Senin, 27/7/26 | 05:26 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Satu Tikungan Lagi

Minggu, 09/4/23 | 07:55 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Terkadang muncul rasa jenuh saat menempuh perjalanan jauh. Tentu banyak faktor yang menyebabkannya, entah itu internal maupun eksternal. Bisa saja jenuh karena badan pegal, bisa juga jenuh karena pemandangan yang monoton.

Sesekali juga bisa jenuh karena lapar. Tidak jarang pula rasa lapar ini dapat mengubah  seseorang menjadi menyebalkan. Setidaknya begitu salah satu iklan produk makanan, kita akan menyebalkan kalau lagi lapar. Iklan itu begitu kuat melekat dalam ingatan saya.

BACAJUGA

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB
Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Bermacam pula bentuk ekspresi menyebalkan ini. Terkadang  gelisah geser kanan geser kiri, celoteh tak karuan, atau colek-colek sekitaran. Perilaku demikian akan berhenti kalau ada makanan. Paling tidak camilan pengganjal lapar.

Siapa saja yang berkendaraan berpotensi untuk jenuh, entah itu pengemudi atau penumpang. Bagi pengemudi ini tentu bahaya bila tidak rehat sejenak. Bagi penumpang juga dapat berdampak mengkhawatirkan, bila itu sudah pada tahap membosankan. Berpotensi menyusahkan penumpang lainnya, kira-kira itu yang bakal terjadi.

Dalam kondisi seperti itu, selalu ada sosok penyemangat. Sebanyak itu hal yang membuat jenuh, sebanyak itu pula cara untuk mengatasinya. Hal paling sering dilakukan adalah bujukan bahwa tempat pemberhentian makan sudah semakin dekat.

Biasanya yang sering menyampaikan ini adalah dia yang hafal medan. Kebanyakan adalah si pengemudi, tapi buka berarti penumpang tidak pernah. Istilah yang sering diucapkan adalah “satu tikungan lagi”.

Dalam bahasa Minangkabau, sering disebut “ciek kelok lai”. Kalimat itu seakan mempunyai “kekuatan” untuk mempengaruhi seseorang. Bahkan, juga mampu mengubah keadaan gelisah menjadi tenang.

Ada apa dengan “satu tikungan lagi?” Kenapa dapat “mempengaruhi” seseorang. Terkadang terlintas juga pertanyaan-pertanyaan begitu. Tanpa disadari saya pun terpengaruh akan adanya pemberhentian pada satu tikungan lagi.

Kalau medan yang ditempuh itu dominan jalan lurusnya, tentu ini akan terasa cukup jauh. Berbeda bila yang ditempuh jalan banyak tikungan, ini akan menjadi hal yang ditunggu. Menanti sesuatu yang ditunggu-tunggu dan menyenangkan.

Memang untuk menanti satu kali tikungan itu bukan perkara mudah. Sudah dua, tiga, bahkan lima kali tikungan dilalui masih belum berhenti juga. Mungkin saja bagi si pengendara bukan jalur seperti yang barusan dilalui sebagai definisi tikungan.

Begitulah istilah satu kali tikungan, dapat membuat sedikit jengkel. Tapi mau bagaimana lagi, satu kali tikungan itu perlu diucapkan. Sampaikan saja dulu, berhentinya belakangan.

Paling tidak hal itu bermaksud baik, bujukan penyemangat agar tidak jenuh. Lain lagi ceritanya jika “menikung” teman sepermainan, ruwet ujungnya. Cukup pembalap di sirkuit saja yang saling menikung. Kita jangan, biar aman.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Ibu dan Susu Kotak

Berita Sesudah

Puisi-puisi Dini Novianti dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Dini Novianti  dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Puisi-puisi Dini Novianti dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Discussion about this post

POPULER

  • Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

    Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Luncurkan Program Smart Surau untuk Makmurkan Masjid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Kerja Maut di Pabrik CPO Dharmasraya, Karyawan Tewas Digulung Konveyor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026