Jumat, 01/5/26 | 05:02 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Lebih dari Kafein: Cerita dari Kopi Pergaulan

Minggu, 23/6/24 | 12:21 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Kata teman saya, kopi pergaulan sudah menjelma menjadi ritual harian yang tak terelakkan. Ini bukan sekadar tentang sebuah minuman, tapi lebih tentang ajang sosialisasi modern yang penuh dengan mini drama. Mulai dari obrolan krisis global hingga menakar politik ideal, semua seolah serius dibahas.

Kalau dulu mungkin dikenal istilah “kopi darat” sekarang “kopi pergaulan”, di mana secangkir kopi jadi tiket masuk sirkel pertemanan. Kopi pergaulan bisa saja membuat si introvert dan si ekstrovert berbagi meja. Mungkin saja mereka bisa membicarakan teori konspirasi sambil tertawa kecil melihat harga kopi.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Tempat menikmati kopi pergaulan seakan berevolusi mengikuti perkembangan zaman, dan memiliki agenda tersendiri. Dulu sebatas tempat menikmati secangkir kopi, sekarang jadi ruang diskusi, begitu adanya sekarang. Mungkin saja di setiap ruang, ada yang sibuk dengan laptopnya, mengejar deadline sambil menghirup aroma kopi segar yang menguar.

Di sisi lain, sekelompok anak muda asyik berdiskusi tentang startup impian mereka, menuliskan rencana besar di atas kertas serbet. Jangan heran kalau tiba-tiba mendengar gelak tawa dan tepuk tangan meriah, bukan karena stand-up comedy dadakan, tapi karena seorang barista berhasil membuat latte art rumit.

Tak hanya itu, kopi pergaulan membawa tren-tren unik. Ada yang mencoba kopi dengan campuran buah-buahan, sampai kopi dengan sentuhan rasa rempah. Meski begitu, banyak yang penasaran dan berbondong mencobanya. Kopi pergaulan bukan sekadar minuman, tapi sebuah budaya yang terus berinovasi dan beradaptasi dengan selera zaman. Menjadikan setiap tegukan sebagai pengalaman baru.

Namun, tak semua orang bisa dengan bebas menikmatinya. Bagi mereka yang menderita asam lambung, menyeruput secangkir kopi bisa jadi tantangan. Alih-alih menikmati, mereka malah harus berhadapan dengan rasa perih di lambung. Namun, hal ini tak menyurutkan semangat untuk tetap bergabung dalam gemerlap kopi pergaulan.

Kedai kopi modern juga semakin menyadari kebutuhan ini, dengan menyediakan berbagai pilihan minuman selain kopi. Dari smoothie sehat hingga infused water yang segar, semua disajikan dengan penuh gaya. Hal ini untuk memastikan semua orang bisa merasakan kehangatan dan kebersamaan. Karena esensi dari kopi pergaulan bukanlah pada minumannya, melainkan pada cerita, tawa, dan kebersamaan yang tercipta di setiap pertemuan.

Jadi, kalau suatu hari melihat seseorang duduk di kedai kopi dengan sebotol air mineral dan sepiring roti bakar, jangan heran, mungkin mereka sedang menikmati “kopi pergaulan” dengan cara yang berbeda. Siapa tahu, obrolan seru bisa jadi awal mula pertemanan yang lebih manis daripada gula pasir di dasar cangkir. Kopi pergaulan, lebih dari sekadar kopi, tapi cerita dan tawa yang tak pernah basi. Selamat ngopi, atau mungkin, selamat menyesap cerita!

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Tradisi Hoyak Tabuik di Kota Pariaman

Berita Sesudah

Gen-Z yang Dianggap Lemah Ternyata Juga Tangguh

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Gen-Z yang Dianggap Lemah Ternyata Juga Tangguh

Gen-Z yang Dianggap Lemah Ternyata Juga Tangguh

Discussion about this post

POPULER

  • Bupati Annisa Dorong Pelunasan PBB Tepat Waktu, Nagari Koto Nan IV Jadi Teladan

    Bupati Annisa Dorong Pelunasan PBB Tepat Waktu, Nagari Koto Nan IV Jadi Teladan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelajar SMP di Dharmasraya Diimbau Tidak Membawa Kendaraan Bermotor Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laka Lantas di Sungai Dareh, Pengendara Sepeda Motor Pingsan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keunikan Kata Penghubung Maka dan Sehingga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026