Sabtu, 18/4/26 | 22:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Selalu Ada Jalan Untuk Kembali

Minggu, 23/4/23 | 09:19 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Bisakah kita kembali ke titik awal persimpangan? Begitu seorang rekan bertanya saat kebingungan di tengah perjalanan. Semakin digas laju kendaraan, semakin terasa sunyi jalanan sekitar.

Banyak jalan ditempuh tentu banyak pula hal yang dilihat, semakin banyak pula persimpangan baru yang dilalui. Besar kemungkinan pula untuk tersesat bila tak hafal rutenya. Tentu semakin mahal pula biaya bahan bakar nantinya.

Bila tidak tahu rute, google map solusinya. Bila dulu malu bertanya sesat di jalan, sekarang sebelum berjalan aktifkan google map teman. Begitulah kira-kira guyonan kami sebagai solusi dalam hal ini.

BACAJUGA

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

Apakah permasalahannya sudah selesai? Faktanya belum, dan selalu bermunculan permasalahan selanjutnya. Tiba-tiba rute yang dilalui tidak bersinyal misalnya, tentu ini cukup membebankan.

Berpergian dari sebuah tempat ke tempat lainnya lazim untuk dilakukan. Biasanya, akan banyak hal baru pula yang didapat dari kunjungan itu. Bahkan, dengan kunjungan tersebut pula kita dapat memperbanyak teman. Saya kira tentu ini hal baik.

Dalam pelaksanaanya, selalu ada rintangan dan itu harus dihadapi. Bisa jadi jalannya terjal dan berlubang, atau belum di aspal dan banyak genangan. Mungkin juga si pengendara yang tidak sabaran hingga berujung kecelakaan.

Begitulah perjalanan, terkadang tidak sesuai harapan. Tidak menutup kemungkinan jauh dari ekspektasi, jauh dari kata sempurna dan selamat. Lebih buruknya bisa gagal total, tersesat jauh dan sulit menemukan jalan kembali.

Adakah yang pernah mengalaminya? Berpergian lama hingga menemukan jalanan rusak dan jauh dari permukiman. Lebih mirisnya lagi masuk area blankspot (daerah yang tidak tersentuh sinyal komunikasi).

Apa yang pertama kali dilakukan? Bagi saya dan rekan-rekan adalah kembali ke persimpangan awal. Dari sana ditentukan lagi kemana hendak kita melangkah.

Untuk menempuh perjalanan kembali tentu dibutuhkan kesabaran. Dalam kesabaran pula kita dituntut untuk introspeksi diri. Paling tidak mengingat kembali jalan yang ditempuh sebagai pembelajaran bagi kesalahan sebelumnya.

Apakah yang menyebabkan kita tanpa sadar berjalan jauh dan tersesat? Paling tidak, tebersit saja dari hati pertanyaan ini sudah cukup menyenangkan. Memberikan ketenangan akan mengingat langkah-langkah sebelumnya.

Perlu diketahui, setiap kita berpotensi untuk salah jalan dan tersesat. Begitu juga setiap jalan yang ditempuh bisa saja berlubang atau tidak mulus. Semuanya harus dihadapi.

Begitu pula perjalanan hidup kita sebagai manusia, tentu tidak lepas dari salah dan kilaf baik disengaja maupun tidak. Setiap kita punya kekilafan entah itu kecil maupun besar. Maka perlu untuk sadar agar tak jauh melangkah sesat.

Jika sudah jauh tersesat, ingat selalu ada jalan untuk kembali. Bukankah kembali ke titik persimpangan awal lebih memudahkan? Atau jika mampu lebih baik kembali pulang. Karena jalan pulang tak kan terlupakan.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Fenomena dan Keunikan Kata “anu”

Berita Sesudah

Berkunjung ke Perpustakaan dan Makam Bung Karno

Berita Terkait

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Berita Sesudah

Berkunjung ke Perpustakaan dan Makam Bung Karno

Discussion about this post

POPULER

  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Tanda Hubung (-) dan Tanda Pisah (—)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harimau vs Singa, Siapa yang Lebih Kuat? Ini Fakta Sains dan Kasus Nyatanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemikiran Halliday tentang Semiotika Sosial dalam Ilmu Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026