Sabtu, 31/10/26 | 05:38 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Satu Tikungan Lagi

Minggu, 09/4/23 | 07:55 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Terkadang muncul rasa jenuh saat menempuh perjalanan jauh. Tentu banyak faktor yang menyebabkannya, entah itu internal maupun eksternal. Bisa saja jenuh karena badan pegal, bisa juga jenuh karena pemandangan yang monoton.

Sesekali juga bisa jenuh karena lapar. Tidak jarang pula rasa lapar ini dapat mengubah  seseorang menjadi menyebalkan. Setidaknya begitu salah satu iklan produk makanan, kita akan menyebalkan kalau lagi lapar. Iklan itu begitu kuat melekat dalam ingatan saya.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Bermacam pula bentuk ekspresi menyebalkan ini. Terkadang  gelisah geser kanan geser kiri, celoteh tak karuan, atau colek-colek sekitaran. Perilaku demikian akan berhenti kalau ada makanan. Paling tidak camilan pengganjal lapar.

Siapa saja yang berkendaraan berpotensi untuk jenuh, entah itu pengemudi atau penumpang. Bagi pengemudi ini tentu bahaya bila tidak rehat sejenak. Bagi penumpang juga dapat berdampak mengkhawatirkan, bila itu sudah pada tahap membosankan. Berpotensi menyusahkan penumpang lainnya, kira-kira itu yang bakal terjadi.

Dalam kondisi seperti itu, selalu ada sosok penyemangat. Sebanyak itu hal yang membuat jenuh, sebanyak itu pula cara untuk mengatasinya. Hal paling sering dilakukan adalah bujukan bahwa tempat pemberhentian makan sudah semakin dekat.

Biasanya yang sering menyampaikan ini adalah dia yang hafal medan. Kebanyakan adalah si pengemudi, tapi buka berarti penumpang tidak pernah. Istilah yang sering diucapkan adalah “satu tikungan lagi”.

Dalam bahasa Minangkabau, sering disebut “ciek kelok lai”. Kalimat itu seakan mempunyai “kekuatan” untuk mempengaruhi seseorang. Bahkan, juga mampu mengubah keadaan gelisah menjadi tenang.

Ada apa dengan “satu tikungan lagi?” Kenapa dapat “mempengaruhi” seseorang. Terkadang terlintas juga pertanyaan-pertanyaan begitu. Tanpa disadari saya pun terpengaruh akan adanya pemberhentian pada satu tikungan lagi.

Kalau medan yang ditempuh itu dominan jalan lurusnya, tentu ini akan terasa cukup jauh. Berbeda bila yang ditempuh jalan banyak tikungan, ini akan menjadi hal yang ditunggu. Menanti sesuatu yang ditunggu-tunggu dan menyenangkan.

Memang untuk menanti satu kali tikungan itu bukan perkara mudah. Sudah dua, tiga, bahkan lima kali tikungan dilalui masih belum berhenti juga. Mungkin saja bagi si pengendara bukan jalur seperti yang barusan dilalui sebagai definisi tikungan.

Begitulah istilah satu kali tikungan, dapat membuat sedikit jengkel. Tapi mau bagaimana lagi, satu kali tikungan itu perlu diucapkan. Sampaikan saja dulu, berhentinya belakangan.

Paling tidak hal itu bermaksud baik, bujukan penyemangat agar tidak jenuh. Lain lagi ceritanya jika “menikung” teman sepermainan, ruwet ujungnya. Cukup pembalap di sirkuit saja yang saling menikung. Kita jangan, biar aman.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Ibu dan Susu Kotak

Berita Sesudah

Puisi-puisi Dini Novianti dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Segelas kecil kopi susu ternyata bisa habis dalam satu...

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Dini Novianti  dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Puisi-puisi Dini Novianti dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Kedua OPS, Polisi Pariaman Prioritaskan Edukasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Padang Kawal Hak Pasien dan Nasib Driver Maxim, 10 Tuntutan Jadi Agenda Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi I DPRD Sumbar Dorong Pengembangan Potensi Nagari Pandam Gadang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disabilitas di Pessel Belum Tuntas, Keluarga Pertanyakan Penanganan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026