Senin, 01/6/26 | 13:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Ban Serap

Senin, 13/2/23 | 04:58 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Apa pentingnya membawa ban serap di mobil? Begitu pertanyaan seorang teman saat ia menemani saya mengemudi. Pada waktu kami menempuh perjalanan jauh, ke provinsi tetangga.

Semakin jauh jalan ditempuh, semakin banyak pula hal yang dilihat. Semakin lama berjalan, tentu semakin bermacam pula yang terjadi. Begitu seorang teman menyemangati saya saat mengemudi perjalanan jauh.
Perjalanan waktu itu tidak semulus yang dibayangkan. Seperti lazimnya akhir pekan, jalanan macet, padat merayap istilahnya sekarang. Memang akhir pekan waktunya healing agar Senin kembali bekerja dengan semangat. Begitu teorinya.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

Medan yang ditempuh tergolong cukup ekstrem. Banyak tanjakan berliku dan terkadang berlubang. Bikin panik bila terjebak macet di tanjakan, bisa bikin kaki mengigil dan keringat dingin. Paling tidak itu yang dikatakan rekan saat ia mengemudi.

Cukup lama kiranya terjebak macet di tanjakan itu. Sudah habis pula dua bungkus gorengan dan empat botol air mineral. Mobil ini belum juga terlepas dari macet. Dari langit kemerahan hingga hitam kelam, hanya berangsut saja jalannya.

Ini baru masalah macet, belum lagi kendala kendaraan. Namanya jalanan tentu ada-ada saja yang terjadi secara tiba-tiba, di luar perkiraan. Seperti ban bocor dialami saat malam di daerah yang berjarak dari permukiman.
Beruntungnya, mobil yang kami kemudikan sudah tersedia ban serap. Memang kami tidak cek apakah ban serap, kunci ban, dan dongkrak tersedia atau tidak. Seperti biasanya, selesai serah terima kunci dan STNK, mobil rental pun langsung kami jalankan. Kalau pun ada yang hendak dicek, itu pun kondisi minyak.

Tidak butuh waktu lama kami menggatinya dengan ban serap. Semuanya turun tangan, ada yang buka ban, ada pula yang ambil ban serap di kolong mobil. Kerja cepat, biar segera meninggalkan lokasi yang gelap itu. Tentu tujuan yang harus dicari cepat adalah rumah makan. Rehat sambil mengisi perut keroncongan, itu yang terpikirkan.

Usai mengganti ban serap dan melanjutkan perjalanan, ada satu pembicaraan penting yang harus direnungkan. Tiba-tiba saja seorang teman menanyakan apa pentingnya ada ban serap? Bagi kami ini pertanyaan biasa saja, yang jelas sebagai cadangan. Begitu rata-rata jawaban kami. Sepertinya jawaban kami itu tidak ada yang sesuai dengan ekspetasinya. Mungkin ada jawaban filosofis yang akan ia sampaikan. Begitu perkiraan kami, dan memang itu benarnya.

Baginya ban serap itu ibarat kaderisasi. Terkadang, seorang pengemudi juga butuh rehat, tapi mobil tetap terus berjalan. Jika dipaksakan, akibatnya bisa fatal. Tidak hanya bagi pengemudi, tetapi juga bagi semua penumpang.
Begitulah ban serap baginya, begitu penting dan berarti. Tanpa ada ban serap bisa terhambat pula perjalanannya. Sambil berkelakar ia mengatakan kalau tanpa ban serap deg-degan pula ia mengemudi jarak jauh. Paling tidak, bisa ke tempat tujuan dengan waktu tempuh singkat. Pengemudi boleh istirahat, tetapi mobil tetap jalan terus.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Afifah Syafila Alwafi dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Di Antara Salju yang Berjatuhan pada Musim Dingin

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Berita Sesudah

Di Antara Salju yang Berjatuhan pada Musim Dingin

Discussion about this post

POPULER

  • Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebebasan Perempuan dalam Film “Gowok” Analisis Semiotika Christian Metz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026