Minggu, 01/11/26 | 22:29 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Nevi Zuairina Berharap Bali International Hospital Geser Tren Berobat Dari Luar Negeri ke Dalam Negeri

Minggu, 28/1/24 | 08:39 WIB

Jakarta, Scientia – Anggota DPR RI Komisi VI, Hj. Nevi Zuairina menyoroti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur di Bali tengah menyongsong fase baru dalam perkembangan sektor kesehatan dan pariwisata Indonesia.

Menurutnya, proyek besar ini dipimpin oleh PT Pertamina Bina Medika-Indonesia Healthcare Corporation (IHC), Holding RS BUMN.

Yakni yang menggagas pembangunan Bali International Hospital (BIH).

Menurutnya sebuah rumah sakit bertaraf internasional mesti dapat mengakomodir kepentingan rakyat secara menyeluruh.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB
Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Anggota FPKS ini meminta agar kolaborasi strategis dengan Mayo Clinic, lembaga kesehatan ternama dari Amerika, menjadikan BIH sebagai titik fokus dalam pemberian pelayanan kesehatan berkualitas tinggi.

Tujuan utamanya adalah untuk melayani kebutuhan medis turis domestik dan asing yang berlibur di Bali.

Ia menekankan pentingnya proyek ini dalam memajukan industri kesehatan Indonesia.

“Kami di komisi VI mendorong agar kementerian BUMN melalui IHC berkomitmen untuk menghadirkan standar layanan kesehatan kelas dunia di Indonesia, khususnya di Bali, yang merupakan destinasi pariwisata global,” ujarnya dalam kesempatan rapat dengan Kementerian BUMN.

Anggota Badan Anggaran ini menyampaikan, bahwa BIH mesti dirancang dengan teknologi medis tercanggih dan memiliki pusat keunggulan di berbagai bidang.

Termasuk Cardiology, Oncology, Neurology, Gastroenterology, dan Orthopedics.

Fasilitas ini juga dilengkapi dengan pusat Medical Check Up dan diagnostic center yang lengkap.

“Proyek ini tidak hanya mencakup pembangunan rumah sakit, tetapi juga pengembangan area sekitar. Kawasan Ekonomi Khusus Sanur akan dikembangkan menjadi destinasi kesehatan dan pariwisata kelas dunia, dilengkapi dengan hotel, resort, ethnobotanical garden, dan convention center,” jelas Hj. Nevi Zuairina.

Tidak Berobat ke Luar Negeri

Anggota DPR RI asal Sumatera Barat ini menambahkan, bahwa dengan pembangunan KEK Kesehatan Sanur, diharapkan terjadi pergeseran tren kunjungan warga Indonesia untuk berobat ke luar negeri menjadi lebih memilih Bali.

Ini tidak hanya akan menghemat devisa, tetapi juga meningkatkan daya tarik Bali sebagai destinasi turis.

Namun, lanjut Nevi, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi.

Salah satunya adalah persiapan sumber daya manusia yang berkualitas.

iBaik tenaga medis maupun non-medis, untuk mengoperasikan fasilitas ini.

Kerja sama dengan institusi kesehatan internasional menuntut standar yang tinggi dalam pelayanan dan operasional.

Pertanyaan juga muncul dari politisi perempuan PKS ini mengenai infrastruktur pendukung lainnya.

Seperti tempat peribadatan dan sistem pengamanan, terutama dari bencana alam seperti tsunami, mengingat lokasi KEK yang berdekatan dengan pantai.

Selain itu, lanjutnya, terdapat tantangan dalam memastikan ketersediaan listrik yang stabil.

Mengingat kebutuhan listrik di Bali yang selama ini bergantung pada suplai dari Pulau Jawa.

Ini menjadi aspek kritis dalam kelancaran operasional KEK Sanur.

“Pekerjaan yang menjadi tantangan akhir yakni, terdapat usaha promosi intensif oleh PT IHC untuk memperkenalkan RS BIH ke pasar internasional, khususnya negara-negara yang warganya banyak berlibur ke Bali. Strategi promosi ini diharapkan akan memaksimalkan penggunaan fasilitas saat peresmian RS BIH pada April 2024,” ungkap Nevi mengharapkan.

Proyek ini, secara keseluruhan, tidak hanya diharapkan menjadi tonggak baru dalam sektor kesehatan Indonesia.

Tetapi juga sebagai magnet baru dalam industri pariwisata Bali dan Indonesia pada umumnya.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Bambang Kariyawan Ys dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Berita Sesudah

Pengaruh Baik dalam Perteman

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya kira wawancara selesai ketika kopi susu di gelas...

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Bagaimana jika sebuah laboratorium yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan...

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Minggu, 01/11/26 | 12:26 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Matilah kau mati, kau akan lahir...

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Keberhasilan pendidikan tidak semestinya diukur dari kemampuan seluruh peserta didik mencapai standar yang sama. Setiap anak...

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB

Padang, Scientia — Rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas dan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan pendapatan. Kualitas pelayanan, keselamatan...

Berita Sesudah
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Pengaruh Baik dalam Perteman

Discussion about this post

POPULER

  • Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

    Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026