pulihkan Jaringan Komunikasi di Kantor Bupati Solok Pascagalodo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanggungjawab SPPG terhadap Siwa MTsN 1 Pariaman Keracunan MBG: Jenguk Korban dan Tanggung Biaya Perawatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Korban Galodo Solok Ditemukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dinas Wabup Solok Dibuka untuk Pengungsi, Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026