Padang Pariaman, Scientia – Anggota DPRD Sumatera Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Firdaus, mengajak masyarakat menjaga situasi tetap kondusif menjelang pemungutan suara Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak yang akan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026. Ia mengingatkan agar pesta demokrasi di tingkat nagari tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Menurut Firdaus, perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar. Namun, persaingan antarkandidat tidak boleh merusak hubungan kekeluargaan dan kebersamaan yang selama ini terjalin di nagari.
“Setiap warga tentu memiliki calon yang didukung. Itu adalah hak demokrasi. Tetapi setelah pemilihan selesai, masyarakat tetap akan hidup berdampingan. Jangan sampai hanya karena berbeda pilihan, hubungan persaudaraan menjadi rusak,” kata Firdaus, Jumat (26/6).
Ketua DPW PKB Sumatera Barat itu menilai potensi gesekan pada Pilwana cukup besar karena para kandidat dan pendukung umumnya masih memiliki hubungan keluarga maupun kekerabatan yang dekat. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menahan diri dan menghormati pilihan masing-masing.
Firdaus juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur praktik politik uang yang dilakukan oleh calon maupun tim pemenangan. Menurutnya, pemberian uang atau materi menjelang pemungutan suara merupakan pertanda buruk bagi kualitas kepemimpinan yang akan lahir.
“Kalau sejak awal sudah berani membeli suara rakyat, bagaimana nanti ketika memimpin? Masyarakat harus sadar bahwa uang yang dibagikan bukanlah rezeki, melainkan investasi yang suatu saat akan dicari kembali ketika calon itu terpilih,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak, kemampuan, integritas, serta komitmen membangun nagari, bukan karena iming-iming uang atau bantuan sesaat.
Selain itu, Firdaus meminta seluruh calon wali nagari dan tim sukses mematuhi aturan selama masa tenang dengan tidak melakukan kampanye terselubung maupun praktik yang melanggar ketentuan pemilihan.
“Biarkan masyarakat menentukan pilihannya dengan hati nurani. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan warga yang harus didukung bersama demi kemajuan nagari,” katanya.
Firdaus berharap pelaksanaan Pilwana di seluruh nagari di Padang Pariaman berlangsung aman, tertib, jujur, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin selama delapan tahun ke depan.(yrp)







