Senin, 20/4/26 | 08:19 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Kementerian Agama RI Tetapkan Awal Puasa Ramadhan Pada Selasa Mendatang

Minggu, 10/3/24 | 20:42 WIB
Menteri Agara RI, Yaqut Cholis Qoumas saat menyampaikan hasil sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1445 H. Minggu, (10/03/2024) [foto : screnshoot]
Menteri Agara RI, Yaqut Cholis Qoumas saat menyampaikan hasil sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1445 H. Minggu, (10/03/2024) [foto : screnshoot]

Jakarta, Scientia – Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Ramadhan(awal puasa) jatuh pada hari Selasa, (12/03/2024). Hal itu diasampaikan oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas usai sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1445 H pada Minggu, (10/03/2024).

Dia mengatakan, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia saat ini berada pada posisi minus 0 derajat 20,2 menit sampai dengan 0 derajat 52,09 menit dan sudut elongasi 2 derajat 14,78 menit hingga 2 derajat 41,84 menit. Perhitungan itu berdasarkan metode Hisab terkait posisi ketinggian hilal.

“Kementerian agama dalam menetapkan awal bulan qomariah, khususnya bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzuhijah menggunakan mekanisme sidang isbat. Mekanisme ini dilakukan untuk bermusyawarah dengan para pakar falaq, astronomi, wakil rakyat, MUI dan perwakilan ormas islam seluruh Indonesia,” ujar Yaqut.

Kata Yaqut, hasil musyawarah tersebut berdasarkan hasil Hisab dan Rukyat yang telah dilaksanakan oleh tim Hisab dan Rukyat Kementerian agama RI. Proses itu juga melalui konfirmasi kepada sejumlah petugas kementerian agama di daerah yang di tempatkan pada 134 titik lokasi di seluruh Indonesia.

BACAJUGA

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB
Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Kemudian Indonesia dan beberapa negara di Asean yang tergabung dalam MABIMS, yaitu Menteri Agama Brunei Darrussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura pada tahun 1021 lalu bersepakat bahwa kriteria dan visibilas hilal atau imkanur rukyat 1 Ramadhan berada pada ketinggian hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat. Kesepakatan tersebut menjadi pedoman 4 negara Mabims dalam menetapkan awal bulan qomariah.

“Berdasarkan Hisab di beberapa daerah di Indonesia sudah berada di atas ufuk dan tidak memenuhi kriteria MABIMS serta ketiadaan laporan melihat hilal. Oleh karena itu secara mufakat 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada hari Selasa (12/03/2024).

Yaqut berharap, dengan hasil sidang isbat teraebut, seluruh masyarakat Indonesia dapat melakukan ibadah puasa dengan kehusyukan meskipun terdapat perbedaan dalam waktu memulai pelaksanaannya. Namun, dalam perbedaan itu mesti tetap saling menghormati dan menjunjung tinggi nilai – nilai toleransi, sehingga tercipta susasa yang kondusif.

“Meskipun ada perbedaan, itu lumrah saja. Marila kita saling menghormati atas perbedaan itu,” tutup Yaqut.(YRP)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kata Maaf: Tidak Sesederhana Hurufnya

Berita Sesudah

Masjid Jami’ Tarok Dapat Hibah Rp5 Miliar Dari Pemko Bukittinggi

Berita Terkait

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

Minggu, 19/4/26 | 22:40 WIB

Oleh: M. Subarkah dan Maharani Syifa Ramadhan (Mahasiswa Program Magister Linguistik Universitas Andalas dan Mahasiswi Program Magister Sastra Universitas Padjajaran)...

Batu dan Zaman

Memaknai Ulang Sukses dalam Film “Tunggu Aku Sukses Nanti”

Minggu, 19/4/26 | 22:16 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)    Idulfitri merupakan frasa  bahasa Arab, terdiri...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata ini dan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

Kamis, 16/4/26 | 20:48 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.Padang, Scientia - Sebanyak 65 bakal calon Ketua Tanfidz Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa...

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

Kamis, 16/4/26 | 19:28 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, diduga menghambat hak politik...

Berita Sesudah

Masjid Jami' Tarok Dapat Hibah Rp5 Miliar Dari Pemko Bukittinggi

Discussion about this post

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026