Sabtu, 13/6/26 | 09:56 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Tentang Lemari Buku Kayu

Minggu, 29/10/23 | 12:06 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Hal pertama yang terpikirkan bagi saya saat berbicara tentang lemari buku adalah rak-rak kayu dengan deretan buku. Dengan aroma kertas yang lembut dan debu yang menempel. Bagi saya lemari buku menjadi tempat penyimpanan berharga, dengan buku-buku di dalamnya merupakan jendela pengetahuan yang tidak terbatas. Tentu saja pandangan itu tidak terlepas dari lemari buku kayu yang saya miliki.

Dalam lemari buku kayu itu, terdapat buku-buku beragam tema yang mengundang untuk dibaca. Beberapa buku tersusun rapi seakan menunggu dengan tertib untuk diambil dan dibaca, sementara yang lainnya berserakan seolah menawarkan eksplorasi tak terduga bagi siapa saja yang melihatnya. Ini menariknya tentang lemari buku kayu di sudut kamar saya, dari satu sisi terdapat buku-buku teks tebal yang penuh pengetahuan, sedangkan sisi-sisi lainnya tertumpuk buku-buku fiksi dengan beragam tema.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Bagi saya isi dari lemari buku kayu ini seakan hidup. Buku-buku di dalamnya, baik itu yang tersusun rapi atau berserakan, seakan bergandengan menciptakan koleksi yang menghadirkan pilihan yang luas. Saya selalu bergumam, bahwa dalam lemari ini bersembunyi keajaiban pengetahuan dan hiburan yang memberikan kebebasan menjelajahi dunia buku dengan metode yang diinginkan.

Namun begitu, lemari buku kayu ini juga mempunyai tantangan tersendiri dalam merawatnya. Bukan berati tidak memiliki masalah sama sekali, misalnya saat mencari buku tertentu maka harus menggali di antara rak-rak yang padat atau menggeser tumpukan buku yang berantakan. Selain itu, debu yang menempel pada buku-buku menjadi hal yang menyebalkan dan tentu tidak menyehatkan.

Terkadang isi dari lemari buku kayu ini juga menghadirkan hal-hal yang mengejutkan. Hal unik dan mengejutkan yang paling membekas bagi saya adalah saat menemukan uang dari tumpukan-tumpukan buku dalam lemari tersebut. Kemungkinan besar, kebiasaan saya meletakkan uang kertas di antara halaman buku atau di atas tumpukan buku dalam waktu yang lama membuat saya lupa akan hal itu. Mungkin saja uang itu sisa kembalian saat masih kuliah dahulu.

Selain itu, saya juga menemukan lembaran jawaban ujian saat masih kuliah dahulu. Saya menjadi deg-degkan saat membaca jawaban dan melihat nilai yang tertera. Temuan itu membawa saya kembali ke malam-malam yang begitu berat untuk begadang, mencoba memahami materi kuliah dan menyelsaikan segala tugas yang harus dikumpul besok paginya. Lembar ujian itu juga mengingatkan saya pada usaha, keringat, dan terkadang kebingungan, bingung akan jawaban yang ditulis.

Dalam lemari buku kayu ini, saya menemukan banyak hal tak terduga. Buku-buku memberikan pengetahuan dan hiburan, sementara uang dan lembaran jawaban ujian mengingatkan pada perjalanan pendidikan. Lemari ini adalah penyimpanan kenangan dan jendela menuju pengetahuan tanpa batas, meskipun tantangannya kadang membingungkan. Semua ini membuat lemari buku ini penuh cerita, meninggalkan bekas di ingatan. Semoga setiap lemari buku, seperti yang saya miliki, menjadi bagian berharga dalam perjalanan bacaan dan kenangan setiap individu.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dongeng dalam Ubud Writers and Readers Festival 2023

Berita Sesudah

Rendang sebagai Diplomasi Budaya

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Berita Sesudah
Istilah “Deskriptif” dan “Preskriptif” dalam Ilmu Bahasa

Rendang sebagai Diplomasi Budaya

Discussion about this post

POPULER

  • PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Andre Kresna Kembali Pimpin PKB Bukittinggi, Bidik Tiga Kursi DPRD dan Posisi Pimpinan Dewan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Ingatkan Pengurus Baru PKB: Jabatan Bukan Hadiah, Tapi Tanggung Jawab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusri Latif Kembali Pimpin PKB Padang: Incar 6 Kursi DPRD dan Wali Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Gelar Jambore Kelompok Siaga Bencana (KSB) Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026