Senin, 02/11/26 | 10:26 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Tentang Kipas Angin yang “Ideal”

Minggu, 21/1/24 | 13:21 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Dalam kehidupan sehari-hari, kipas angin tak hanya berperan sebagai alat pendingin udara, melainkan juga menawarkan solusi yang elegan untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul akibat cuaca panas. Setidaknya, dalam menjalani rutinitas harian yang penuh tantangan, kipas angin berperan sebagai pendamping setia, memberikan relaksasi sekaligus meningkatkan tingkat kenyamanan di sekitarnya.

Kipas angin juga memiliki berbagai macam jenis dan bentuk, sesuai dengan kegunaan, fitur, ukuran, dan harganya. Beberapa kipas angin yang sering digunakan kebanyakan orang adalah kipas yang di lantai, dinding, dan meja. Bagi saya semuanya memiliki fungsinya masing-masing, ok di dinding, mantap pula di lantai.

Melihat kegunaan kipas angin, terdapat sejumlah inovasi unik dan kreatif. Misalnya, beberapa desainer menciptakan kipas angin dengan desain yang estetis dan inovatif, menjadi elemen dekoratif yang mempercantik ruangan. Bahkan, ada juga kipas angin yang dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Selain itu, kipas angin didesain tidak sekadar alat pendingin saja, malainkan juga menjadi bagian unsur dekoratif dalam mempercantik ruangan.

Setiap orang tampaknya juga memiliki tipe ideal kipas angin. Sebagian orang lebih suka kipas angin yang menghembuskan angin dengan kuat atau kencang. Sebagian lainnya justru menyukai kipas angin yang dapat menghasilkan angin sepoi-sepoi sehingga suasana di dalam ruangan terasa lebih adem. Hal ini diketahui sepanjang perjalanan penulis menjadi anak indekos atau kontrakan yang biasanya menyewa suatu unit secara bersama-sama.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB
Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Berbagai jenis dan bentuk kipas angin menawarkan solusi elegan untuk mengatasi tantangan cuaca panas, memenuhi kebutuhan dan preferensi pengguna. Meskipun preferensi terhadap jenis kipas angin bisa bervariasi, penting untuk menghargai perbedaan tersebut, terutama dalam situasi di mana orang harus berbagi ruangan. Meskipun demikian, perbedaan preferensi ini juga dapat menjadi bagian dari dinamika hubungan interpersonal.

Di sisi lain ada pula tipikal orang yang baru bisa tidur bila ada kipas angin. Sebagian lainnya justru bertolak belakang. Mereka tidak bisa tidur bila mendengar suara kipas yang kadang agak bising sekaligus tersentuh tiupan angin. Kedua orang yang memeiliki tipikal berbeda ini tentu akan sulit bila harus berbagi kamar.

Akan tetapi, bagaima bila yang memiliki tipikal berbeda ini adalah pasangan suami istri? Waduh, semoga mereka dapat mendiskusikan hal ini dengan baik dan mendapat solusi yang terbaik. Bisa jadi pula mereka mendapat rezeki berlebih untuk memasang pendingin udara (AC) agar keduanya bisa tidur lebih nyenyak. Semoga.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Tentang Kipas Angin yang “Ideal”

Berita Sesudah

Kalender Event Pariwisata Sumbar 2024 Diluncurkan di Pantai Purus Padang

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya kira wawancara selesai ketika kopi susu di gelas...

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Bagaimana jika sebuah laboratorium yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan...

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Minggu, 01/11/26 | 12:26 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Matilah kau mati, kau akan lahir...

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Keberhasilan pendidikan tidak semestinya diukur dari kemampuan seluruh peserta didik mencapai standar yang sama. Setiap anak...

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB

Padang, Scientia — Rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas dan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan pendapatan. Kualitas pelayanan, keselamatan...

Berita Sesudah

Kalender Event Pariwisata Sumbar 2024 Diluncurkan di Pantai Purus Padang

Discussion about this post

POPULER

  • Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

    Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi V DPRD Sumbar Matangkan Pembahasan Ranperda Keolahragaan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026