Kamis, 05/11/26 | 12:06 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Lebih dari Kafein: Cerita dari Kopi Pergaulan

Minggu, 23/6/24 | 12:21 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Kata teman saya, kopi pergaulan sudah menjelma menjadi ritual harian yang tak terelakkan. Ini bukan sekadar tentang sebuah minuman, tapi lebih tentang ajang sosialisasi modern yang penuh dengan mini drama. Mulai dari obrolan krisis global hingga menakar politik ideal, semua seolah serius dibahas.

Kalau dulu mungkin dikenal istilah “kopi darat” sekarang “kopi pergaulan”, di mana secangkir kopi jadi tiket masuk sirkel pertemanan. Kopi pergaulan bisa saja membuat si introvert dan si ekstrovert berbagi meja. Mungkin saja mereka bisa membicarakan teori konspirasi sambil tertawa kecil melihat harga kopi.

Tempat menikmati kopi pergaulan seakan berevolusi mengikuti perkembangan zaman, dan memiliki agenda tersendiri. Dulu sebatas tempat menikmati secangkir kopi, sekarang jadi ruang diskusi, begitu adanya sekarang. Mungkin saja di setiap ruang, ada yang sibuk dengan laptopnya, mengejar deadline sambil menghirup aroma kopi segar yang menguar.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Di sisi lain, sekelompok anak muda asyik berdiskusi tentang startup impian mereka, menuliskan rencana besar di atas kertas serbet. Jangan heran kalau tiba-tiba mendengar gelak tawa dan tepuk tangan meriah, bukan karena stand-up comedy dadakan, tapi karena seorang barista berhasil membuat latte art rumit.

Tak hanya itu, kopi pergaulan membawa tren-tren unik. Ada yang mencoba kopi dengan campuran buah-buahan, sampai kopi dengan sentuhan rasa rempah. Meski begitu, banyak yang penasaran dan berbondong mencobanya. Kopi pergaulan bukan sekadar minuman, tapi sebuah budaya yang terus berinovasi dan beradaptasi dengan selera zaman. Menjadikan setiap tegukan sebagai pengalaman baru.

Namun, tak semua orang bisa dengan bebas menikmatinya. Bagi mereka yang menderita asam lambung, menyeruput secangkir kopi bisa jadi tantangan. Alih-alih menikmati, mereka malah harus berhadapan dengan rasa perih di lambung. Namun, hal ini tak menyurutkan semangat untuk tetap bergabung dalam gemerlap kopi pergaulan.

Kedai kopi modern juga semakin menyadari kebutuhan ini, dengan menyediakan berbagai pilihan minuman selain kopi. Dari smoothie sehat hingga infused water yang segar, semua disajikan dengan penuh gaya. Hal ini untuk memastikan semua orang bisa merasakan kehangatan dan kebersamaan. Karena esensi dari kopi pergaulan bukanlah pada minumannya, melainkan pada cerita, tawa, dan kebersamaan yang tercipta di setiap pertemuan.

Jadi, kalau suatu hari melihat seseorang duduk di kedai kopi dengan sebotol air mineral dan sepiring roti bakar, jangan heran, mungkin mereka sedang menikmati “kopi pergaulan” dengan cara yang berbeda. Siapa tahu, obrolan seru bisa jadi awal mula pertemanan yang lebih manis daripada gula pasir di dasar cangkir. Kopi pergaulan, lebih dari sekadar kopi, tapi cerita dan tawa yang tak pernah basi. Selamat ngopi, atau mungkin, selamat menyesap cerita!

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Tradisi Hoyak Tabuik di Kota Pariaman

Berita Sesudah

Gen-Z yang Dianggap Lemah Ternyata Juga Tangguh

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya kira wawancara selesai ketika kopi susu di gelas...

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Segelas kecil kopi susu ternyata bisa habis dalam satu...

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Berita Sesudah
Gen-Z yang Dianggap Lemah Ternyata Juga Tangguh

Gen-Z yang Dianggap Lemah Ternyata Juga Tangguh

Discussion about this post

POPULER

  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Modalitas dalam Teks atau Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Relasi Kohesi dan Fungsinya dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Syafni Nola Putri Sambut Wali Nagari Definitif Aie Dingin, Harapkan Perubahan Setelah Lima Tahun Dipimpin Pj

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PWI Dharmasraya Matangkan Program Kerja 2027, Jurnalis Masuk Sekolah Jadi Agenda Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026