Minggu, 14/6/26 | 19:59 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Budaya Ketupat pada Hari Raya Idulfitri di Indonesia

Minggu, 07/5/23 | 08:28 WIB

Oleh: Roma Kyo Kae Saniro
(Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Ketupat adalah makanan yang sangat terkait dengan perayaan Hari Raya Idulfitri di Indonesia. Idulfitri atau Hari Raya Idulfitri sendiri berasal dari kata “fitr” yang berarti kembali fitrah, yakni kembali kepada kesucian dan kemurnian hati setelah melewati bulan suci Ramadan yang penuh dengan ibadah, puasa, dan pengorbanan. Hari Raya Idulfitri dirayakan pada hari pertama bulan Syawal dalam kalender Hijriyah setelah selesai menjalankan ibadah puasa Ramadan.

BACAJUGA

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Minggu, 31/5/26 | 23:50 WIB
Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

Minggu, 31/5/26 | 23:45 WIB

Ketupat dan Idulfitri memiliki sejarah panjang di Indonesia. Sejarah ini bermula dari masuknya agama Islam ke Indonesia pada abad ke-13. Tradisi ketupat dan Idulfitri sudah ada sejak zaman kerajaan Islam di nusantara. Pada zaman itu, kerajaan-kerajaan Islam seperti Demak, Banten, dan Mataram memperingati Idulfitri dengan cara menggelar berbagai acara seperti pentas seni dan budaya serta membagikan makanan ketupat kepada rakyat miskin. Selain itu, ketupat dianggap sebagai makanan yang praktis dan mudah disimpan untuk para pejuang Islam yang sedang dalam perjalanan untuk berperang melawan penjajah.

Seiring dengan perkembangan zaman, ketupat semakin populer di Indonesia dan berkembang menjadi makanan khas yang dikonsumsi saat Idulfitri. Ketupat kini bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Ketupat diperkirakan berasal dari tradisi masyarakat Arab yang menyajikan nasi dalam daun kelapa sebagai hidangan yang mudah dibawa saat melakukan perjalanan jauh. Ketupat kemudian dikenal sebagai bagian dari budaya makanan Indonesia.

Ketupat adalah nasi yang dimasak dalam anyaman daun kelapa yang kemudian dipotong-potong menjadi segitiga dan disajikan dengan berbagai macam hidangan, seperti opor ayam, rendang, dan sambal goreng. Setiap rumah pada Hari Raya Idulfitri pasti akan membuat ketupat untuk disajikan bersama hidangan khas Idulfitri lainnya. Bahkan, di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatra, ada tradisi saling bertukar ketupat antara tetangga dan kerabat sebagai bentuk silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan.

Terdapat beberapa alasan ketupat menjadi makanan yang populer saat Idulfitri di Indonesia. Pertama, ketupat mudah disimpan dan dapat disimpan dalam waktu yang lama tanpa perlu khawatir akan rusak atau basi. Ketupat juga terbuat dari daun kelapa dan beras yang mudah didapat sehingga ketupat menjadi makanan yang mudah dibuat dan populer.

Kedua, ketupat memiliki makna filosofis yang dalam, yang melambangkan kesucian, persatuan, dan kerendahan hati. Bentuk ketupat yang segi tiga melambangkan tiga unsur pokok kehidupan, yaitu manusia, alam, dan Tuhan. Kemudian ketupat juga melambangkan persatuan karena  terdiri dari banyak anyaman daun kelapa yang menyatu dan tidak bisa dipisahkan. Dalam hal ini, ketupat menjadi simbol persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan sosia dari masyarakat Indonesia yang beragam. Dalam tradisi Islam, ketupat dianggap sebagai simbol bulan Ramadan yang penuh dengan puasa, kesabaran, dan pengorbanan.

Ketiga, ketupat merupakan salah satu bentuk  budaya saling berbagi makanan pada saat Idulfitri dan memperkuat tali persaudaraan. Bentuk segiempat ketupat berasal dari cara pembungkusannya yang terbuat dari daun kelapa yang dilipat dan didinginkan pada keempat sudutnya. Bentuk segiempat memudahkan proses pembungkusan ketupat karena daun kelapa dapat dilipat dan dibentuk dengan mudah, dan membuat ketupat dapat diletakkan secara rapi dan aman saat proses pemasakan. Selain itu, bentuk segi empat juga memudahkan dalam penyimpanan dan transportasi. Ketupat yang berbentuk segiempat dapat disusun dalam tumpukan secara rapi dan dapat diangkut dengan mudah. Oleh sebab itu, bentuk segiempat menjadi bentuk tradisional yang populer dan dipertahankan dalam pembuatan ketupat di Indonesia. Bentuk segiempat juga dianggap memiliki nilai filosofis yang mendalam dan melambangkan kesucian serta keteguhan hati dalam menghadapi kehidupan.

Terkait dengan bentuknya, ketupat biasanya berbentuk segiempat. Namun, di beberapa daerah di Indonesia terdapat juga ketupat bulat atau ketupat segitiga. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk ketupat dapat berbeda-beda tergantung pada kebiasaan dan tradisi masyarakat setempat. Secara mayoritas, ketupat di Indonesia umumnya dibuat dalam bentuk segiempat. Ketupat segiempat lebih mudah dibuat dan diikat dengan daun kelapa dibandingkan dengan bentuk segitiga atau bentuk lainnya. Ketupat segiempat memiliki bentuk yang rapi dan mudah dipotong menjadi bagian-bagian yang sama besar sehingga lebih mudah untuk dibagikan dan disajikan saat berkumpul dengan keluarga saat Idulfitri. Kemudian, bentuk segiempat juga memiliki arti simbolis dalam kebudayaan Indonesia yang melambangkan kesempurnaan, keharmonisan, dan ketertiban. Oleh sebab itu, ketupat segiempat dianggap sebagai makanan yang membawa keberuntungan dan kesuksesan, serta melambangkan persatuan dan kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat Indonesia.

Tidak mengherankan jika ketupat menjadi makanan yang sangat populer pada saat Idulfitri di Indonesia. Hingga saat ini, tradisi memasak ketupat untuk perayaan Idulfitri masih dilestarikan masyarakat Indonesia dan menjadi bagian penting warisan budaya Indonesia.

Tags: #Roma Kyo Kae Saniro
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Film Buya Hamka antara Dedikasi dan Ruang Hampa

Berita Sesudah

Kombinasi Afiks me–kan

Berita Terkait

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Minggu, 31/5/26 | 23:50 WIB

Oleh: Najwa Maliha Zharfa (Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi dan Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia Universitas Andalas)   Siapa yang tidak mengenal...

Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

Minggu, 31/5/26 | 23:45 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Ironi Nasib Anak Perempuan di Tengah Himpitan Ekonomi

Kebebasan Perempuan dalam Film “Gowok” Analisis Semiotika Christian Metz

Minggu, 31/5/26 | 23:30 WIB

Oleh: Adela Damanik (Mahasiswi Sastra Indonesia dan  Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Film Gowok:...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

Minggu, 31/5/26 | 23:11 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   "Membaca Ulang “Surat buat Tuhan” di Tengah Budaya Tak Pernah...

Regulasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Perguruan Tinggi

Regulasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Perguruan Tinggi

Minggu, 24/5/26 | 20:02 WIB

Oleh: Intan Rhaudhatul Jannah (Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Andalas) Kekerasan berbasis gender di lingkungan kampus bukanlah sebuah cerita...

Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Sumpah Pemuda: Tonggak Perkembangan Sastra Indonesia

Minggu, 24/5/26 | 19:17 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Ria Febrina

Kombinasi Afiks me–kan

Discussion about this post

POPULER

  • PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Harapkan Sinergi Baru di Pelantikan PC PMII Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PNM Salurkan Rp12,6 Triliun untuk 384 Ribu Nasabah di Sumbar, Pemprov Dorong UMKM Naik Kelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembukaan Jambore Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Kukuhkan Pengurus Asosiasi Wali Nagari Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Andre Kresna Kembali Pimpin PKB Bukittinggi, Bidik Tiga Kursi DPRD dan Posisi Pimpinan Dewan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Galanggang Arang, Perhelatan Warisan Dunia WTBOS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026