Sabtu, 31/10/26 | 23:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Dongeng dalam Ubud Writers and Readers Festival 2023

Minggu, 29/10/23 | 08:54 WIB

Oleh: Roma Kyo Kae Saniro
(Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

 

Pada era saat ini, tradisi dongeng menghadapi tantangan serius yang membuatnya perlahan-lahan menghilang. Hal ini terutama disebabkan oleh beberapa faktor kunci. Pertama, perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah preferensi anak-anak dalam mengisi waktu luang. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu bermain perangkat elektronik, bermainan video, dan platform media sosial daripada membaca atau mendengarkan dongeng.

BACAJUGA

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB
Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Kedua, jadwal hidup yang padat dan gaya hidup yang sibuk membuat waktu yang dihabiskan bersama untuk menceritakan dongeng semakin terbatas dan menyulitkan orang tua dalam berinteraksi dengan anak-anak mereka. Ketiga, minat membaca dan literasi pada anak-anak telah menurun yang mengakibatkan kurangnya minat dalam dongeng karena anak-anak yang jarang membaca cenderung kurang terpengaruh oleh cerita-cerita tradisional.

Keempat, perubahan budaya yang memengaruhi nilai-nilai dalam masyarakat, seperti urbanisasi dan globalisasi, telah mengubah prioritas dalam beberapa komunitas dan mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap tradisi dongeng yang lebih kuno. Terakhir, ketersediaan beragam alternatif hiburan yang lebih modern dan instan, seperti tontonan audiovisual, video game, dan hiburan lainnya, telah menggeser minat anak-anak dari dongeng tradisional.

Jika dilihat dari manfaatnya, dongeng memiliki berbagai manfaat yang penting bagi seseorang. Pertama, dongeng membantu mengembangkan keterampilan bahasa anak-anak dengan memperkaya kosakata dan memahami struktur naratif. Kedua, dongeng merangsang imajinasi dan kreativitas anak-anak, membantu mereka menciptakan dunia mereka sendiri dalam pikiran mereka. Ketiga, banyak dongeng mengandung pesan moral dan nilai-nilai penting yang membentuk karakter anak-anak.

Keempat, mereka mendukung pengembangan keterampilan sosial, karena anak-anak belajar berinteraksi dengan orang lain dan memahami perasaan karakter dalam cerita. Kelima, dongeng dapat membantu menghilangkan stres dan ketegangan pada anak-anak, membawa mereka ke dalam dunia imajinatif yang menyenangkan. Keenam, mereka mendorong kebiasaan membaca dan meningkatkan minat anak-anak dalam literasi. Ketujuh, dongeng menciptakan hubungan yang kuat antara orang tua dan anak, menghadirkan momen berharga untuk berbagi waktu bersama dan merangsang diskusi. kedelapan, mendengarkan dongeng membantu pengembangan keterampilan pendengaran anak-anak. Kesembilan, mereka memperluas pengetahuan anak-anak tentang budaya, tempat, dan waktu yang berbeda.

Terakhir, dongeng memberikan hiburan dan keseruan melalui petualangan seru, karakter yang menghibur, dan dunia fantastis yang menyenangkan. Dengan segala manfaat ini, dongeng menjadi alat yang kuat dalam perkembangan holistik anak-anak, membantu mereka tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan mereka.

Meskipun tantangan ini signifikan, masih ada upaya yang dilakukan untuk mempertahankan dan menghidupkan kembali warisan dongeng. Beberapa organisasi, sekolah dan keluarga terus aktif dalam menceritakan dongeng kepada anak-anak, mengadakan acara-acara dongeng, dan berupaya mempromosikan pentingnya literasi tradisional. Pengintegrasian dongeng ke dalam rutinitas sehari-hari anak-anak dan pemanfaatan teknologi untuk menciptakan cerita-cerita modern yang menarik merupakan langkah-langkah untuk menjaga warisan ini tetap relevan. Melalui kesadaran dan usaha bersama, tradisi dongeng dapat terus hidup dan memberikan manfaat berharga bagi generasi mendatang.

Melihat pentingnya dongeng tersebut, Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2023 melaksanakan kegiatan mendongeng ke berbagai mitra sekolah yang ada di daerah Ubud, Bali. Pada festival tahun ini UWRF berhasil menghadirkan beberapa bakat hebat dalam menceritakan berbagai kisah dan melibatkan anak-anak dalam sesi pembelajaran yang sarat dengan aksi. Para penulis terlibat dengan anak-anak dalam berbagai topik yang beragam dengan tujuan untuk menyampaikan kepada mereka kekuatan buku dan cerita di berbagai sekolah, seperti Australian Independent School (AIS), Bali Island School (BIS), Mana Earthly Paradise, Sekolah Dasar Negeri SDN 1 Serongga, Sekolah Dasar Negeri SDN 1 Ubud, Sekolah Dasar Negeri SDN 3 Singakerta, Sekolah Dasar Negeri SDN 3 Ubud, Sekolah Menengah Atas Negeri SMA 1 Ubud, serta Sekolah Menengah Kejuruan SMK 1 Denpasar.

Dongeng di sekolah memiliki peran yang penting dalam pendidikan dan perkembangan karakter anak-anak. Pertama, dongeng membantu meningkatkan kemampuan bahasa anak-anak dengan mengenalkan kosakata baru, memperkuat pemahaman tata bahasa, dan melatih mereka memahami struktur naratif. Hal ini berdampak positif pada kemampuan berbicara, membaca, dan menulis. Kedua, dongeng merangsang imajinasi dan kreativitas anak-anak, membantu mereka berpikir kreatif dan membayangkan dunia yang berbeda, karakter yang menarik, serta petualangan yang seru. Ketiga, banyak dongeng mengandung pesan moral dan nilai-nilai penting, membantu anak-anak memahami konsep seperti persahabatan, kejujuran, kerja sama, dan etika. Ini membantu membentuk karakter mereka.

Keempat, dongeng mendukung pengembangan keterampilan sosial dengan membuka kesempatan untuk diskusi, memahami perasaan karakter dalam cerita, dan memperkuat kemampuan berinteraksi sosial. Kelima, dongeng meningkatkan minat anak-anak dalam membaca karena ketika mereka menikmati cerita-cerita di sekolah, mereka cenderung mencari buku dan cerita-cerita lain untuk dibaca. Keenam, dongeng menciptakan hubungan yang kuat antara guru dan siswa, dengan menciptakan momen berharga di mana guru dan siswa bisa berbagi pengalaman dan mempererat hubungan mereka.

Ketujuh, dongeng membantu mengembangkan keterampilan pendengaran anak-anak, mengajarkan mereka untuk fokus pada narasi dan memahami detail cerita. Kedelapan, dongeng memperluas pengetahuan anak-anak tentang dunia dengan memperkenalkan mereka pada budaya, tempat, dan waktu yang berbeda melalui cerita-cerita. Terakhir, dongeng memberikan hiburan yang bermanfaat dengan menyajikan pengalaman petualangan dan cerita yang menarik sekaligus bersifat mendidik. Dengan demikian, dongeng di sekolah memiliki peran sentral dalam membangun dasar yang kuat untuk literasi anak-anak dan membantu mereka memahami dunia serta memahami nilai-nilai moral.

Tags: #Roma Kyo Kae Saniro
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Eksistensi Bahasa Indonesia pada Kongres Bahasa Indnonesia XII

Berita Sesudah

Tentang Lemari Buku Kayu

Berita Terkait

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi alam...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya dan Anggota Labor Penulisan Kreatif, Universitas Andalas) Ada film yang berakhir...

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Minggu, 18/10/26 | 15:52 WIB

Oleh: Puspandhari Ilsa Pinasty (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Bayangkan seorang anak rantau yang akhirnya mampu...

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Selasa, 13/10/26 | 18:50 WIB

Taufiq Muhammad Akbar ‎Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas (UNAND) Undang-undang berubah, Pasal diperbaiki, Ancaman pidana disesuaikan, Istilah hukum diperbarui. Tetapi...

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Ilustrasi: Hukum dan regulasi hanyalah pagar luar, namun kesadaran dan etika digital masyarakat adalah benteng utama yang sesungguhnya dalam menangkal...

Berita Sesudah
Satu Tikungan Lagi

Tentang Lemari Buku Kayu

Discussion about this post

POPULER

  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Sinergi Hukum, Pemkab Dharmasraya Perpanjang Kerja Sama dengan Kejari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Dharmasraya Cek Kesiapan Armada dan Logistik BPBD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026