Jumat, 23/10/26 | 15:29 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Pemprov Sumbar Bergerak Cepat Tangani Bancana Banjir Lahar Dingin

Sabtu, 06/4/24 | 14:32 WIB

pemprov sumbar

PADANG, SCIENTIA – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) ambil langkah cepat tangani banjir lahar dingin Gunung Marapi.

Untuk informasi, bencana banjir lahar dingin menerjang permukiman warga sekitar Gunung Marapi, Jumat sore 5 April 2024.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengumpulkan seluruh kepala dinas dalam rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait, di Ruang Rapat Istana Gubernur, Sabtu (6/4/2024).

BACAJUGA

Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

Jumat, 23/10/26 | 08:40 WIB
Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

Jumat, 23/10/26 | 05:41 WIB

Bupati Tanah Datar dan Bupati Agam sebagai kepala daerah yang wilayahnya terdampak juga turut hadir secara daring.

Mahyeldi mengatakan, seluruh jajaran harus fokus terhadap langkah penanganan jangka pendek.

Di antaranya memastikan keselamatan setiap warga, agar tidak ada korban jiwa jika sewaktu-waktu banjir kembali terjadi.

“Semua warga yang mesti di evakuasi, harus kita evakuasi. Sediakan pos pengungsian yang layak,” tegas Gubernur.

Selanjutnya terkait penyediaan kebutuhan konsumsi dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Gubernur menginstruksikan itu dilaksanakan oleh Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar.

“Sudah saya instruksikan Kadis Kesehatan dan Kadis Sosial untuk bergerak hari ini. Dapur umum dan posko kesehatan harus berdiri,” ujar Mahyeldi.

Kemudian, sebut Mahyeldi, pengerukan sedimen banjir lahar dingin yang menutup akses jalan sudah dibersihkan dinas terkait.

Selanjutnya penanganan jangka menengah yakni pemgerukan sedimen material erupsi yang masih ada di hulu sungai akan dikeruk juga.

Tujuannya, agar aliran sungai tidak meluber keluar saat intensitas hujan tinggi.

“Melalui Dinas BMCKTR, kita akan melakukan pengerukan badan sungai. Dari total 23 sungai yang berhulu dari Gunung Marapi, ada 5 yang terdampak. Itulah nanti yang akan kita keruk,” ujar Mahyeldi.

Sedangkan untuk rehap rekon atau penanganan jangka panjang, Mahyeldi mengaku, pihaknya masih menunggu laporan dan hasil pendataan tuntas dari kabupaten/kota terdampak.

Sebab, data itu lah nantinya yang akan menjadi dasar untuk pengambilan kebijakan.

Tidak Ada Korban Jiwa

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Rudi Rinaldy mengatakan, hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa akibat banjir lahar dingin yang melanda sejumlah daerah di Kabupaten Agam dan Tanah Datar tersebut.

Risiko bencana dapat diminimalisir berkat adanya sinergi seluruh pihak.

Contohnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan peta dan simulasi potensi dampak bencana erupsi Gunung Marapi.

Kemudian BMKG juga terus mengirimkan laporan prediksi cuaca seluruh wilayah Sumbar secara periodik.

“Output kedua lembaga tersebut sangat membantu kita dalam menyiapkan langkah antisipasi. Jadi ketika prediksi itu benar, kita menjadi lebih siap dan dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan terutama keselamatan jiwa,” ucap Rudy Rinaldy.

Rudi mengimbau masyarakat agar sementara tidak beraktivitas di radius 4,5 KM dari kawah Gunung serta di bantaran sungai yang berhulu dari Gunung Marapi.

Sebab intensitas hujan di sekitar kawasan tersebut masih tinggi dan aktivitas Gunung Marapi masih sangat fluktuatif. (adpsb/busan)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Bencana Banjir Lahar Dingin Marapi Butuh Respons Cepat dan Koordinasi Antar Pemda

Berita Sesudah

Perbedaan Preposisi “dari kamu”, “daripada kamu”, “padamu”, “kepadamu”, “ke kamu”, dan “di kamu”;

Berita Terkait

Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

Jumat, 23/10/26 | 08:40 WIB

PADANG, Scientia.id – Pemerintah Kota Padang mengapresiasi kontribusi alumni IKIP Padang/Universitas Negeri Padang (UNP) terhadap perkembangan kota, terutama di bidang...

Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

Jumat, 23/10/26 | 05:41 WIB

SIJUNJUNG, Scientia.id — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sijunjung mengungkap dua kasus dugaan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak (BBM)...

[foto:ist]

Peringati Hari Santri, Cak Imin Soroti Kemiskinan dan Ketertinggalan Teknologi

Jumat, 23/10/26 | 00:25 WIB

Pekanbaru, Scientia — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadikan peringatan Hari Santri Nasional 2026 sebagai momentum memperkuat peran pesantren sekaligus menjawab...

Hari Santri Nasional, PKB Sumbar Bagikan Masker

Hari Santri Nasional, PKB Sumbar Bagikan Masker

Kamis, 22/10/26 | 20:49 WIB

Padang, Scientia – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat membagikan masker kepada masyarakat di Kota Padang dalam momentum Hari...

Perbaiki Akses Warga, Pemkab Dharmasraya Ganti Lantai Dua Jembatan Bailey dengan Baja

Perbaiki Akses Warga, Pemkab Dharmasraya Ganti Lantai Dua Jembatan Bailey dengan Baja

Kamis, 22/10/26 | 16:51 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Respons cepat Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dalam mendorong perbaikan infrastruktur daerah kembali dirasakan masyarakat Kecamatan Timpeh,...

Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

Kamis, 22/10/26 | 15:58 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Sengketa penguasaan tanah ulayat seluas sekitar 5.000 hektare di Jao, Kecamatan Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, bergulir ke Pengadilan...

Berita Sesudah
Petinju dan Peninju; Manakah yang Benar?

Perbedaan Preposisi "dari kamu", "daripada kamu", "padamu", "kepadamu", "ke kamu", dan "di kamu";

Discussion about this post

POPULER

  • Perluasan Area Perkebunan, Kabupaten Solok Siap jadi Lumbung Kopi dan Kakao Nasional

    Perluasan Area Perkebunan, Kabupaten Solok Siap jadi Lumbung Kopi dan Kakao Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Santri, Firdaus: Momentum Perkuat Peran Santri Membangun Peradaban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026