Minggu, 28/6/26 | 06:05 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Budaya Ketupat pada Hari Raya Idulfitri di Indonesia

Minggu, 07/5/23 | 08:28 WIB

Oleh: Roma Kyo Kae Saniro
(Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Ketupat adalah makanan yang sangat terkait dengan perayaan Hari Raya Idulfitri di Indonesia. Idulfitri atau Hari Raya Idulfitri sendiri berasal dari kata “fitr” yang berarti kembali fitrah, yakni kembali kepada kesucian dan kemurnian hati setelah melewati bulan suci Ramadan yang penuh dengan ibadah, puasa, dan pengorbanan. Hari Raya Idulfitri dirayakan pada hari pertama bulan Syawal dalam kalender Hijriyah setelah selesai menjalankan ibadah puasa Ramadan.

BACAJUGA

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Minggu, 21/6/26 | 14:59 WIB
Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

Minggu, 21/6/26 | 14:42 WIB

Ketupat dan Idulfitri memiliki sejarah panjang di Indonesia. Sejarah ini bermula dari masuknya agama Islam ke Indonesia pada abad ke-13. Tradisi ketupat dan Idulfitri sudah ada sejak zaman kerajaan Islam di nusantara. Pada zaman itu, kerajaan-kerajaan Islam seperti Demak, Banten, dan Mataram memperingati Idulfitri dengan cara menggelar berbagai acara seperti pentas seni dan budaya serta membagikan makanan ketupat kepada rakyat miskin. Selain itu, ketupat dianggap sebagai makanan yang praktis dan mudah disimpan untuk para pejuang Islam yang sedang dalam perjalanan untuk berperang melawan penjajah.

Seiring dengan perkembangan zaman, ketupat semakin populer di Indonesia dan berkembang menjadi makanan khas yang dikonsumsi saat Idulfitri. Ketupat kini bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Ketupat diperkirakan berasal dari tradisi masyarakat Arab yang menyajikan nasi dalam daun kelapa sebagai hidangan yang mudah dibawa saat melakukan perjalanan jauh. Ketupat kemudian dikenal sebagai bagian dari budaya makanan Indonesia.

Ketupat adalah nasi yang dimasak dalam anyaman daun kelapa yang kemudian dipotong-potong menjadi segitiga dan disajikan dengan berbagai macam hidangan, seperti opor ayam, rendang, dan sambal goreng. Setiap rumah pada Hari Raya Idulfitri pasti akan membuat ketupat untuk disajikan bersama hidangan khas Idulfitri lainnya. Bahkan, di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatra, ada tradisi saling bertukar ketupat antara tetangga dan kerabat sebagai bentuk silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan.

Terdapat beberapa alasan ketupat menjadi makanan yang populer saat Idulfitri di Indonesia. Pertama, ketupat mudah disimpan dan dapat disimpan dalam waktu yang lama tanpa perlu khawatir akan rusak atau basi. Ketupat juga terbuat dari daun kelapa dan beras yang mudah didapat sehingga ketupat menjadi makanan yang mudah dibuat dan populer.

Kedua, ketupat memiliki makna filosofis yang dalam, yang melambangkan kesucian, persatuan, dan kerendahan hati. Bentuk ketupat yang segi tiga melambangkan tiga unsur pokok kehidupan, yaitu manusia, alam, dan Tuhan. Kemudian ketupat juga melambangkan persatuan karena  terdiri dari banyak anyaman daun kelapa yang menyatu dan tidak bisa dipisahkan. Dalam hal ini, ketupat menjadi simbol persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan sosia dari masyarakat Indonesia yang beragam. Dalam tradisi Islam, ketupat dianggap sebagai simbol bulan Ramadan yang penuh dengan puasa, kesabaran, dan pengorbanan.

Ketiga, ketupat merupakan salah satu bentuk  budaya saling berbagi makanan pada saat Idulfitri dan memperkuat tali persaudaraan. Bentuk segiempat ketupat berasal dari cara pembungkusannya yang terbuat dari daun kelapa yang dilipat dan didinginkan pada keempat sudutnya. Bentuk segiempat memudahkan proses pembungkusan ketupat karena daun kelapa dapat dilipat dan dibentuk dengan mudah, dan membuat ketupat dapat diletakkan secara rapi dan aman saat proses pemasakan. Selain itu, bentuk segi empat juga memudahkan dalam penyimpanan dan transportasi. Ketupat yang berbentuk segiempat dapat disusun dalam tumpukan secara rapi dan dapat diangkut dengan mudah. Oleh sebab itu, bentuk segiempat menjadi bentuk tradisional yang populer dan dipertahankan dalam pembuatan ketupat di Indonesia. Bentuk segiempat juga dianggap memiliki nilai filosofis yang mendalam dan melambangkan kesucian serta keteguhan hati dalam menghadapi kehidupan.

Terkait dengan bentuknya, ketupat biasanya berbentuk segiempat. Namun, di beberapa daerah di Indonesia terdapat juga ketupat bulat atau ketupat segitiga. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk ketupat dapat berbeda-beda tergantung pada kebiasaan dan tradisi masyarakat setempat. Secara mayoritas, ketupat di Indonesia umumnya dibuat dalam bentuk segiempat. Ketupat segiempat lebih mudah dibuat dan diikat dengan daun kelapa dibandingkan dengan bentuk segitiga atau bentuk lainnya. Ketupat segiempat memiliki bentuk yang rapi dan mudah dipotong menjadi bagian-bagian yang sama besar sehingga lebih mudah untuk dibagikan dan disajikan saat berkumpul dengan keluarga saat Idulfitri. Kemudian, bentuk segiempat juga memiliki arti simbolis dalam kebudayaan Indonesia yang melambangkan kesempurnaan, keharmonisan, dan ketertiban. Oleh sebab itu, ketupat segiempat dianggap sebagai makanan yang membawa keberuntungan dan kesuksesan, serta melambangkan persatuan dan kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat Indonesia.

Tidak mengherankan jika ketupat menjadi makanan yang sangat populer pada saat Idulfitri di Indonesia. Hingga saat ini, tradisi memasak ketupat untuk perayaan Idulfitri masih dilestarikan masyarakat Indonesia dan menjadi bagian penting warisan budaya Indonesia.

Tags: #Roma Kyo Kae Saniro
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Film Buya Hamka antara Dedikasi dan Ruang Hampa

Berita Sesudah

Kombinasi Afiks me–kan

Berita Terkait

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Paylater, Kemudahan di Ujung Jari atau Jebakan Keuangan di Masa Depan

Minggu, 21/6/26 | 14:59 WIB

Oleh: Puty Mahira Zahrani (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas)   Hidup di abad ke-21 rasanya...

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Gaya Bahasa dalam Cerpen “Beki Bebek” Karya Vanda Parengkuan

Minggu, 21/6/26 | 14:42 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)           "Kata yang...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

Minggu, 21/6/26 | 14:31 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di era digital, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan tidak pernah semudah...

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Minggu, 14/6/26 | 22:37 WIB

Oleh: Satria Efendi Tuanku Kuniang (Ulama dan Tokoh Nahdlatul Ulama Sumatera Barat)   Nahdlatul Ulama (NU) sedang berada di sebuah...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Sapardi dan Seni Berdamai dengan Kefanaan

Minggu, 14/6/26 | 22:24 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran)   Pada masa ini, ada puisi yang justru berbahaya karena tampak...

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Minggu, 14/6/26 | 22:16 WIB

Oleh: Nayla Aprilia (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia, Universitas Andalas, Padang)   Di tengah masyarakat, penampilan fisik sering kali menjadi dasar...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Ria Febrina

Kombinasi Afiks me–kan

Discussion about this post

POPULER

  • DPRD Kota Padang prihatin, terhadap semrawutnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Padang, khususnya berpusat pada kendala sistem aplikasi yang error.

    Ketua DPRD Kota Padang Muharlion Menilai Kurangnya Persiapan Disdik Dalam Pelaksanaan Sistem SPMB Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Pemungutan Suara, Firdaus Minta Warga Jaga Kondusivitas dan Tolak Politik Uang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pilwana Usai, Saatnya Wali Nagari Terpilih Rangkul Semua Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fraksi PKB-UMMAT Minta Pemko Padang Percepat Belanja, Waspadai SiLPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026